The Lost Symbol

the-lost-symbol

Dalam suasana hati tak menentu buku setebal lebih dari 700 halaman akhirnya selesai saya lahap.  Tidak dengan rakus, tetapi dengan perlahan.  Saya simak baik-baik kalimat-kalimat penting di dalamnya. Mulai dari bagian awal, Dan Brown sudah menyeret saya melintasi pemikiran-pemikiran hebat, fakta sejarah, fakta ilmiah, bahkan fakta berbau mistis.  Misalnya saja saya baru tahu kalau alkohol itu berasal dari kata Arab al-kuhl. Atau pernyataan seperti ini:  “Para alkemis kuno membanting tulang dengan sia-sia untuk mengubah timah menjadi emas, tanpa pernah menyadari bahwa timah-menjadi-emas hanyalah sebuah metafora untuk menggali potensi manusia yang sesungguhnya, yaitu mengubah pikiran tidak berpengetahuan menjadi pintar dan tercerahkan” yang diucapkan Robert Langdon, sang simbolog, ketika diminta mencari portal mistis menuju sebuah Misteri Kuno.  Langdon sangat yakin kalau portal itu hanyalah metafora belaka (belakangan Langdon harus menemukan fakta sebaliknya tentang portal tersebut).

Meski novel ini bercerita tentang pencarian portal kuno berdasarkan sejumlah petunjuk, simbol-simbol, dan cerita, banyak hal lain dipaparkan Dan Brown menyangkut teknologi canggih hingga ilmu ketuhanan.  The Lost Symbol juga dengan terang-terangan memperkenalkan ilmu baru bernama noetic yang disebut Katherine sebagai  “ilmu yang mungkin baru, tapi sesungguhnya ilmu pengetahuan tertua di dunia–studi mengenai pikiran manusia”  Anehnya, meskipun Katherine menggunakan fasilitas laboratorium dengan teknologi canggih untuk studinya, ia tetap memberikan pujian kepada teknologi masa lalu, “Nenek moyang kita sesungguhnya memahami pikiran secara lebih mendalam daripada kita saat ini.

Yang juga mencuri perhatian saya adalah ketika Katherine Solomon berdikusi dengan seorang pendeta tentang kekuatan doa.

“Saya sadari”, ujar Katherine, “bahwa pengobatan modern mengolok-olok dukun dan penyembuh, tapi saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri.  Kamera saya jelas memotret lelaki ini sedang mentransmisikan medan energi yang besar dari ujung-ujung jari tangannya … dan secara harfiah mengubah susunan sel pasiennya.  Jika itu bukan kekuatan seperti-tuhan, saya tidak tahu lagi.”

Terakhir Katherine lagi-lagi menjelaskan kekunoan noetic.
“Kami telah membuktikan secara ilmiah, bahwa kekuatan pikiran manusia berkembang secara eksponensial dengan jumlah benak yang memikirkan pikiran itu. Dua kepala lebih baik daripada satu kepala, tetapi dua kepala tidaklah dua kali lebih baik, melainkan jauh, jauh,  lebih baik.  Benak ganda yang bekerja secara serempak akan memperbesar efek pikiran secara eksponensial. Itulah kekuatan yang terdapat dalam kelompok-kelompok doa, lingkaran-lingkaran penyembuhan, dan beribadah bersama-sama.  Gagasan kesadaran universal  bukanlah konsep New Age.  Itu kenyataan ilmiah mendasar yang sesungguhnya.”  Yang terpikirkan dalam kepala saya adalah shalat berjamaah.  Mungkin ini penjelasan ilmiah untuk shalat berjamaah, dan mengapa Allah menyebut ada pahala yang lebih banyak.

Tentang cerita The Lost Symbol sendiri membuat jantung saya berdentam-dentam (seperti juga perasaan Peter Solomon, Robert Langdon, Katherine Solomon, dan beberapa pemeran utama novel ini).  Rasanya saya belum pernah menemukan kata berdentam-dentam selain dari novel yang diterjemahkan dengan baik ini. Robert Langdon yang menaburkan ilmunya, Katherine Solomon yang membagikan kebajikan, dan Peter Solomon yang meyakinkan kepastian-kepastian, bukanlah sosok-sosok yang harus diacungi jempol, sang penulis itu sendirilah yang layak mendapatkannya.  Dan Brown, mantan guru dan musisi yang beralih menjadi penulis profesional membuktikan kesaktiannya sebagai pencerita hebat. Tokoh antagonis akhirnya terkalahkan dalam sebuah adegan dramatis. Alur cerita berlompatan menyisakan ketetegangan berlanjut kelegaan adalah hal paling menyenangkan ketika membaca novel yang semula akan diberi judul The Solomon Key ini.  Ending yang bersinar indah (memang begitulah adanya), menyisakan perasaan meluap-luap.  Saya tidak mau membocorkan lebih banyak tentang buku ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: