Lailatul Qadar 1437 H

Apa yang harus dilakukan jika mendapatkan lailatul qadar? Dianjurkan untuk membanyak do’a pada malam yang agung ini. Do’a apa saja yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, dianjurkan untuk dimunajatkan kepada Allah di malam itu, karena lailatul qadar termasuk waktu mustajab. Do’a khusus yang disyariatkan untuk dibaca di dalamnya adalah apa yang diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan lailatul qadar, apa yang harus aku baca?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku.” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)

Lailatul qadar ibarat benda elok yang sangat indah namun langka. Tak heran jika meraihnya tak mudah, karena mahal harganya. Malam kemuliaan tersebut hanya dapat dibeli dengan pengorbanan jiwa raga, dengan amalan-amalan ibadah yang telah dituntun oleh syari’at seperti i’tikaf, qiyamullail, tilawah al-Quran dengan tadabbur, berdoa, zikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, memperbanyak sedekah serta amalan ma’ruf lainnya.

Disebutkan oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah bahwa lailatul qadar memiliki beberapa tanda-tanda yang mengiringinya dan tanda-tanda yang datang kemudian.

Tanda-tanda yang megiringi lailatul qadar di antaranya adalah baljah, angin bertiup tenang, bahkan udara pada malam itu terasa sejuk. Kuatnya cahaya dan sinar pada malam itu dirasakan oleh orang yang berada di daratan dan jauh dari cahaya. Thuma’ninah, ketenangan hati dan lapangnya dada seorang mukmin. Dia mendapatkan ketenanangan dan ketentraman serta lega dada pada malam itu lebih banyak dari yang didapatkannya pada malam-malam lainnya. Orang yang shalat mendapatkan kenikmatan yang lebih dalam shalatnya dibandingkan malam-malam lainnya.

Tanda-tanda yang mengikutinya adalah matahari terbit pada pagi harinya tidak membuat silau, sinarnya bersih tidak seperti hari-hari biasa. Hal itu ditunjukkan oleh hadits Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan kepada kami: “Matahari terbit pada hari itu tidak membuat silau.” (HR. Muslim)

Hingga malam ke-28 Ramadhan 1437 H ini, maka malam ke-27 saya rasakan malam yang paling tenang. Bagitu pula pagi harinya matahari bersinar redup tidak menyilaukan mata hingga menjelang waktu zuhur. Wallahu a’lam…

Lismag Pekan ke-15: UAS

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Tantangan utama seorang dosen dalam membuat soal UAS Lismag adalah bagaimana caranya membuat soal ujian yang mewakili semua materi kuliah yang diajarkan di kelas. Hal ini tidaklah mudah mengingat ada enam bab materi kuliah yang menjadi materi ujian. Atas nama keadilan maka dipilihlah satu soal dari masing-masing bab, meskipun tidak mewakili semua materi kuliah, tapi paling tidak mewakili semua bab yang ada.

Tantangan lain adalah membuat soal yang berbeda antara soal tahun ini dan soal tahun yang lalu. Namun yang satu ini tidak berlaku ketika Anda menjadi dosen di kampus tercinta tempat saya mengajar sekarang ini. Penyebabnya adalah karena setelah ujian hampir tak ada mahasiswa yang akan menyimpan kertas soal untuk dicek lagi di rumah, atau untuk oleh-oleh bagi adik kelas nanti, atau paling tidak untuk dirinya sendiri seandainya tidak lulus maka soal ujian itu boleh jadi akan diberikan lagi oleh dosen yang sama tahun depan.

Dari pengalaman sekitar sepuluh tahun mengajar mata kuliah Lismag, hanya dalam tiga tahun pertama saya membuat soal yang berbeda setiap tahun dan berbeda pula untuk setiap lokal. Setelah saya menyadari fenomena di kampus tercinta ini, maka soal UAS tahun ini 100% sama dengan soal tahun sebelumnya. Karena hanya membuang-buang waktu dan tenaga untuk membuat soal baru, sementara mahasiswa yang diuji tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu apakah soal tahun ini sama dengan tahun sebelumnya.

Fenomena ini sungguh berbeda dengan ketika saya masih kuliah dulu. Setiap mau UAS maka semua teman-teman saya sibuk mengumpukan soal-soal UAS tahun-tahun sebelumnya sambil berharap ada soal yang muncul lagi. Biasanya memang ada yang muncul lagi tapi hanya satu atau dua soal dan itu pun sudah dimodifikasi oleh dosen yang mengajar.

Satu hal yang patut disyukuri adalah menjadi dosen sekarang ternyata lebih mudah dari zaman dulu, khususnya dalam hal membuat dan mengoreksi soal UAS. Alhamdulillah ‘ala kulli haal…

Lismag Pekan ke-14: Gelombang Elektromagnetik

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Akhirnya sampailah kita pada materi terakhir mata kuliah Lismag, yakni tentang gelombang elektromagnetik. Berdasar pada penemuan Faraday bahwa perubahan fluks magnetik dapat menimbulkan medan listrik, seorang maestro Fisika bernama Maxwell mengajukan sebuah hipotesis: “jika perubahan fluks magnetik dapat menimbulkan medan listrik maka perubahan fluks listrik juga harusnya dapat menimbulkan medan magnetik”  Hipotesa ini dikenal dengan sifat simetri medan listrik dan medan magnetik.

Jika hipotesis Maxwell ini benar, maka konsekuensinya perubahan medan listrik akan menghasilkan medan magnetik yang juga berubah dan keadaan ini akan terus berulang. Medan magnetik atau medan listrik yang muncul akibat perubahan medan listrik atau medan magnetik sebelumnya akan merambat menjauhi tempat awal kejadian. Perambatan medan listrik dan medan magnet inilah yang kemudian disebut sebagai gelombang elektromagnetik.

gem

Hubungan antara medan listrik, medan magnetik dan sumber-sumbernya dapat dinyatakan secara terpadu dalam empat persamaan Maxwell. Persamaan Maxwell digunakan sebagai dasar teori untuk memahami gelombang elektromagnetik.

Kemudian ada pula gelombang elektromagentik bidang yang menghasilkan sebuah konstanta yang sangat terkenal, c = 300.000 km/s yakni kecepatan cahaya. Selain itu ada juga gelombang elektromagnetik sinusoidal dan energi gelombang elektromagnetik. Adapun handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 14 Gelombang Elektromagnetik

Lismag Pekan ke-13: Alternating Current

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Pekan ini kita insya Allah akan mempelajari tentang alternating current (AC). AC sering diartikan sebagai arus bolak-balik, namun sebagai mahasiswa kalian sepatutnya memahami bahwa terjemahan bolak-balik ini tidak sepenuhnya benar. Karena arti sebenarnya dari kata kerja alternate adalah occur in turn repeatedly, yakni terjadi bergantian dan berulang-ulang. Ada dua hal yang bergantian dan berulang-ulang: besar arus dan arahnya.

Cara paling mudah memahami pergantian besar dan arah ini adalah menggunakan fasor. Fasor adalah sebuah vektor yang berotasi pada pangkalnya pada arah yang berlawanan dengan arah jarum jam dengan laju sudut w konstan yang sama dengan frekuensi sudut dari gerak rotasi tersebut. Proyeksi fasor pada sumbu horizontal dan pada waktu t adalah I cos wt, menyatakan nilai sesaat dari arus tersebut. Sedangkan positif dan negatif dari proyeksi menunjukkan pergantian arah arus. Pergantian besar dan arah arus dapat dituliskan dengan persamaan i = I cos wt.

phasor Selain daripada itu, tedapat beberapa istilah yang perlu kalian ketahui, di antaranya adalah: arus rata-rata yang diluruskan (rav = rectified average current) dan nilai akar rata-rata kuadrat (rms = root-mean square).

Kemudian kalian juga akan mempelajari tentang perilaku resistor, induktor dan kapasitor dalam rangkaian AC. Beberapa istilah yang perlu dipahami di sini adalah: reaktansi induktif, reaktansi kapasitif, impedansi, sudut fasa, resonansi dan transformator.

Dalam ujian nanti, soal tentang AC ini merupakan bagian soal-soal yang paling mudah, karena tidak memerlukan analisis untuk menyelesaikannya. Kalian cukup menghafalkan saja persamaan-persamaan yang terdapat dalam bab ini. Jangan lupa setelah kuliah kalian baca soal-soal latihan dan solusinya di buku elektronik. Adapun handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 13 Arus Bolak-Balik

Lismag Pekan ke-12: Induktansi

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Pekan lalu kita telah mengetahui bahwa perubahan fluks magnetik dapat menginduksi rangkaian itu sendiri, sehingga di dalamnya timbul tge induksi. Pekan ini kita akan mempelajari bahwa perubahan arus yang melewati suatu kumparan menimbulkan perubahan fluks magnetik di dalam kumparan yang akan menginduksi tge pada arah yang berlawanan dengan perubahan fluks.

Jika arus yang melalui kumparan meningkat, kenaikan fluks magnetik akan menginduksi tge dengan arah arus yang berlawanan dan cenderung untuk memperlambat kenaikan arus tersebut. Dapat disimpulkan bahwa tge induksi ε sebanding dengan laju  perubahan arus yang dirumuskan:

\varepsilon =-L\frac{\Delta I}{\Delta t}

dengan I merupakan arus sesaat, dan tanda negatif menunjukkan bahwa tge yang dihasilkan berlawanan dengan perubahan arus. Konstanta kesebandingan L disebut induktansi diri atau induktansi kumparan, yang memiliki satuan henry (H), yang didefinisikan sebagai satuan untuk menyatakan besarnya induktansi suatu rangkaian tertutup yang menghasilkan tge satu volt bila arus listrik di dalam rangkaian berubah secara seragam dengan laju satu ampere per detik.

Demonstrasi tentang induksi elektromagnetik ini dapat disaksikan di tautan berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=PMTOVRyPLOI.

Adapun handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 12 Induktansi

 

Lismag Pekan ke-11: Induksi Elektromagnetik

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Pekan lalu kita telah mempelajari cara menghitung medan magnetik yang ditimbulkan oleh arus listrik. Pekan ini kita akan mempelajari cara menghitung arus listrik yang ditimbulkan oleh perubahan medan magnetik.

Setelah mengikuti kuliah pekan ini mahasiswa seharusnya dapat memahami hukum induksi Faraday dan hukum Lenz, serta cara menghitung besar dan arah arus, tegangan dan medan listrik induksi. Materi pekan ini merupakan materi yang paling sulit dan paling penting dalam mata kuliah Lismag ini. Sebelum kuliah sebaiknya kalian baca dan coba pahami bab 30 buku referensi kita khususnya halaman 377-378 tentang arah tge induksi.

Demonstrasi tentang induksi elektromagnetik ini dapat disaksikan di tautan berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=nGQbA2jwkWI.

Adapun handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 11 Induksi Elektromagnetik

Lismag Pekan ke-10: Sumber Medan Magnetik

Assalaamu’alaikum warahmatullah. Pekan sebelumnya kita telah mempelajari cara menghitung gaya magnetik yang ditimbulkan oleh medan magnetik B yang besarnya diketahui. Pekan ini kita mempelajari cara menghitung besar medan magnetik yang ditimbulkan oleh berbagai sumber medan magnetik.

Sumber-sumber medan magnetik adalah muatan titik yang bergerak, segmen arus dan konduktor berbentuk lurus panjang, simpal lingkaran, solenoida dan toroida yang mengangkut arus.

Ada dua cara menghitung besar medan magnetik, yakni menggunakan hukum Biot-Savart dan hukum Ampere. Hukum Ampere memudahkan penghitungan medan magnetik yang tidak bisa diselesaikan dengan hukum Biot-Savart.

Sedangkan handout materi kuliah dapat diunduh di tautan berikut ini:

Pertemuan 10 Sumber Medan Magnetik

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 570 other followers