Dunia di dalam mimpi

dunia mimpi

Pada umumnya manusia menganggap bahwa realitas adalah semua yang dapat disentuh dengan tangan dan dilihat dengan mata. Di dalam mimpi, Anda juga dapat “menyentuh dengan tangan dan melihat dengan mata Anda”, namun dalam kenyataan, Anda tidak memiliki tangan dan mata, juga tidak ada yang dapat disentuh atau dilihat. Tidak ada realitas material yang membuat hal ini terjadi kecuali otak Anda. Anda telah tertipu oleh mimpi.

Apakah yang memisahkan kehidupan nyata dengan mimpi? Pada dasarnya kedua bentuk kehidupan tersebut terjadi di dalam otak. Jika kita dengan mudah dapat hidup dalam dunia tak nyata selama bermimpi, hal yang sama dapat terjadi di dunia yang kita diami. Ketika kita terbangun dari sebuah mimpi, tidak ada alasan logis untuk tidak berpikir bahwa kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang kita sebut “kehidupan nyata”.

Anggapan kita bahwa mimpi adalah khayalan dan dunia sadar adalah dunia sesungguhnya merupakan kebiasaan dan praduga. Jadi bisa saja kita dibangunkan dari kehidupan di bumi — yang kita anggap tempat kita hidup sekarang — sebagaimana kita dibangunkan dari sebuah mimpi.

Semua informasi yang kita miliki tentang dunia tempat kita hidup disampaikan kepada kita melalui lima indra kita. Dunia yang kita ketahui terdiri atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, dicium hidung, dikecap lidah dan diraba tangan kita. Kita tak pernah berpikir bahwa dunia luar mungkin berbeda dengan apa yang disampaikan indra kepada kita, karena kita telah bergantung dan sangat percaya kepada kelima indra tersebut sejak lahir.

Akan tetapi, penelitian modern dalam bidang ilmu fisika dan kedokteran menunjukkan fakta yang sangat berbeda dan menimbulkan keraguan serius tentang indra kita serta dunia yang kita pahami dengannya. Titik awal pendekatan ini adalah bahwa gagasan dunia luar yang terbentuk dalam otak kita hanya sebuah persepsi yang diciptakan oleh sinyal-sinyal elektris.

Seseorang yang memakan buah pada hakikatnya tidak berhadapan dengan buah yang sebenarnya tetapi dengan persepsi tentang buah dalam otak. Objek yang dianggap sebagai buah oleh orang tersebut sebenarnya terdiri atas kesan-kesan elektris di dalam otak mengenai bentuk, rasa, bau dan tekstur buah. Jika saraf penglihatan yang terhubung ke otak tiba-tiba rusak, citra buah akan hilang secara tiba-tiba. Putusnya saraf yang menghubungkan sensor-sensor di hidung dengan otak akan mengganggu proses penciuman. Singkatnya, buah hanyalah interpretasi sinyal-sinyal listrik oleh otak.

Fakta ilmiah telah membuktikan hidup di dunia saat ini tak ada bedanya dengan mimpi. Dalam mimpi, kita mengalami kejadian, melihat orang, objek dan lingkungan yang tampak nyata. Tetapi semuanya hanya persepsi, sama seperti ketika kita mengalami kejadian yang kita anggap sebenarnya. Jadi, tidak ada perbedaan mendasar antara mimpi dan dunia nyata: keduanya dialami dalam otak. Seperti yang pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad: ”Sesungguhnya manusia itu sedang tidur dan ketika mati ia terbangun.”  Sekarang apakah kita akan memilih untuk tetap bermimpi atau bersiap-siap jika sewaktu-waktu ”dibangunkan” dan tak pernah kita ketahui kapan waktunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: