Tujuan Hidup Seorang Muslim

 وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِـغَاءَ مَرْضَاةِ اللهِ وَاللهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

“Dan di an­tara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Pe­nyan­tun kepada hamba-hamba-Nya” (QS. Al-Baqarah : 207)

Ikhwani fiddin wa akhawati fillah, pernahkan Anda merumuskan apa yang dicari dalam hidup ini? Ada orang yang sepanjang hidupnya bekerja keras mengumpulkan uang, tetapi untuk apa uang itu baru dipikirkan setelah uang terkumpul, bukan dirumuskan ketika memutuskan untuk mengumpulkannya. Kebanyakan orang sekedar menjalani hidupnya, mengikuti arus ke­hidup­an, terkadang berani melawan arus, dan menyesuaikan diri, tetapi apa yang dicari dalam melawan arus, menyesuaikan diri dengan arus atau dalam pasrah total kepada arus, tidak pernah dipikirkan dan ditentukan se­ca­ra serius.

Ada orang yang ketika mengeluarkan uang tidak sempat menentukan tujuannya, sehingga harta­nya terhambur-ham­bur tanpa arti. Inilah model orang yang iseng, tidak punya tujuan hidup. Padahal secara naluriah ketika melakukan sesuatu seseorang selalu mempunyai tuju­an. Misalnya jika ingin menjadi engineer dia masuk fakultas teknik, bila ingin menjadi dokter maka ia ma­suk fakultas kedokteran, bila ingin jadi ahli ekonomi maka masuk fakultas ekonomi, dan bila ingin menjadi pe­mim­pin atau wakil rakyat maka ia harus melakukan manuver politik mencari legitimasi dari masyarakat.

Menurut ajaran Islam, tujuan hidup manusia ialah untuk menggapai ridha Allah subhanahu wata’ala.  Ridha artinya senang, artinya segala pertimbangan tentang tujuan hidup seorang muslim, terpulang kepada apakah yang kita lakukan dan apa yang kita gapai itu sesuatu yang disukai Allah SWT atau tidak. Jika kita berusaha memperoleh ridha-Nya, maka apapun yang diberikan Allah kepada kita, kita akan mene­ri­ma­­­nya dengan ridha pula.

Kita bisa mengetahui sesuatu itu diridhai atau tidak oleh Allah. Tolok ukur pertama adalah syariat atau atu­r­an agama. Sesuatu yang diharamkan Allah pasti tidak diridhai dan sesuatu yang halal tentu diridhai atau sekura­ng­ -kurang­nya tidak dilarang. Selanjutnya nilai-nilai akhlak akan menjadi tolok ukur tentang kesempurnaan, misal­nya memberi kepada orang yang meminta karena kebutuhan adalah sesuatu yang diridhai-Nya dan tidak memberi itu tidak berdosa tetapi kurang disukai.

Indikator ridha Allah juga dapat dilihat dari dimensi horizontal. Nabi bersabda “Ridha Allah ada bersama ridha kedua orang tua, dan murka Allah ada bersama murka kedua orang tua”. Semangat untuk mencari ridha Allah sudah barang tentu hanya dimiliki orang-orang yang beriman, sedang­kan bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan, tidak mengenal agama, maka boleh jadi pandangan hidupnya dan perilakunya sesat, tetapi mungkin juga pandangan hidupnya mendekati pandangan hidup orang yang minus beragama, karena setiap manusia memiliki akal yang bisa berfikir logis dan hati yang di dalamnya ada nilai kebaikan.

Metode untuk mengetahui ridha Allah juga diajarkan oleh Nabi dengan cara bertanya kepada hati sendiri, istifti qalbaka. Orang bisa berdusta kepada orang lain, tetapi tidak kepada hati sendiri. Hanya saja hati orang berbeda-beda. Hati yang gelap, hati yang kosong, dan hati yang mati tidak bisa ditanya. Hati juga kadang-kadang tidak konsisten, oleh karena itu pertanyaan paling tepat kepada hati nurani. Nurani berasal arti kata nur, cahaya. Orang yang nuraninya hidup maka ia selalu menyambung dengan ridha Tuhan. Problem hati nurani adalah cahaya nurani sering tertutup oleh keserakahan, egoisme, dan kemaksiatan.

One response to this post.

  1. I\’ve provide study the entire blogg and even I truly received the Idea of Your entire great blogg and even As I come with before now book mark it directly onto via internet saved web site and will see it in the near future🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: