Agar Anak Anda Tertular “Virus” Membaca

Orangtua sebenarnya telah memiliki bahan utama untuk mulai menularkan ‘virus’ membaca. Orangtua mencintai anak-anaknya, dan anak-anak senang dicintai. Inilah intinya! Cinta adalah fondasi utamanya. Jika kita ingin anak-anak gemar membaca, kita harus menanamkan kecintaan terhadap buku. Guru di sekolah memang bisa mengajarkan anak membaca, namun orangtua tetaplah orang yang paling tepat untuk menumbuhkan minat membaca anak. Orangtua dapat menumbuhkan keasyikan membaca setiap harinya.

Membacakan atau membaca bersama anak adalah sebuah ungkapan cinta. Jennings dalam buku ini membagikan tips-tips dan pandangan-pandangan baru agar para orangtua bisa menularkan virus membaca bagi anak-anaknya. Beberapa tips yang terdapat dalam buku ini antara lain adalah membacakan buku untuk anak. Menurut Jennings momen-momen ketika orangtua membacakan buku bagi anak-anak adalah salah satu hal yang paling berharga yang dapat kita lakukan bagi mereka. Manfaatnya akan sangat besar karena hal ini akan menciptakan hubungan cinta antara orangtua dan anak. Ungkapan cinta ini akan membentuk asosiasi antara anak dan buku.

Kata buku akan membangkitkan kebahagiaan. Meraba, melihat, dan mencium bau buku selamanya terkait dengan kehangatan, rasa aman, dan cinta. Anda telah menyemaikan hubungan cinta sepanjang hayat antara anak dan membaca. Anak akan merasa rindu jika dalam sehari ia tidak membaca buku. Selain itu membacakan buku pada anak tidak hanya membangkitkan kecintaan terhadap buku, melainkan membiasakan bahasa mereka dengan bahasa buku, sehingga kelak anak-anak akan siap dengan struktur kalimat sebuah buku jika ia bisa membaca sendiri.

Salah satu bagian paling menarik dalam buku ini adalah uraian mengenai membaca makna. Jennings menyarankan agar para orangtua tak perlu memaksakan anaknya yang sudah bisa membaca untuk berusaha keras membaca kata per kata, terutama pada kata-kata yang sulit. Misalnya kata margarin pada kalimat “Anak itu mengoleskan margarin dan menaburkan gula pada sepotong roti” adalah kata yang sulit dibaca, dan anak mungkin membuat kesalahan dengan menyebutnya mentega.

Masih banyak hal-hal menarik dalam buku ini. Jennings tidak hanya memberikan teknik-teknik membaca pada anak-anak, namun ia juga menekankan pentingnya orangtua agar bisa menularkan rasa cinta, rasa asyik, dan menciptakan sikap kerajingan membaca, karena teknik membaca saja tidak bisa menularkan rasa cinta membaca pada anak-anak. Selain itu pendekatan-pendekatan baru juga akan kita temui dalam buku ini sehingga para orangtua akan diajak untuk memilih dan merancang pendekatan-pendekatan apa yang yang akan dilakukannya untuk membangkitkan minat baca pada anak-anaknya sejak dini.

 

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: