Tentang Hati

Ketika kita berbicara tentang hati, maka yang terkesan adalah perasaan, kelembutan dan keindahan. Lebih jauhnya lagi, disana ada cinta yang selalu menjadi tema  yang menyelimuti umat manusia dalam setiap kehidupan dalam arti yang luas. Namun ketika terjadi pada hati itu sebuah noda, maka menjadi gelaplah dunia, sesatlah langkah manusia, dan tecemarlah segala rasa cinta itu.

 

Banyak sekali pembahasan mengenai hati ini, tetapi sebaik-baik penuturan dan penjelasan adalah Alquran dan Hadis, untuk itu dalam kesempatan ini yang dibahas adalah hati dari sisi islami. Dalam Islam, hati disebut qalb, dimana qalb ini mempunyai dua makna: qalb dalam bentuk fisik dan qalb dalam bentuk ruh. Dalam arti fisik, qalb dapat kita artikan sebagai “jantung”.

 

Kaitannya dengan ini, Nabi bersabda, “Di dalam tubuh itu ada mudghah, ada satu daging; yang apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, mudghah tersebut adalah qalb.” Secara umum, orang menerjemahkan qalb sebagai “hati”, sehingga ada ungkapan “Kalau hati kita ini bersih, maka seluruh tubuh kita akan bersih”. Padahal yang dimaksud disini adalah hati dalam bentuk jasmani, karena Nabi menyebutnya segumpal daging.

Ada seorang penulis dari Mesir yang yang menulis tentang kedokteran islam, dia merujuk hadis ini untuk menunjukkan peran jantung dalam seluruh mekanisme tubuh kita. Bagaimana kalau jantung kita mengalami gangguan? Apakah yang akan segera terjadi pada bagian tubuh yang lain, dan bagaimana pula kalau jantung kita ini baik, maka apakah yang akan terjadi pda seluruh bagian tubuh ini? Itulah yang dimaksud oleh Rasulullah Saw bahwa di dalam tubuh kita ada segumpal daging, yang apabila yang apabila daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh itu.

Selain itu, ada juga hati dalam arti kekuatan ruhaniah yang mampu melakukan pengideraan. Indera adalah memahami, memersepsi, dan mencerapi. Seperti misalnya perasaan sedih dan gembira. Dan yang berpikir dan yang merenungkan itu kekuatan batin kita yang disebut qalb, yang dalam bahasa Indonesia ini disebut “hati”. Sehingga kalau ada sebutan “hatinya hancur”, maka yang dimaksud bukan jantungnya (secara fisik) yang hancur, melainkan ada bagian dari jiwa orang itu yang hancur.

Ketika Rasulullah mengatakan “ada segumpal daging dalam tubuh” Rasulullah melambangkan peran hati dalam kesehatan jiwa. Sebagaimana jantung memegang peranan dalam kesehatan tubuh, maka begitupula hati. Ia memegang peranan penting dalam kesehatan ruhani kita. Kalau hati kita rusak, maka seluruh ruhani akan rusak, tetapi kalau hati kita baik, maka seluruh ruhani kita akan baik.

Dalam sebuah hadis lain Rasulullah juga  menerangkan bahwa, “hati ini (karena sifat berubah-ubahnya) bagaikan selembar bulu dipadang pasir yang bergantung pada akar pepohonan kemudian dibolak-balik oleh angin dari atas kebawah” (kanzul-‘ummal hadis nomor ke-1210). Apa yang beliau gambarkan dari hadis ini? bahwa hati ini seperti bulu yang tegantung diatas pohon yang ditiup angin, beliau mengingatkan agar kita berhati-hati menghadapi perubahan itu. karena itu, ada doa yang diajarkan nabi untuk mengukuhkan hati, yaitu “teguhkanlah hatiku dalam agamamu”.

Kaitannya dengan amal manusia, dalam hal ini Allah menghukum bukan hanya amal lahiriah berupa perbuatan yang jelek saja, tetapi juga niat yang jelek yang tersembunyi dalam hati sebagaimana Al-Quran mengatakan:

“Allah menghukum kamu dengan apa yang dilakukan oleh hati kamu”.(Q.S.Al-Baqarah [2] : 225).Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati kamu akan dimintai pertanggungjawaban (Q.S. Al-Israa [17] : 36).

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala apa yang mereka sembunyikan. (Q.S. Albaqarah [2] : 77).

Ini berarti bahwa niat yang ada dalam hati akan dimintai pertanggungjawaban dan dihitung oleh Allah Swt. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan niat itu. Ayat Al-Quran di atas membantah pendapat ulama yang mengatakan bahwa niat jelek itu tidak berdosa kecuali dilakukan. Yang benar adalah jika terbetik niat jelek, segeralah istighfar mohon ampunan dari Allah yang Maha Mengetahui isi hati manusia.

Disebutkan pula dalam hadits lain, bahwa hati itu ada tiga macam. Pertama hati yang terbalik, yakni hati yang tidak bisa menampung kebaikan sedikitpun dan itu adalah orang-orang kafir. Kedua hati yang di dalamnya ada noda hitam, di dalamnya bertarung antara kebaikan dan kejahatan. Kalau salah satu kuat, maka yang kuat itulah yang menang. Ketiga hati yang terbuka yang di dalamnya ada lampu yang bersinar-sinar sampai hari kiamat. Itulah hati orang mukmin.

“Kami jadikan baginya cahaya, yang dengan cahaya itu dia berjalan ditengah-tengah umat manusia”. (Q.S. Al-An’am [6] : 122).

Demikian adalah beberapa ayat Al-Quran dan hadits Rasulullah mengenai hati. Semoga saja kita termasuk kedalam orang yang sebaik-baik memiliki hati yang paling bisa menyimpan segala kebaikan. Aamiin

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: