Lismag Pekan ke-11: Induksi Elektromagnetik

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Pekan lalu kita telah mempelajari cara menghitung medan magnetik yang ditimbulkan oleh arus listrik. Pekan ini kita akan mempelajari cara menghitung arus listrik yang ditimbulkan oleh perubahan medan magnetik.

Setelah mengikuti kuliah pekan ini mahasiswa seharusnya dapat memahami hukum induksi Faraday dan hukum Lenz, serta cara menghitung besar dan arah arus, tegangan dan medan listrik induksi. Materi pekan ini merupakan materi yang paling sulit dan paling penting dalam mata kuliah Lismag ini. Sebelum kuliah sebaiknya kalian baca dan coba pahami bab 30 buku referensi kita khususnya halaman 377-378 tentang arah tge induksi.

Demonstrasi tentang induksi elektromagnetik ini dapat disaksikan di tautan berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=nGQbA2jwkWI.

Adapun handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 11 Induksi Elektromagnetik

Lismag Pekan ke-10: Sumber Medan Magnetik

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Pekan sebelumnya kita telah mempelajari cara menghitung gaya magnetik yang ditimbulkan oleh medan magnetik B yang besarnya diketahui. Pekan ini kita mempelajari cara menghitung besar medan magnetik yang ditimbulkan oleh berbagai sumber medan magnetik.

Sumber-sumber medan magnetik adalah muatan titik yang bergerak, segmen arus dan konduktor berbentuk lurus panjang, simpal lingkaran, solenoida dan toroida yang mengangkut arus.

Ada dua cara menghitung besar medan magnetik, yakni menggunakan hukum Biot-Savart dan hukum Ampere. Hukum Ampere memudahkan penghitungan medan magnetik yang tidak bisa diselesaikan dengan hukum Biot-Savart.

Sedangkan handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 10 Sumber Medan Magnetik

Quiz #2 Lismag

Assalaamu’alaikum. Diberitahukan kepada mahasiswa TE yang mengambil mata kuliah Listrik dan Magnetika, pekan ini (9-13 Mei 2016) kita tidak kuliah karena saya berhalangan mengajar. Meskipun tidak kuliah saya minta kalian manfaatkan waktu kuliah untuk latihan soal dari ebook solusi soal-soal latihan bab Medan dan Gaya Magnetik yang saya berikan pekan lalu.

Untuk memotivasi kalian belajar pekan ini, Quiz Lismag yang kedua insya Allah tetap diadakan pekan depan (16-20 Mei 2016). Sedangkan materi Quiz diambil hanya dari bab Medan dan Gaya Magnetik saja.

Jadi, tugas kalian pekan ini adalah memahami solusi soal-soal latihan bab Medan dan Gaya Magnetik. Caranya mulailah dari soal latihan bab Medan dan Gaya Magnetik di buku terjemahan bahasa Indonesia, kemudian pelajari bagaimana solusinya di buku elektronik mulai dari halaman 940. Jika ada yang kalian tidak paham silakan berdiskusi dengan teman kalian yang sudah mengerti solusinya.

Selamat berlatih, sampai jumpa insya Allah di Quiz Lismag kedua  pekan depan. Wassalaamu’alaikum!

Remember that practice makes perfect. :)

Lismag Pekan ke-9: Medan dan Gaya Magnetik

Assalaamu’alaikum semuanya. UTS telah berlalu, insya Allah sebelum kuliah pekan depan solusinya akan dibahas di kelas. Jika materi kuliah dari pertemuan pertama sampai pekan lalu membahas tentang Listrik, maka mulai pekan depan materi kuliah Lismag adalah tentang Magnetika. Topik pekan depan adalah Medan, Gaya, dan Fluks Magnetik.

Ada banyak kemiripan antara Listrik dan Magnetika. Sebelum kuliah pekan depan saya harap kalian telah membaca materi bab 28 buku Young dan Freedman serta handoutnya. Jangan lupa membawa handout waktu kuliah pekan depan.

Jika kalian membaca postingan saya pekan lalu kalian pastinya telah mengetahui bahwa pembahasan lengkap soal-soal buku Young dan Freedman tersedia di Internet. Silakan di download dan dijadikan bahan belajar setelah kuliah pekan depan. Sedangkan handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 9 Medan magnetik dan Gaya Magnetik

Lismag Pekan ke-8: UTS

Assalaamu’alaikum mahasiswa dan mahasiswi yang akan menghadapi ujian tengah semester Lismag pekan depan. Semoga kalian sudah mengerjakan soal-soal latihan yang ada di buku referensi Young dan Freedman. Bagi yang tidak punya buku bisa membaca buku elektroniknya di tautan ini.

Jangan lupa UTS nanti tidak boleh membawa catatan dan HP. Yang perlu dibawa hanya alat tulis dan kalkulator. Yang ketahuan membawa contekan akan dikeluarkan (dengan tidak hormat) walaupun tidak memiliki kesempatan karena telah berniat untuk tidak jujur.

Kalau yang ini hanya untuk yang mau membaca blog saya, jangan diberitahukan kepada mahasiswa yang hanya mau fotokopi handout. Selamat belajar, semoga sukses!

Sarjana

Pak Susman mengajar matematika di SMP Negeri yang dipimpinnya. Ia seorang guru yang akan dikenang para muridnya seumur hidup. Sebab pada suatu hari ia bertanya: “Untuk apa kamu belajar matematika?” Adapun yang ditanyainya adalah murid-murid kelas satu yang kedinginan oleh angin. Tapi pak kepala sekolah itu rupanya tahu bahwa anak-anak akan diam. Maka suaranya pun seperti bergumam, ketika ia menyelesaikan sendiri pertanyaan yang ia lontarkan tadi: “Kamu semua belajar matematika bukan untuk jadi insinyur. Tapi supaya terlatih berpikir logis, yakni teratur.”

Lalu dengan antusiasme mengajar yang khas padanya, ia pun menjelaskan. Yang menakjubkan bukan saja ia dapat menjelaskan proses berpikir logis itu dengan gamblang di hadapan sejumlah bocah kedinginan yang berumur 13 tahun. Yang juga mengagumkan ialah bahwa ia, seorang kepala sekolah yang tak dikenal, di sebuah SMP bergedung buruk, dalam sebuah kota P yang tidak penting, ternyata bisa menanamkan sesuatu yang sangat dalam. Yakni: apa sebenarnya tujuan pendidikan sekolah.

Pak Susman meninggal kira-kira 10 tahun yang lalu. Seandainya ia masih hidup, dan bertemu dengan seorang bekas muridnya yang lintang-pukang dan tunggang-langgang menyiapkan diri untuk ujian SNMPTN, barangkali ia juga akan bertanya: “Untuk apa semua itu?”

Ada sebuah sandiwara di televisi beberapa waktu lalu. Seorang ayah menanyai ketiga anaknya, dengan pertanyaan yang sama: “Apa cita-citamu Nak? Apa tujuanmu sekolah?” Anak yang pertama menjawab: “Saya ingin jadi pemilik toko roti yang akan saya beri nama Omar Bakery.” Yang kedua menyahut “Saya ingin menjadi ustadz Ahlus Sunnah wal Jama’ah” Yang ketiga berkata: “Saya ingin jadi sarjana.”

Jawaban yang pertama adalah spesifik, jelas dan terperinci. Jawaban yang kedua juga tak memerlukan tanda tanya baru. Tapi jawaban “Saya ingin jadi sarjana” terasa belum selesai. Diucapkan dalam bahasa Indonesia masa kini, kata “sarjana” adalah sebuah pengertian yang melayang-layang. Kita tak bisa menyamakannya dengan scholar atau scientist. Arti “sarjana” yang lazim kini tak lebih dan tak bukan hanyalah “lulusan perguruan tinggi”. Maka jika Anda masuk sebuah perguruan tinggi, karena bercita-cita menjadi “sarjana”, itu samalah kira-kira jika Anda melangkah, karena ingin berjalan. Sudah semestinya.

Kekaburan itu terjadi agaknya bukan cuma karena kacaunya pengertian “sarjana”. Tetapi juga karena sejumlah persepsi. Persepsi yang terpokok adalah persepsi tentang pendidikan sekolah serta tujuannya. Sudah tentu salah bahwa tujuan bersekolah di universitas adalah untuk mendapatkan gelar. Tapi tak kurang salahnya untuk mengira bahwa di universitas orang akan menemukan pusat ilmu, ataupun puncak pendidikan ketrampilan.

Dewasa ini para pemikir pendidikan juga berbicara tentang “pendidikan seumur hidup”. Dan dalam proses itu, universitas adalah sepotong kecil. Seorang magister dan seorang doktor, barulah mengambil bekal untuk perjalanan panjang yang sebenarnya. Mereka belum selesai – juga belum selesai bodohnya.

Karena itu seandainya hari ini Pak Susman masih hidup, ia mungkin akan berkata : “Kamu masuk universitas, itu supaya bisa terlatih berpikir ilmiah. Itu saja, kalau dapat.”

Lismag Pekan ke 7: Rangkaian Arus Searah

Assalaamu’alaikum mahasiswa dan mahasiswi yang mengambil Lismag. Semoga kalian telah membaca bab 27 buku Young dan Freedman sebelum kuliah pekan depan. Judul materi kuliah pekan depan adalah Rangkaian Arus Searah. Jika pada pekan lalu kita mempelajari tentang kapasitansi ekuivalen, muatan dan potensial pada setiap kapasitor, maka pekan ini kita mempelajari tentang resistansi ekuivalen, arus dan potensial pada setiap resistor.

Setelah itu kalian akan mempelajari tentang Kaidah Kirchhoff. Kalian harus membaca dan mengerti strategi penyelesaian soal di halaman 263-264 khususnya penjelasan Gambar 27-6 dan 27-7.

Selanjutnya adalah bagaimana mengukur potensial, arus dan resistansi dengan galvanometer d’Arsonval.

Yang terakhir adalah jika sebuah kapasitor diberi muatan oleh sebuah aki yang dihubungkan seri dengan sebuah resistor, maka arus dan muatan kapasitor tidak konstan. Begitu juga ketika kapasitor mengosongkan muatan, arus dan muatan tidak konstan.

Catatan kuliah untuk pekan ini bisa didownload di tautan berikut:

Pertemuan 7 Rangkaian Arus Searah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 569 other followers