Fastabikul Khairat

Al Quran memerintahkan kita untuk berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik. Allah berfirman: “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (Al Baqarah 148) dan Rasulullah telah melaksanakan hal itu sepanjang hidupnya, yang kemudian diikuti oleh para sahabatnya dalam tingkah laku mereka.

Abu Bakar selalu berlomba dalam kebajikan dan berusaha untuk selalu andil dalam setiap kebaikan. Rasulullah pernah suatu hari bertanya kepada para sahabatnya: “Siapakah diantara kalian yang hari ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya lagi:Siapakah diantara kalian yang hari ini mengantar janazah?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya lagi: “Siapakah diantara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya lagi: “Siapakah diantara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab: “Saya wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda : “Tidaklah semua amal di atas terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga.” (Muslim 1028)

Balasan orang-orang yang berlomba dalam kebajikan, orang-orang yang berlomba dalam ketaatan adalah cinta Tuhan pemilik bumi dan langit, dimasukkan ke surga, dan Allah akan mengangkat kebingungan dan keburukan dari mereka. Allah berfirman : Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (Bagi mereka) surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya. (Fathir 32-33)

Para sahabat Rasulullah selalu menjaga untuk melakukan perbuatan baik dan berlomba-lomba di dalamnya. Umar bin Khattab memahami arti berlomba-lomba ini dengan mencoba mendahului Abu Bakar dalam kebaikan. Umar berkata: “Rasulullah memerintahkan kami suatu hari untuk bersedekah dan kebetulan aku mempunyai harta maka hari ini aku akan berlomba dengan Abu Bakar, kemudian aku membawa setengah hartaku. Maka Rasulullah bersabda: Apa ada yang kamu tinggalkan untuk keluargamu? Aku menjawab: Sebanyak ini wahai Rasulullah. Umar berkata: Kemudian Abu Bakar datang membawa semua harta yang dimilikinya. Maka Rasulullah bersabda: Apa ada yang kamu tinggalkan untuk keluargamu ? Abu Bakar menjawab: Aku meninggalkan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka. Maka Umar berkata: Aku mengetahui bahwa sekali-kali aku tidak dapat melebihi Abu Bakar.” (Abu Daud 1678)

Sesungguhnya Allah telah membuka banyak  pintu kebaikan bagi kita sesuai dengan kemampuan kita, dan tidak  seseorangpun yang tidak mampu melakukan kebaikan dan hal yang bermanfaat pada tempatnya masing-masing. Maka setiap mukmin dapat menjadi pemilik keutamaan, kebaikan dan amalan baik dengan mudah tanpa kesusahan. Dalam perbuatan kebaikan terdapat penghapusan keburukan, peninggian derajat dan keberkahan dalam amalan baik.

Allah berfirman: “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Al Ankabut 7).

Abu Dzar berkata: “Setiap jiwa pada setiap hari terbit matahari ada kewajiban bersedekah terhadap dirinya. Aku berkata : wahai Rasulullah dari mana kami bersedekah sedangkan kami tidak mempunyai harta ? Beliau menjawab : karena sesungguhnya diantara pintu sedekah adalah takbir, tasbih dan tahmid.. menyingkirkan duri, tulang dan batu dari jalanan orang, menuntun orang buta, mengajarkan orang tuli dan bisu hingga mengerti, menunjukkan orang yang meminta petunjuk atas kebutuhannya dan kamu mengetahui tempatnya dan kamu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menolong orang yang membutuhkan, dan membantu dengan sekuat tenagamu menolong orang lemah, semua itu termasuk sedekah darimu untuk dirimu.” (Ahmad 22101).

Semua itu adalah perbuatan baik dan semisalnya bila kita berlomba-lomba didalamnya, dan hendaknya kita jangan meremehkannya atau tidak mempedulikan balasannya. Allah berfirman: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.” (Az Zalzalah 7)

Rasulullah telah mengarahkan kita untuk berinvestasi dalam melakukan perbuatan baik. Pintu kebaikan itu beragam di antaranya membaca Al Quran, berdzikir, shalat sunnah, bersedekah dengan makanan yang melebihi kebutuhan, berpuasa tiga hari setiap bulannya, berlaku baik dengan tetangga, bersilaturrahim, menjenguk orang sakit, membantu orang-orang yang membutuhkan, menafkahi anak yatim, memberi makan orang yang lapar, melindungi para janda, berdoa untuk semua kaum muslimin di belakang mereka dan banyak lagi lainnya. Maka berlomba-lombalah melakukan kebaikan. Rasulullah bersabda : ” Setiap muslim harus bersedekah. Dikatakan:  Bagaimana dengan orang yang tidak memiliki harta?. Beliau bersabda: Bekerjalah dengan tangannya sehingga ia bermanfaat bagi dirinya lalu bersedekah. Dikatakan: Bagaimana kalau ia tidak melakukan? Beliau bersabda: Membantu orang yang membutuhkan lagi meminta pertolongan. Dikatakan: Kalau tidak bisa? Beliau bersabda: Hendaklah ia memerintah dengan kebajikan. Dikatakan: bagaimana kalau ia tidak melakukan ? Beliau bersabda: mencegah dari keburukan karena sesungguhnya itu berpahala sedekah. (Muttafaq alaih, lafal hadits An Nasai 2538).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: