Tahun Baru Hijriyah

Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 1431 hijriyah dan akan memasuki tahun baru 1432 hijriyah. Sebagian kaum muslimin merayaan tahun baru Islam tersebut dengan bertukar ucapan selamat satu sama lain. Tapi tahukah Anda bagaimana ucapan selamat tahun baru hijriyah itu dilihat dari sisi syar’i?  Berikut adalah kutipan beberapa fatwa ulama.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz pernah ditanya, “Pada permulaan tahun baru hijriyah sebagian orang saling bertukar ucapan selamat tahun baru dengan ucapan Setiap tahun semoga anda dalam kebaikan. Maka apa hukum syar’i terkait ucapan selamat ini?

Syaikh Bin Baz menjawab, “Ucapan  selamat tahun baru hijriyah kami tidak mengetahui dasarnya dari para Salafus Shalih, dan saya tidak mengetahui satupun dalil dari sunnah maupun Kitabullah yang menunjukkan pensyariatannya. Jika dia mengatakan Setiap tahun semoga Anda dalam kebaikan maka tidak mengapa kamu menjawabnya Semoga Anda seperti itu juga, kami memohon kepada Allah bagi kami dan bagimu setiap kebaikan, atau semacamnya. Adapun untuk memulainya, maka saya tidak mengetahui dasarnya.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya mengenai ucapan selamat tahun baru hijriyah dengan pertanyaan berikut. “Apa hukum mengucapkan selamat tahun baru hijriyah? Dan apa kewajiban kita kepada orang yang mengucapkan selamat tahun baru hijriyah kepada kita?

Syaikh Utsaimin menjawab, “Jika seseorang mengucapkan selamat kepadamu maka jawablah, tapi jangan kamu memulainya. Inilah pendapat yang benar dalam masalah ini. Seandainya seseorang mengucapkan mengucapkan selamat tahun baru kepadamu, maka jawablah Semoga Allah menyampaikan selamat kebaikan untukmu dan menjadikannya tahun kebaikan dan keberkahan.

Tetapi ingat jangan kamu memulainya, karena saya tidak mengetahui adanya riwayat dari para Salafus Shalih bahwa mereka dahulu mengucapkan selamat tahun baru hijriyah. Bahkan para Salaf belum menjadikan bulan Muharram sebagai awal tahun baru kecuali pada masa khilafah Umar bin Khatthab radhiyallahu anhu.

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan pernah ditanya,  “Kebanyakan manusia saling mengucapan selamat tahun baru hijriyah. Apa hukum ucapan selamat tahun baru hijriyah, misalnya: ‘Semoga menjadi tahun bahagia,’ atau ucapan: ‘Semoga kalian setiap tahun dalam kebaikan.’ Apakah ucapan ini disyariatkan?”

Syaikh Shalih bin Fauzan menjawab, ”Ini adalah bid’ah. Ini menyerupai ucapan selamat orang-orang Kristen dengan tahun baru Masehi, dan ini sesuatu yang tidak pernah dilakukan para Salaf. Selain itu, tahun baru hijriyah adalah istilah para shahabat radhiyallahu anhum untuk penanggalan muamalat saja. Mereka tidak menganggapnya sebagai hari raya dan mereka mengucapkan selamat atasnya karena ini tidak ada dasarnya. Para shahabat menjadikan tahun hijriyah untuk penanggalan muamalat dan mengatur muamalat saja”.

Syaikh Abdul Karim Al-Khidhir berkata, “Doa kepada sesama muslim dengan doa umum yang lafalnya tidak diyakini sebagai ibadah dalam beberapa peringatan seperti hari-hari raya tidak mengapa, apalagi apabila maksud dari ucapan selamat ini untuk menumbuhkan kasih sayang, menampakkan kegembiraan dan keceriaan pada wajah muslim lain.”

Imam Ahmad berkata, “Aku tidak memulai ucapan selamat, tapi jika seseorang memulai dengan ucapan selamat maka aku suka menjawabnya karena menjawab ucapan selamat itu wajib. Adapun memulai ucapan selamat tidak ada sunnah yang diperintahkan dan juga bukan termasuk perkara yang dilarang.”

Dari beberapa fatwa di atas dapat dipahami bahwa sebagian ulama besar membolehkan menjawab ucapan selamat saja tidak untuk memulainya, namun tidak menganggapnya perkara bid’ah yang besar karena itu adalah adat kebiasaan, bukan diyakini sebagai ibadah yang disyariatkan.

Sebaiknya kita menjelaskan bahwa hal itu tidak ada dasarnya sehingga mereka tidak berlebih-lebihan dalam ucapan selamat tahun baru hijriyah. Karena hal itu dikhawatirkan bisa terjatuh dalam perkara bid’ah dan menyerupai kaum Nasrani sebagaimana fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan. Wallahu a’lam bis-shawab.

Sumber

One response to this post.

  1. Tetap menulis di blog pak. Saya personally merasakan manfaat yang besar juga, khususnya ketika banyak orang memperkenalkan diri dan mengajak diskusi tentang topik yang dibahas di blog.

    Kun

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: