Second Quiz Time!   Leave a comment

Assalaamu’alaikum semua, jangan lupa pekan depan ada quiz yang ke-2. Untuk lokal A quiznya insyaAllah hari Selasa 19 Mei jam 8.00 WIB, sedangkan untuk lokal B insyaAllah hari Rabu 20 Mei jam 8.00 WIB.

Materi quiz diambil dari bab 28 dan 29 buku referensi. Soalnya kira-kira diambil dari sepuluh soal-soal pertama latihan bernomor ganjil bab 28 dan 29. Cobalah kerjakan latihan tersebut di rumah, tapi jangan lupa kerjakan juga tugas terstruktur ke-10 tentang Induksi Elektromagnetik.

Satu hal lagi, jangan sampai datang terlambat. Karena tidak ada waktu tambahan untuk yang datang terlambat. Selamat belajar dan semoga berhasil!

Posted May 15, 2015 by abdill01 in Words

Saat Kehilangan Orang Tercinta   Leave a comment

Saat-Kehilangan-Orang-Tercinta-300x193

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ   وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan (yang) tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Q.S. Ar-Rahmaan (55):26-27)

Hidup ini memang terkadang tidak bisa memilih. Kita tidak bisa menghindar dari kehilangan orang yang sangat dicintai. Karena itu semua adalah bagian dari kehidupan kita. Sudah menjadi sunnatullah bahwa sesuatu itu berawal dari tidak ada kemudian menjadi ada dan terakhir nantinya akan kembali menjadi tiada. Itu adalah hal yang sudah pasti dan tidak bisa dihindari.

Rasa cinta memang sangat mempengaruhi kehidupan. Namun cinta yang berlebihan akan menyebabkan seseorang sangat bergantung kepadanya. Ketergantungan dan kecenderungan tersebut bisa melebihi ketergantungannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kematian bukanlah suatu siksaan. Bahkan kematian bagi orang mukmin adalah bagian dari sebuah hadiah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تحفة المؤمن الموت

“Hadiah orang mu’min adalah kematian.” (HR Thabrani dan al-Hakim)

Rasulullah menegaskan hal ini karena dunia adalah penjara orang mu’min, sebab ia senantiasa berada di dunia dalam keadaan susah mengendalikan dirinya, menempa syahwatnya dan melawan syetannya. Dengan demikian, kematian baginya adalah pembebasan dari siksa ini, dan pembebasan tersebut merupakan hadiah bagi dirinya. Ketika kita sudah mengetahui bahwa kematian orang yang kita cintai, mungkin saja adalah sebuah hadiah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu tidak ada gunanya bagi orang yang ditinggal mati meratapi dan berkeluh kesah. Karena jika yang meninggal gembira menerima hadiah, tentu tidak pantas kita menangisinya.

Posted May 12, 2015 by abdill01 in Words

Midtest   Leave a comment

Assalaamu’alaikum semua!

Tidak terasa kita sudah memasuki pekan ke-7. Itu artinya pekan depan insya Allah ada midtest lismag atau kita kenal dengan UTS. Selamat bagi yang sudah melakukan persiapan, semoga Anda sukses menjalaninya. Tapi bagi yang belum siap, Anda belum terlambat asal mau bekerja cepat dan akurat.

Apa maksudnya cepat dan akurat? Maksudnya cepat melakukan persiapan dengan membaca ulang teori yang sudah Anda pelajari dari awal semester. Kemudian bacalah contoh soal dan penyelesaian bab 22 s/d bab 27. Tulis persamaan-persamaan penting dari setiap bab (biasanya bergaris kotak merah pada slide handout).

Setelah Anda mengumpulkan semua persamaan tadi, mulailah mengerjakan soal latihan setiap bab. Anda mengerjakan soal berkelompok dua atau tiga orang. Jika Anda kesulitan maka Anda bisa membahas soal tersebut bersama teman Anda. Soal-soal midtest selalu merupakan soal yang membutuhkan analisis dan pembahasan. Maka pilihlah soal-soal latihan yng bertipe seperti itu. Untuk contoh soal yng pernah ditanyakan waktu midtest tahun lalu, Anda bisa klik di download soal-soal UTS.

Selamat mencoba, semoga berhasil!

Posted April 14, 2015 by abdill01 in Words

Phi   4 comments

Pagi itu Sophie berdiri di depan kelas dan menulis angka kesukaannya pada papan tulis: 1,618. Kemudian ia berpaling menghadap ke para mahasiswanya yang bersemangat. “Siapa yang dapat mengatakan pada saya, ini nomor apa?”

Dari baris belakang seorang pemuda berkaki panjang mengangkat tangannya, “Itu angka phi”. Dia melafalnya fi.

“Bagus, Sokrates” ujar Sophie. “Semuanya, kenalkan ini phi.”

“Angka phi ini, ” Sophie melanjutkan, “adalah angka yang sangat penting dalam seni. Siapa yang dapat mengatakan mengapa?”

Sokrates mengangkat tangannya lagi, “Karena angka itu cantik.” Semua orang pun tertawa.

“Sebenarnya,” kata Sophie, “Sokrates benar. phi adalah angka tercantik di dunia ini.” Tawa itu langsung berhenti, dan Sokrates pun merasa pongah. Sophie kemudian menjelaskan bahwa phi diperoleh dari deret Fibonacci berikut:

1-1-2-3-5-8-13-21-34-55-89-144-233-377-610-987-1597-2584…

Karakteristik deret ini adalah setiap angka terdiri atas jumlah dua angka sebelumnya. Jika satu angka dalam deret tersebut dibagi dengan angka sebelumnya, maka diperoleh jumlah yang sangat dekat satu sama lain. Bahkan setelah urutan ke-12 dalam seri, proporsi ini adalah tetap. 233/144 = 377/233 = 610/377 = 987/610 = 1597/987 = 2584/1597 = 1,618 phi!

“Terlepas dari asal matematis phi yang tampak mistis,” Sophie menjelaskan, “aspek menggelitik akal sesungguhnya adalah perannya sebagai dasar dari balok bangunan dalam alam. Tumbuhan, hewan dan bahkan manusia memiliki sifat dimensional yang melekat dengan keakuratan pada rasio phi banding 1. Keberadaan phi yang tersebar di alam membuat ilmuwan terdahulu menganggap bahwa angka phi pastilah telah ditakdirkan oleh Sang Pencipta alam ini. Seniman Renaissance menyebarluaskan 1,618 banding 1 sebagai Proporsi Agung, Divine Proportion.”

“Tunggu dulu,” kata seorang gadis dari barisan depan. “Saya jurusan Biologi di SMU dan saya tidak pernah melihat Proporsi Agung dalam alam.”

“Tidak?” Sophie tersenyum. “Pernah belajar hubungan antara betina dan jantan dalam komunitas lebah madu?”

“Tentu, lebah betina selalu berjumlah lebih banyak daripada lebah jantan.”

“Benar. Dan tahukah jika kamu membagi jumlah lebah betina dengan jumlah lebah jantan di setiap sarang lebah di dunia ini, kamu akan mendapatkan hasil yang sama?”

“Benar?”

“Ya, phi.”

Gadis itu terkesiap, “Tidak mungkin!”

“Mungkin saja!” Sophie balas berteriak sambil tersenyum mematikan lampu dan menampilkan slide kerang laut spiral. “Kenal ini?”

“Itu sebuah Nautilus,” kata gadis jurusan Biologi lagi.

“Benar. Dan dapatkah kamu menebak berapa rasio setiap diameter spiral ke spiral berikutnya?”

Gadis itu tampak tak yakin ketika melihat lengkung-lengkung konsentris dari kerang Nautilus itu.

Sophie mengangguk. “Phi. Proporsi Agung 1,618 banding 1.”

Gadis itu tampak tercengang. Sophie melanjutkan dengan slide berikutnya, sebuah tampak dekat dari sebuah kepala biji bunga matahari. “Biji bunga matahari tumbuh melawan arah spiral. Kamu dapat menebak rasio dari setiap diameter rotasi ke rotasi berikutnya?”

“Phi?” semua berkata.

“Tepat sekali.” Sophie kemudian memperlihatkan slide bunga cemara berspiral, susunan daun pada tumpukan tumbuhan, segmentasi serangga. Semuanya memperlihatkan kepatuhan yang mengagumkan.

“Ya,” seorang mahasiswa berkata, “tapi apa hubungannya dengan seni?”

“Aha!” kata Sophie. “Senang kamu bertanya begitu.” Dia menampilkan slide gambar seorang lelaki di dalam sebuah lingkaran, The Vitruvian Man karya Leonardo Da Vinci yang terkenal.

“Tak seorang pun mengerti lebih baik daripada Da Vinci tentang proporsi agung dalam tubuh manusia. Dialah orang pertama yang memperlihatkan bahwa tubuh manusia betul-betul terbuat dari bagian-bagian yang rasio proporsionalnya selalu sama dengan phi.”

Semua yang berada di kelas itu menatapnya ragu.

“Kalian tidak percaya?” Sophie menantang. “Lain kali jika kalian mau mandi, bawa pita meteran dan kalkulator. Cobalah ukur jarak dari puncak kepalamu ke lantai. Kemudian bagi dengan jarak dari pusar ke lantai. Tebak, angka berapa yang kamu dapat?”

“Ya, phi!” Sophie menjawab sendiri pertanyaannya. “Mau contoh lain? Ukur jarak dari bahu ke ujung jarimu, kemudian bagi dengan jarak dari siku ke ujung jarimu. Phi lagi. Yang lain? Paha ke lantai, dibagi dengan lutut ke lantai. Phi lagi. Ruas jari. Jemari kaki. Divisi tulang belakang. Phi phi phi. Saudara-saudara, masing-masing kalian merupakan penghormatan berjalan terhadap Proporsi Agung.”

Bahkan dalam kegelapan, Sophie dapat melihat semuanya tercengang. Dia merasakan kehangatan yang sudah biasa di dalamnya. Mungkin karena itu dia suka mengajar.

Posted March 11, 2015 by abdill01 in Campus

Sokrates   Leave a comment

Ia adalah seorang mahasiswa dengan baju longgar yang mungkin ketinggalan zaman. Ia tidak merokok dan tidak naik Honda. Ia bersepeda. Hampir setiap hari dikayuhnya sepeda itu dengan sepatu yang aneh di ujung kakinya yang kurus, tapi ia sendiri bukan mahasiswa yang aneh. Kecuali bahwa ia bersepeda. Kecuali bahwa ia tidak banyak bicara. Dan kecuali bahwa ia bernama Sokrates.

“Sokrates?” tanya petugas pendaftaran mahasiswa baru dengan heran, ketika ia menyebutkan namanya tiga tahun yang lalu. Sokrates mengangguk, dengan harapan bahwa keheranan itu secara resmi akan selesai. Tapi ia tahu bahwa petugas pendaftaran itu masih menyimpan calon ketawanya di perut. Ia maklum, dan juga maklum bahwa bapaknya menyukai nama-nama besar dari sejarah dunia yang sebenarnya tidak dikuasainya betul.

Maka ia berkata: “What’s in a name? Adik saya bernama Aristoteles.” Tapi sebenarnya ada juga arti nama itu bagi saudara tua Aristoteles yang kelahiran Pekanbaru ini. Sejak kecil ia tahu bahwa Sokrates adalah nama bapak filsafat di Yunani kuno. Sejak dulu ia tahu bahwa Sokrates dihukum mati karena dianggap terlalu sering menodong para pemuda dengan pertanyaan sehingga para pemuda itu berpikir. Dan rupanya berpikir serta bertanya bagi masyarakat tertentu dianggap berbahaya dari segi hankamnas, atau bagi keimanan.

Mungkin itulah sebabnya dia menjadi tak banyak omong. Meskipun tak banyak teman dan dosennya yang menyukai sikap diam Sokrates setelah melontarkan sederet pertanyaan yang bagi orang lain kedengaran justru seperti pameran kecerdasan yang pura-pura. Tapi ia telah memasang sebuah poster besar di kamar kostnya, berbunyi: MALU BERTANYA SESAT DI JALAN. Dan di hari-hari ini ia merasa kesepian karena tak seorang pun mengacuhkan pertanyaannya. Kawan-kawannya sekuliah sedang ramai mendemo pemerintah yang akan menaikkan BBM dan tarif dasar listrik. Ia memilih memutar video yang sedang ia gemari: Brother Man Ana? Dengan kata lain: juga sebuah pertanyaan.

Maka hanya teman wanitanya yang masih telaten. “Apa pertanyaanmu kali ini Sokrates?”, begitu tanyanya.

“Banyak, banyak sekali,” jawaban Sokrates. “Tapi tak seorang pun mau mendengarkan.”

“Aku mau mendengarkan,” kata teman wanitanya lagi.

“Hebat. Tapi apakah kau tahan? Sebab aku akan bertanya tentang masa depan tanah air ini. Aku akan bertanya manakah yang harus kita pilih lebih dulu: pulihnya hak-hak asasi manusia di sini, atau terjadinya pemerataan pendapatan, atau lahirnya pemerintah yang bersih. Atau bisakah ketiganya terjadi secara simultan?”

“Ah, itu semuanya abstrak, Sokrates.”

“Baiklah. Tapi misalkan kau memilih pemerataan pendapatan. Ukuran apa yang bisa dipakai untuk menilai pemerataan? Siapa yang memiliki wewenang ilmiah menentukan ukuran itu? Dari mana wewenang ilmiah itu diperolehnya? Bagaimana hak asasi orang lain untuk tidak tunduk pada ukuran itu? Perlukah hak tertentu ditiadakan untuk mengurangi peluang hidup yang tak merata?”

Teman wanitanya diam. “Hmm…” Sokrates memang rumit.

Catatan Pinggir

Posted March 9, 2015 by abdill01 in Campus

Belajar Fisika   Leave a comment

Setiap orang memiliki gaya dan cara belajar yang berbeda. Memahami gaya belajar Anda sendiri akan membantu Anda memfokuskan diri pada aspek-aspek Fisika yang mungkin menyulitkan Anda dan menggunakan komponen-komponen kuliah yang bisa membantu Anda mengatasi kesulitan tersebut. Jika Anda tipe orang yang belajar dari mendengar saja, maka mengikuti kuliah memiliki arti yang sangat penting bagi Anda. Jika Anda tipe orang yang belajar dengan cara memberikan penjelasan, maka belajar dengan mahasiswa lain akan bermanfaat buat Anda.

Untuk mempelajari Fisika lebih mudah, sekaligus mendapatkan kegembiraan dalam melakukannya,  Anda dapat bekerja dengan mahasiswa lain. Beberapa dosen  menformalkan penerapan belajar bersama  atau menfasilitasi pembentukan kelompok belajar. Anda dapat membentuk kelompok belajar dengan sejumlah mahasiswa yang tinggal di lingkungan Anda. Kelompok belajar merupakan sumber daya yang sangat bagus, terutama ketika Anda akan menghadapi ujian.

Jika penyelesaian soal adalah hal yang sulit bagi Anda, luangkanlah lebih banyak waktu untuk untuk belajar bagaimana menyelesaikan soal. Penting juga untuk memahami dan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik. Mungkin hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan ialah menyisihkan waktu belajar yang cukup, terjadwal dengan teratur dan dalam lingkungan yang bebas dari gangguan. Cobalah Anda jawab sendiri pertanyaan2 berikut ini:

  1. Dapatkah saya menggunakan konsep matematika dasar dari aljabar, geometri dan trigonometri? (Jika tidak, rencanakanlah jadwal penelaahannya dengan bantuan teman atau dosen Anda)
  2. Dalam kuliah Fisika, kegiatan apa yang paling mudah bagi Anda? (Lakukan ini terlebih dahulu, ini akan membuat Anda percaya diri)
  3. Apakah saya memahami materi pelajaran lebih baik jika saya membacanya sebelum kuliah,  atau justru setelah kuliah? (Metode yang ideal adalah: membaca sekilas materi pelajaran yang akan dibahas sebelum kuliah, mengikuti kuliah dengan tekun, dan kemudian membaca meteri itu lagi secara mendalam seusai kuliah)
  4. Apakah saya meluangkan waktu yang cukup untuk belajar Fisika? (Yang cukup baik adalah 3 jam di luar ruang kuliah untuk setiap jam yang Anda tempuh di ruang kuliah. Ini berarti untuk 2 jam setiap pekan di ruang kuliah, Anda harus meluangkan waktu kira-kira 6 jam setiap pekan di rumah untuk belajar Fisika)
  5. Apakah saya setiap hari belajar Fisika? (Bagilah 6 jam itu dalam sepekan, buatlah jadwal dengan menetapkan waktu tertentu untuk belajar Fisika dan lakukanlah dengan disiplin)
  6. Apakah saya belajar di tempat yang tenang, dimana saya dapat memusatkan perhatian saya? (Gangguan akan merusak rutinitas dan keseriusan Anda, dan menyebabkan Anda kehilangan poin-poin penting)

Posted March 3, 2015 by abdill01 in Campus

Semangat Baru   Leave a comment

semangat

Ar-Ruuhul Jadiid!

Semester yang lama telah berlalu. Saatnya masuk ke semester baru dengan semangat baru. Belajar meninggalkan cara belajar dan manajemen waktu yang tidak tepat. Semester yang lalu patut untuk dikenang di mana banyak kejadian menyenangkan dan tidak menyenangkan.

Setiap mahasiswa pasti ingin mendapat nilai terbaik setiap pengumuman di akhir semester. Tetap bersyukur saat nilai naik maupun turun. Saat naik, maka berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya. Apabila turun lebih lagi memberikan waktu dan belajar yang tepat. Tidak sekedar belajar dalam waktu yang lama, tapi mengetahui cara mendapat nilai yang baik.

Semangat bisa pudar saat menghadapi proses dengan rasa tidak mampu. Pastikan kamu tetap memiliki semangat dan gigih dalam kondisi apapun. Lingkungan dan hubungan dengan sahabat bisa mempengaruhi semangatmu. Tetaplah memiliki kontak dengan orang di sekitar kita serta bijaklah dalam mengambil tindakan, mana yang harus didahulukan.

Selamat berjuang mahasiswa-mahasiswiku!! Semoga sukses di semester ini!! :)

 

Posted March 2, 2015 by abdill01 in Words

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 444 other followers