Doa Cinta

Ya Allah, aku memohon curahan cinta-Mu dan kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu, serta mohon curahan amal yang dapat mengantarkan diriku mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada-Mu lebih tertanam dalam jiwaku melebihi kecintaanku kepada diri sendiri dan keluargaku serta air dingin. (H.R. Tirmizi)

Tak ada yang lebih mencintai manusia melebihi Allah subhanahu wata’ala. Allah yang Maha Agung begitu mencintai hamba-Nya. Bahkan ketika hamba-Nya berulang kali melakukan kesalahan dan memohon ampun, Allah subhanahu wata’ala tak pernah menutup pintu ampunan. Andai bukan karena cinta dan rahmat Allah yang begitu luas, mungkin dunia ini sudah binasa sejak dahulu dikarenakan dosa dan maksiat para penghuninya.

Doa di atas adalah doa cinta Nabi Daud ’alihis-salaam. Ada empat hal penting di dalam doa ini. Pertama, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Manakah arti seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia tapi Allah tidak mencintainya. Sebaliknya, tak ada yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya meskipun seluruh manusia membencinya.

Kedua, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.

Ketiga, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki amal kebaikan yang mendatangkan cinta-Nya. Beliau sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya salah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya.

Keempat, Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan  sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya bahkan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga bagi musafir lalu di padang tandus.

Sumber : http://kumpulandoa.com/doa-mohon-kecintaan-allah.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: