Tirai Mahabbah

Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir tapi berkasih sayang sesama mereka. (QS Al-Fath 29)

Banyak kebersamaan yang hancur akibat perselisihan dan pertikaian antar sesama muslim. Bahkan, persahabatan atau pernikahan yang hanya lingkup kecil dari kebersamaan terkadang berakhir dengan perpisahan dan perceraian. Coba lihat kehidupan orang kafir, di antara mereka saja bisa saling melindungi. Lalu mengapa di antara sesama muslim masih terjadi pertentangan dan permusuhan?

Kebersamaan tidak bersifat material, tapi merupakan dimensitas perasaan antar sesama yang hanya bisa disentuh oleh kasih sayang.  Walaupun sebagian muslim telah menyadari bahwa antara orang Islam itu bersaudara, tapi mereka belum mengerti hakikat persaudaraan dalam Islam. Maka penting sekali untuk mengetahui bagaimana tips menjalin kasih sayang dalam persaudaraan sesama muslim.

Pertama, sesama muslim tidak mencela dan mencibir saudaranya ketika melihat kelemahan dan kekurangannya. Ali bin Abu Thalib berkata, “Jangan engkau bersedih karena ucapan-ucapan orang yang dilontarkan tentangmu, karena jika yang mereka katakan itu benar, itu adalah hukuman yang dilaksanakan di dunia sebagai pengganti di akhirat nanti atas perbuatanmu yang salah di dunia ini. Dan jika yang mereka katakan itu tidak benar, maka itu adalah sebuah pahala yang engkau peroleh tanpa engkau mengusahakannya.”

Kedua, terhadap sesama muslim hendaklah saling berendah hati, bersabar dan memaafkan kesalahan dan kekhilafan saudaranya. Adapun jika berbuat salah maka seorang muslim harus berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf atasnya. Bila merasa malu untuk meminta maaf secara langsung, maka mintalah bantuan kepada saudara yang lainnya untuk menyampaikan permintaan maaf kita atau melalui surat.

Ketiga, sesama muslim tidak memuji saudaranya ketika melihat kelebihan yang dimiliki oleh saudaranya itu. Suka memuji pada saudara sendiri bukanlah sebuah ungkapan kasih sayang sejati, karena hal itu akan membuat dirinya ujub dan sombong. Perbuatan ini sungguh dibenci Rasulullah dan para sahabatnya.

Keempat, sesama muslim saling menolong saudaranya ketika terperosok ke dalam perbuatan dosa. Ketika menolong atau memberi nasehat janganlah di depan umum. Karena akan membuat dirinya enggan menerima nasehat akibat dipermalukan, walaupun dia tahu nasehat itu benar. Hormatilah dirinya di depan umum dan tegurlah dia di kala sendirian.

Kelima, balaslah perbuatan baik dengan yang lebih baik. Seringlah memberikan hadiah kepada saudara kita, karena akan menimbulkan kecintaan dan menghilangkan kedengkian serta kejengkelan di hati. Jika saudara kita memberi hadiah, maka janganlah menolaknya walaupun kita sudah memiliki yang labih baik dari pada apa yang dia hadiahkan. Hal ini demi menghargai niat baik dan menjaga hatinya.

Keenam, berhati-hatilah ketika timbul keinginan untuk memiliki sesuatu begitu kuat. Jika yang mendapatkannya saudara kita, maka biasanya perasaan iri dan dengki padanya akan muncul, “Mengapa yang mendapat dia bukan saya?” Ingatlah semua itu yang membagi adalah Allah. Jika kita menyandarkan diri kepada apa yang Allah pilihkan, maka tidak akan pernah mengharap apa yang tidak Allah pilihkan bagi kita.

Ketujuh, tetaplah berprasangka baik kepada saudara seiman, hingga datang kepada kita suatu berita atau bukti yang mengubah prasangka itu. Janganlah kita ikut menyebarkan suatu berita, sementara kita sendiri belum yakin akan kebenarannya. Berusahalah menjaga lidah kecuali untuk segala hal yang baik, dengan demikian kita dapat mengalahkan syaitan.

Kedelapan, sesama muslim saling menutupi aib saudaranya. Jika melihat atau mendengar saudara sesama muslim sedang menggunjing saudara muslim yang lain, maka hentikanlah perbuatannya. Rasulullah memberi kabar gembira kepada orang yang mau membela saudaranya yang sedang digunjing, “Barangsiapa yang membela saudaranya yang sedang digunjingkan, maka orang itu berhak dibebaskan oleh Allah dari neraka” (HR. Ahmad).

Kesembilan, tiada bentuk ikatan persaudaraan yang lebih kuat daripada ikatan yang dirajut dari benang cinta dan benci karena Allah semata. Jika dalam hati kita terdapat perasaan benci atau suka kepada seseorang, maka kembalikan segala sesuatunya kepada tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Jika amal perbuatannya dipuji dalam Al-Quran dan As-Sunnah, maka kasih sayangilah dia. Sebaliknya jika perilakunya dibenci dalam Al-Quran dan As-Sunnah, maka jauhilah untuk sementara waktu hingga dia memperbaiki perilakunya. Hal ini agar kita tidak membenci dan menyukai seseorang dengan hawa nafsu, karena hawa nafsu itu akan menyesatkan kita dari jalan Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: