Tak semua orang cocok dengan resolusi tahun baru. Saya adalah salah satu contohnya. Sejak jaman kuliah, saya sudah coba membuatnya. Tapi hasilnya sama saja, bukannya tercapai malah tiap akhir tahun selalu dibebani rasa bersalah, merasa desperate.
Pertanyaannya, bagaimana dengan target tahun ini? Apakah ditingkatkan atau sama dengan sebelumnya? Kalau ditingkatkan, apa tak jadi beban? Target sebelumnya saja belum tercapai, masak ditambah terus? Kalau dibuat sama dengan tahun sebelumnya, berarti saya tak maju-maju, jalan di tempat. Hmm…
Tapi saya tetap membuatnya. Bukankah hidup ini harus terus maju, meningkat dan berkembang. Belakangan saya baca buku Stephen Shapiro. Judulnya Goal Free Living, artinya kira-kira: hidup tanpa tujuan? Ternyata hanya 8% orang di Amerika yang sukses mencapai target resolusi yang telah dibuatnya. Banyak orang di Amerika merasa desperate dengan resolusi yang telah dibuatnya.
Ada cerita tentang seorang pria yang begitu semangat ingin berolah raga di pusat kebugaran tepat tanggal 1 Januari. Ia telah membuat resolusi untuk rutin berolah raga setiap hari. Tapi, semangatnya itu terhalang oleh sulitnya mencari parkir di halaman pusat kebugaran tersebut. Akhirnya ia memarkir mobilnya 2 blok dari lokasi. Ketika ia komplain kepada manajer pusat kebugaran, ia mendapatkan jawaban enteng, “Datang saja 2 minggu lagi. Biasanya gym ini sangat penuh di awal tahun baru. Setelah 2 minggu akan kembali normal”.
Begitulah yang terjadi pada kebanyakan kita. Semangat hanya di awal: hot-hot chicken shit! Dan saya pun termasuk di antara orang banyak itu. Saya selalu membuat resolusi yang lengkap dan seimbang. Meliputi aspek bisnis, keuangan, sosial, mental, spiritual, keluarga, dan kesehatan. Biasanya di bulan kedua semua janji itu rontok satu per satu. Di penghujung tahun berakhir dengan rasa bersalah dan desperate.
Stephen Shapiro menawarkan sesuatu yang unik tapi masuk akal. Ketimbang membuat resolusi yang sulit dicapai, ia menawarkan membuat tema. Buatlah tema yang luas, yang tidak spesifik tapi menggairahkan, membangkitkan antusiasme dan semangat. Tema yang sesuai dengan passion dan gelora hati kita. Sesuatu yang dapat membuat kita rela berkorban deminya.
Tahun ini tema saya adalah “menikmati hidup sambil terus bertumbuh dan berkontribusi”. Memang tidak spesifik. Namun kalau saya lihat ke belakang, alhamdulillah saya telah mencapainya. Indikatornya adalah, saya merasa happy dengan kondisi saya saat ini. Saya tidak menyesal lagi dengan resolusi yang gagal dicapai seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kembali lagi, the choice is yours. Saya tidak mengatakan mana yang lebih baik atau lebih buruk. Saya hanya mengatakan bahwa saya sering gagal dengan resolusi tapi merasa nyaman dengan membuat tema. Thanks to Stephen Shapiro.
Menurutku, apa pun sebutan atau istilahnya, memiliki sesuatu untuk dikerjakan dan dicapai dalam satu tahun, satu bulan, satu minggu, satu hari, bahkan satu menit ke depan, akan memunculkan semangat untuk tetap eksis di muka bumi. Mengutip ide Victor Frankl, itulah caranya manusia untuk being in the world sehingga mencapai kehidupan yang penuh makna. Entah itu tema, target, atau resolusi, semuanya adalah cara-cara untuk being in the world. Yang paling penting adalah itu merupakan cara manusia BERSYUKUR pada Sang Khalik karena telah diberi waktu lebih lama untuk menikmati kehidupan yang telah diberikan-Nya dengan tetap berpedoman pada rambu-rambu yang telah ditetapan-Nya dan kita yakini kebenarannya.
May Allah bless us
Wassalaamu’alaikum Wr Wb