Bagaimana kita Mendengar?

Hal yang berlaku pada mata berlaku pula bagi telinga kita. Suara dikirimkan dalam bentuk sinyal-sinyal listrik ke otak, di mana sinyal-sinyal ini diterjemahkan di pusat pendengaran. Proses mendengar terjadi dengan cara yang sama seperti proses melihat. Telinga luar menangkap suara melalui daun telinga dan membawanya ke telinga bagian tengah; telinga bagian tengah meneruskan dan memperkuat getaran suara ini ke telinga bagian dalam; telinga bagian dalam mengubah getaran suara ini menjadi sinyal-sinyal listrik dan mengirimkannya ke otak.

Seperti halnya mata, tindakan mendengar berakhir di pusat pendengaran dalam otak. Otak kita terisolasi dari suara seperti halnya terisolasi dari cahaya. Oleh karena itu, bagaimanapun gaduhnya di luar, bagian dalam otak sunyi senyap. Meskipun demikian, suara paling lemah pun bisa ditangkap dalam otak. Proses ini sangat presisi sehingga telinga orang sehat mampu mendengarkan suara apa pun tanpa gangguan atau interferensi asmosferik.

Dalam otak yang terisolasi dari suara, kita menangkap alunan musik, kebisingan di tempat ramai dan semua jenis suara dalam rentang frekuensi yang lebar mulai dari desir dedaunan hingga deru pesawat jet. Namun jika pada saat itu tingkat suara dalam otak kita diukur dengan suatu peralatan sensitif, akan didapati bahwa di dalam otak sepenuhnya sunyi.

Sebagai contoh, ketika kamu berpikir bahwa kamu mendengar suara televisi di kamar sebelah, kamu sebenarnya sedang mendengarkan suara tersebut di dalam otakmu. Kamu juga tidak dapat membuktikan bahwa kamar tersebut benar-benar ada di sebelah kamarmu, atau bahwa suara televisi datang dari kamar tersebut.

Baik suara yang kamu pikir datang dari jarak beberapa meter maupun bisikan seseorang di sebelahmu, ditangkap oleh pusat pendengaran yang berukuran hanya beberapa sentimeter persegi di dalam otakmu. Terlepas dari pusat persepsi ini, tidak ada konsep seperti kanan, kiri, depan atau belakang. Jadi suara tidak datang padamu dari kanan, kiri atau dari udara: tidak ada arah dari mana suara tersebut datang. Mulai menarik bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: