Cinta yang Menyembuhkan

Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggentarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana.

Kalimat di atas dikutip dari terjemahan kitab Al Hikam yang ditulis oleh Ibnu Athaillah As-Sakandari. Sebuah kalimat yang memberikan solusi tuntas bagi hati yang sedang merana karena cinta.

Andai bisa curhat langsung dengan al mu’alif, mungkin beliau akan menatap dengan tersenyum dan berkata, “Wahai anakku, jika hatimu miskin cinta dan rindu kepada Allah, kau akan dijajah oleh cinta dan rindu kepada yang lain. Mencintai makhluk itu akan menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga akan mengalami perpisahan. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan. Tak akan ada yang merebut Allah yang kau cintai itu dari hatimu. Jika kau hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah dengan-Nya. Allah akan setia menyertaimu. ”

Dan lirih ia menutup nasihatnya dengan kalimat, “Katahuilah anakku, cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: