Persepsi

Semua informasi yang kita miliki tentang dunia tempat kita hidup disampaikan kepada kita melalui lima indra kita. Dunia yang kita ketahui terdiri atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, dicium hidung, dikecap lidah dan diraba tangan kita. Kita tidak pernah berpikir bahwa dunia luar mungkin berbeda dengan apa yang disampaikan indra kepada kita, karena kita telah bergantung dan sangat percaya kepada kelima indra tersebut sejak lahir.

Akan tetapi, penelitian mutakhir dalam bidang ilmu fisika dan kedokteran menunjukkan fakta yang sangat berbeda dan menimbulkan keraguan serius tentang indra kita serta dunia yang kita pahami dengannya. Titik awal pendekatan ini adalah bahwa gagasan dunia luar yang terbentuk dalam otak kita hanya sebuah persepsi yang diciptakan oleh sinyal-sinyal listrik.

Sepanjang hidup kita, sinyal-sinyal ini diproses oleh otak dan kita hidup tanpa menyadari bahwa kita telah keliru menganggap sinyal-sinyal tersebut sebagai wujud asli objek-objek yang berada di dunia luar. Kita telah terpedaya karena kita tidak pernah dapat menjangkau materi itu sendiri dengan indra kita.

Kita tidak mungkin menjangkau dunia fisik. Semua objek di sekeliling kita adalah kumpulan persepsi dari penglihatan, pendengaran, penciuman dan sentuhan. Dengan mengolah data di pusat penglihatan dan di pusat-pusat sensoris lain, seumur hidup otak kita berhadapan bukan dengan materi “asli” yang ada di luar kita, melainkan dengan tiruan yang terbentuk di dalam otak. Pada titik inilah kita keliru mengasumsikan bahwa tiruan-tiruan ini adalah materi-materi sejati di luar kita.

Kita mudah tertipu, mempercayai suatu persepsi walaupun dalam kenyataannya tidak ada materi yang berkaitan dengannya. Kita mungkin pernah mengalami perasaan sedih, takut  atau bahagia dalam mimpi. Dalam mimpi, kita mengalami kejadian, melihat orang, objek dan lingkungan yang tampak nyata. Tetapi semuanya hanya persepsi, sama seperti ketika kita mengalami kejadian yang kita anggap sebenarnya. Jadi, tidak ada perbedaan mendasar antara mimpi dan dunia nyata: keduanya dialami dalam otak.

Frederick Vester menjelaskan apa yang telah dicapai ilmu pengetahuan tentang hal ini: Pernyataan-pernyataan beberapa ilmuwan bahwa “manusia adalah sebuah citra, segala sesuatu yang dialaminya bersifat sementara dan menipu, dan alam semesta ini adalah bayangan”, tampaknya dibuktikan oleh ilmu pengetahuan mutakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: