Campus Library

Summer adalah musim panen buah di Australia. Banyak mahasiswa Indonesia yang memanfaatkan liburan musim panas mereka dengan bekerja memetik buah di perkebunan. Liburan kali ini Fahri tak berminat bekerja di perkebunan. Walaupun penghasilan memetik buah lumayan besar, namun sulit sekali tetap berpuasa sambil memetik buah di bawah terik panas matahari. Ia lebih memilih pekerjaan yang menunjang karirnya kelak setelah lulus kuliah.

Fahri baru saja menyelesaikan shalat ashar di mushalla kampus. Setelah dzikir sore hari, ia mengirim pesan singkat pada Maria. Where are you?

Beberapa saat kemudian HPnya bergetar. Maria membalas smsnya, “Second floor next to the loans desk”.

Fahri berjalan santai ke perpustakaan kampus. Begitu masuk ia langsung merasakan hawa sejuk pendingin ruangan dan backsound musik klasik yang lembut. Ia memilih naik tangga ketimbang menunggu lift. Di lantai dua ia layangkan pandangan ke kiri dan kanan loans desk. Di deretan komputer perpustakaan ada beberapa mahasiswi muslim yang memakai jilbab tapi ia tak melihat ada yang memakai cadar. Di tempat lain malah tak ada yang berjilbab. Hmm, sepertinya ia harus mengirim pesan singkat lagi.

Tiba-tiba salah satu dari mahasiswi berjilbab tadi berdiri dan berjalan ke arah Fahri. Fahri terkejut karena ternyata mahasiswi itu adalah Maria. Maria tetap tenang meskipun Fahri melihatnya dengan pandangan penuh tanya. Setelah mengucapkan salam, Maria terus mengajak Fahri ke ruang diskusi yang terletak di samping loans desk. Fahri tidak punya pilihan, ia menurut saja.

I can’t use it at campus, it’s not allowed..” kata Maria memulai pembicaraan. Fahri hanya mengangguk pelan. Untuk mencairkan suasana, Maria mengomentari udara panas di luar yang berbeda sekali dengan di dalam perpustakaan. Tidak seperti pertemuan mereka yang sudah-sudah, kali ini Fahri lebih banyak bicara ketimbang mendengarkan Maria. Ia punya segudang pertanyaan di kepalanya.

Fahri dan Maria pun bertukar cerita seputar kuliah dan pekerjaan mereka. Fahri surprais sekali ternyata seperti dirinya Maria juga mengambil program master of information technology. Tapi peminatan mereka berbeda, Maria memilih software engineering sementara ia lebih memilih network security. Ia kagum dengan mantan adik kelasnya yang selain kuliah juga bekerja part time sebagai software engineer.

Waktu berjalan cepat. Tak terasa waktu berbuka tinggal satu jam lagi. Fahri melirik ke arah jam tangannya. Maria maklum, ia menawarkan mengantarkan Fahri pulang dengan mobilnya. Fahri bimbang apakah akan menerima atau menolak. Ia segan jika langsung mengiyakan, tapi jika ditolak udara di luar sangat panas dan terik. Maria tersenyum, ia hafal sekali sifat Fahri yang harus dipaksa jika menerima sesuatu darinya. Akhirnya Fahri setuju dengan syarat ia harus duduk di belakang. (Bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: