Trik Menghadapi Seminar Tugas Akhir

Hari ini tiga-belas-tahun yang lalu merupakan salah satu hari yang paling menegangkan dalam hidup saya. Hari Selasa jam 10 pagi adalah jadwal sidang seminar akhir TA. Bagi mahasiswa yang sudah melewatinya memang hal itu jadi biasa saja. Tapi tidak bagi yang sebentar lagi akan menghadapinya.

Dosen pembimbing saya ketika itu adalah Rahmat Widodo Adi. Beliau telah meninggal dunia sekitar delapan bulan yang lalu, semoga Allah merahmatinya dan mengampuni semua dosanya. Pak Rahmat, adalah seorang Ph.D di bidang Fisika dari Tuft University di US. Selama dibimbing beliau saya mendapat banyak pelajaran berharga yang tak diperoleh ketika beliau memberi kuliah.

Satu hal yang paling saya ingat adalah ketika beliau menunjukkan tips bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri ketika menghadapi sidang. Tipsnya sederhana sekali, susunlah pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan dan rentetan pertanyaan yang menyusulnya, kamudian persiapkan dengan baik jawabannya jauh hari sebelum sidang. Semakin banyak jumlahnya akan semakin bagus.

Ketika menjadi penguji seminar akhir, saya mengamati sedikit sekali mahasiswa yang menguasai dengan baik materi dasar sebuah penelitian. Padahal mereka telah melihat bagaimana teruknya mahasiswa lain menghadapi sidang. Mengapa mereka tak pernah mengambil pelajaran? Dari  pengamatan yang saya lakukan, kebanyakan mahasiswa bersegera melupakan apa yang telah mereka pelajari semester sebelumnya. Bahkan jika bahan ujian tengah semester tidak masuk dalam bahan ujian akhir semester, mereka akan bersegera melupakan materi kuliah sebelum ujian tengah semester itu.

Kebanyakan mahasiswa tidak menyadari bahwa ilmu itu ibarat sebuah konstruksi bangunan, bahwa ilmu itu harus dibangun dengan pondasi yang kuat agar dapat menjulang tinggi ke angkasa. Kemampuan mereka melihat korelasi antara satu mata kuliah dengan mata kuliah yang lain dan kemudian menyusun pemahamannya menjadi bangunan ilmu niscaya akan membuat mereka lebih mudah ketika menghadapi sebuah masalah.

Kembali ke ujian sidang, meski telah menyiapkan jawaban atas puluhan rentetan pertanyaan, tak urung berdiri di depan ruang sidang yang dingin dibawah tatapan mata mengancam dosen penguji membuat saya nervous. Tapi begitu pertanyaan demi pertanyaan dapat dijawab dengan baik, rasa nervous tadi perlahan berubah menjadi rasa percaya diri. Terima kasih Pak Rahmat, terima kasih juga kawan seperjuangan yang membantu membuat daftar pertanyaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: