Panjangkan Jenggot Anda

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhari: 5892)

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Potong tipislah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian! (HR. Bukhari: 5893)

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، أَحْفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَوْفُوا اللِّحَى

Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim: 259)

جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرْخُوا اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ

Dari Abu Huroiroh r.a., Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Potonglah kumis kalian, biarkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260)

جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرْجوا (أو وأرجئوا) اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ.

Dari Abu Huroiroh r.a., Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Potonglah kumis kalian, panjangkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260, lihat juga Syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi, dan Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari karya Ibnu Hajar hadits no: 5892)

عن أبي أمامة قَالَ: …فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَقُصُّونَ عَثَانِينَهُمْ وَيُوَفِّرُونَ سِبَالَهُمْ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُصُّوا سِبَالَكُمْ وَوَفِّرُوا عَثَانِينَكُمْ وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ

Dari Abu Umamah: …lalu kami (para sahabat) pun menanyakan: “Wahai Rasulullah, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad: 21780, dihasankan oleh Albani, dan dishahihkan oleh Muhaqqiq Musnad Ahmad, lihat Musnad Ahmad 36/613)

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بإحفاء الشوارب, وإعفاء اللحى

Ibnu Umar r.a. mengatakan: “Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang. (HR. Muslim: 259).

كنا نؤمر أن نوفي السبال ونأخذ من الشوارب (مصنف ابن أبي شيبة). وفي لفظ: كنا نعفي السبال, ونأخذ من الشوارب (أخرجه أبو داود). وحسنه الحافظ ابن حجر في فتح الباري, وصححه الشيخ عبد الوهاب الزيد في كتابه إقامة الحجة في تارك المحجة

Jabir r.a. mengatakan: “Sungguh kami (para sahabat), diperintah untuk memanjangkan jenggot dan mencukur kumis”. (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: 26016). Dalam riwayat lain dengan redaksi: “Kami (para sahabat) membiarkan jenggot kami panjang, dan mencukur kumis” (HR. Abu Dawud: 4201). Atsar ini dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 13/410, dan di shohihkan oleh Syeikh Abdul Wahhab alu Zaid dalam kitabnya Iqomatul Hujjah fi Tarikil Mahajjah, hal: 36 dan 79)

Dari hadits-hadits di atas, kita dapat mengambil kesimpulan berikut:

1. Hadits-hadits di atas, semuanya menunjukkan perintah untuk memanjangkan jenggot, dan sebagaimana kita tahu kaidah ushul fikih, “setiap perintah dalam nash-nash syariat itu menunjukkan suatu kewajiban, dan haram bagi kita menyelisihinya kecuali ada dalil khusus yang merubahnya menjadi tidak wajib”. Itu berarti wajib bagi kita memanjangkan jenggot, dan haram bagi kita memangkasnya.

2. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menghubungkan perintah memanjangkan jenggot, dengan perintah menyelisihi Kaum Ahli Kitab (Yahudi Nasrani), Kaum Musyrikin, dan Kaum Majusi. Itu menambah kuatnya hukum wajibnya memanjangkan jenggot ini, mengapa?… Karena dua perintah, jika berkumpul dalam satu perbuatan yang sama, itu lebih kuat dari hanya satu perintah saja.

3. Pada hadits-hadits di atas, terkumpul 5 redaksi perintah yang berbeda yang semuanya menunjukkan perintah memanjangkan jenggot. Ini juga meneguhkan petunjuk wajibnya memanjangkan jenggot. Karena perintah dengan lima redaksi yang berbeda-beda lebih meyakinkan, dari pada hanya menggunakan satu redaksi saja.

4. Para Sahabat Nabi, semuanya memanjangkan jenggotnya, karena mereka diperintah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk melakukan itu. Jika perintah itu tidak wajib dilakukan, mengapa tidak ada satu pun sahabat yang menggundul jenggotnya?!

5. Memanjangkan jenggot adalah ibadah yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, oleh karena itulah para sahabat bersemangat menerapkannya dalam kehidupan mereka, bahkan tidak satupun dari mereka menyelisihi perintah ini… Coba perhatikan masyarakat sekitar kita di era ini, kenyataannya sangat bertolak belakang, para sahabat dahulu semuanya memelihara jenggot, tapi di lingkungan kita tidak ada yang memelihara jenggot kecuali hanya sedikit saja…

Wahai pemuda muslim yang dirahmati Allah… Sebenarnya sudah cukup bagi Anda untuk menerima kesimpulan wajibnya memanjangkan jenggot walaupun yang tumbuh hanya beberapa helai saja. Sesungguhnya Allah tidak menilai seseorang dari fisiknya, tapi dari hatinya dan keta’atannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Source: www. assalafy. org

One response to this post.

  1. wah pak, saya juga sering ne pak ke assalafy[dot]org utk baca-baca ttg agama referensinya bagus2 pak. tapi sayang, skrg lagi underconstruction webnya🙂

    walau skrg saya akui juga jarang ngaji lagi n agak jauh juga dr agama tp tetep berusaha juga untuk tidak terlalu jauh dari jalur… hehehehe

    terima kasih pak postingnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: