When It Snows

Hari ini bulan Desember. Konon katanya, pada bulan ini di belahan bumi utara sedang musim dingin. Kata orang pula, di kala musim dingin itu, salju turun dengan indahnya. Terinspirasi oleh sebuah puisi tentang sepasang kekasih yang memandang salju turun dari sebuah jendela, saya jadi pingin menampilkan suasana bersalju di blog saya. Oleh karena itu, saya mencoba untuk menghias blog saya agar bisa mengeluarkan efek hujan salju.

Pernah terlintas dalam pikiran Anda mengapa salju putih? Kalau dilihat dari warna air yang bening, seharusnya salju berwarna bening juga kan? Untuk memahami masalah seperti ini, kita seharusnya paham dulu mengenai prinsip di balik warna-warna benda yang berada di dunia ini. Cahaya matahari sebenarnya terdiri dari berbagai macam frekuensi cahaya. Mata manusia sendiri mendeteksi perbedaan frekuensi cahaya menjadi warna yang berbeda.

Perbedaan warna antar benda disebabkan oleh atom dan molekul yang membentuk benda tersebut punya getaran frekuensi yang berbeda. Pada dasarnya, elektron dari partikel benda akan bergetar karena adanya energi tergantung frekuensi energi tersebut.

Dalam kasus energi cahaya, molekul dan atomnya menyerap sejumlah energi cahaya tergantung frekuensi cahaya tersebut dan dikeluarkan sebagai panas. Artinya objek atau benda akan menyerap frekuensi tertentu dari cahaya lebih dari objek lain.

Coba perhatikan es balok. Es tidak bersifat transparan tapi translucent. Artinya, energi photon cahaya tidak dapat menembus es dengan lurus sebab partikel material es membuat cahaya belok. Ini disebabkan karena jarak antar atom dalam struktur molekul es lebih dekat dengan tinggi panjang gelombang cahaya, membuat cahaya photon berinteraksi dengan struktur es. Hasilnya jalan cahaya photon akan berbelok dan mengarah ke arah lain.

Salju merupakan gumpalan yang terdiri dari gabungan kristal-kristal es. Ketika cahaya photon masuk lapisan salju, sinar akan masuk melalui salju bagian atas. Seterusnya, cahaya akan berbelok sedikit dan menuju kristal es lain. Proses ini berjalan terus. Semua sinar yang dating akan terus dibelokkan. Sehingga semua warna sinar akan terus dibelokkan pada arah yang sama. Gabungan warna-warna spectrum cahaya ini akan memantulkan warna putih. Makanya warna salju akan putih, berbeda dengan warna kristal-kristal es yang bening.

One response to this post.

  1. thanks infonya…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: