PROGRAM Selisih_Waktu
{ Membaca T1 dan T2 dalam jam-menit-detik dan menghitung selisih waktu T2-T1 dalam jam-menit-detik.}
DEKLARASI
type Waktu : record < hh, mm,ss : integer >
T1, T2 : Waktu
i, selisih_detik : integer
procedure Konversi (input selisih : integer)
ALGORITMA:
read (T1, T2)
selisih_detik ← 0
if (T1.hh < T2.hh) then
{
selisih_detik ← (60-T1.ss)
for (i←T1.mm+1 to 60)
selisih_detik ← selisih_detik + 60
for (i←T1.hh+1 to T2.hh-1)
selisih_detik ← selisih_detik + 3600
for (i←1 to T2.mm-1)
selisih_detik ← selisih_detik + 60
selisih_detik ← selisih_detik + T2.ss
Konversi (selisih_detik)
}
else if (T1.hh = T2.hh and T1.mm ≤ T2.mm) then
{
if (T1.mm < T2.mm) then
{
selisih_detik ← (60-T1.ss)
for (i←T1.mm+1 to T2.mm-1)
selisih_detik ← selisih_detik + 60
selisih_detik ← selisih_detik + T2.ss
Konversi (selisih_detik)
}
else if (T1.mm = T2.mm and T1.ss ≤ T2.ss) then
{
selisih_detik ← T2.ss – T1.ss
Konversi (selisih_detik)
}
else write (‘T2 harus setelah T1’)
}
else write (‘T2 harus setelah T1’)
}
procedure Konversi (input selisih : integer)
{ Mengkonversi selisih dari detik ke jam-menit-detik dan menampilkan hasilnya.}
DEKLARASI
hh, mm, ss, sisa : integer
ALGORITMA:
hh ← selisih div 3600
sisa ← selisih mod 3600
mm ← sisa div 60
ss ← sisa mod 60
write (hh, mm, ss)
Download Program Selisih_Waktu
Baca petunjuk Tugas Terstruktur 2 Alpro di halaman Information.
Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura 10 Muharram dan Tasu’a 9 Muharram (pada tahun 1433 Hijriyah ini bertepatan dengan hari Senin-Selasa tanggal 5-6 Desember 2011).
Hadits yang Pertama
عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).
Hadits yang Kedua
عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)
Hadits yang Ketiga
وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya). Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila usiaku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun setelah ‘Asyura [1] dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi karena hari ‘Asyura –yaitu 10 Muharram- adalah hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.
Oleh karena itu, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari di mana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.
Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa daripada orang-orang Yahudi tersebut, dikarenakan mereka kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Muhammad. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pula pada hari tersebut. Beliau juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ‘Asyura, dengan berpuasa pada hari kesembilan atau hari kesebelas beriringan dengan puasa pada hari kesepuluh (’Asyura), atau ketiga-tiganya.
Oleh karena itu sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa ‘Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:
1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.
2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama.
3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh).
Wallahu a’lam bish shawab.
Ada tiga tanda-tanda kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat Islam, yakni munculnya Imam Mahdi (Al-Mahdi), Nabi Isa alaihissalam dan Dajjal. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besar kiamat.
Diutusnya Al-Mahdi merupakan tanda kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besar kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang mendahului tanda-tanda besar kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar datang sebelum berbagai tanda-tanda kecil kiamat telah tuntas kemunculannya.
Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi di mana hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua. Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil kiamat berikut ini:
- perceraian banyak terjadi
- banyak terjadi kematian mendadak
- banyak mushaf diberi hiasan
- masjid-masjid dibangun megah-megah
- berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak
- berbagai peralatan musik dimainkan
- berbagai jenis khamr diminum manusia
- perzinaan dilakukan terang-terangan
- para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan)
- orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris)
- tersebarnya pena (banyak buku diterbitkan)
- pasar-pasar (mall, plaza, supermarket) berdekatan
- penumpahan darah dianggap ringan
- makan riba
Kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bila kita buka kitab yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits.
Jika tanda-tanda kecil kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar kiamat, yaitu diutusnya Al-Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Al-Mahdi.

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Al-Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.
Berarti kedatangan Al-Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Al-Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Al-Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).

“Ketika kalian melihatnya (Al-Mahdi) maka berbai’atlah dengannya walaupun harus merangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)
Al-Mahdi akan mengibarkan panji-panji jihad fi sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para mulkan jabriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Beliau akan mengawali suatu rencara besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata.
Peperangan tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan pasukan Al-Mahdi akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.

“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)
Lalu kapan Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Al-Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Al-Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.
Begitu Al-Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Al-Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Al-Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Al-Mahdi langsung mempersilahkan Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Isa ’alihis-salaam menyuruh Al-Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya.

Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: “Mari pimpin sholat kami.” Berkata Isa ’alihis-salaam: “Tidak. Sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian lainnya adalah pemimpin, sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini.” (Muslim 225)
Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda akhir zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan syariat Allah dan kepemimpinan Al-Mahdi beserta Isa ’alihis-salaam.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Al-Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.
Menyikapi tahun baru 1433 Hijriyah, sudah waktunya ummat Islam yang hidup di zaman ini menyadari bahwa hari Kiamat sudah dekat. Sungguh, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam telah diingatkan Allah subhaanahu wa ta’aala di dalam ayat di bawah ini:

“Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63).
Dalam hadits di bawah ini Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan perjalanan sejarah ummat Islam, ada lima masa yang akan dilalui ummat Islam hingga menjelang hari Kiamat.

”Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang masa raja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah. Setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad 37/361)
Masa kenabian telah berlalu, yakni para sahabat radhiyallahu ’anhum hidup bersama Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sejak awal beliau diutus hingga berpulang ke rahmatullah. Masa kekhalifahan yang mengikuti manhaj kenabian juga telah berlalu. Ia ditandai dengan munculnya para khulafa ar-rasyidin, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhum.
Masa raja-raja yang menggigit juga telah berlalu. Ia ditandai dengan masa di mana ummat memiliki para pimpinan yang dijuluki khalifah-khalifah namun pola suksesinya menerapkan pola kerajaan alias pola oligarkhi atau sistem waris-mewarisi tahta kerajaan. Mereka dijuluki raja-raja yang menggigit karena mereka masih ”menggigit” Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah. Masa ini berlangsung sangat lama sekitar 13 abad…! Sejak Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah hingga Kesultanan Utsmani Turki. Ia berakhir pada tahun 1924 atau 1342 Hijriyyah.
Setelah itu ummat Islam memasuki masa keempat, yakni masa raja-raja yang memaksakan kehendak. Tanda bahwa masa ini belum berakhir ialah fakta bahwa masa kelima, yakni babak kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian belum muncul kembali. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menyampaikan kepada kita bahwa babak penuh keadilan dan kejayaan Islam tersebut pasti bakal muncul. Kapankah ia akan muncul? Wallahu a’lam bish-showwab.
Suatu hal yang pasti, Islam akan kembali bangkit dan waktunya sudah dekat. Marilah kita jauhi sikap santai dan acuh tak acuh terhadap fenomena hidup di akhir zaman menjelang datangnya kiamat. Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan keyakinan kita akan tanda-tanda menjelang datangnya kiamat agar kita dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri. Semoga Allah subhaanahu wa ta’aala memasukkan kita ke dalam golongan yang benar dalam mensikapi segenap tanda demi tanda akhir zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

SEA Games 2011 harus diakui banyak terkait dengan angka 11 atau kelipatannya. Anda tak percaya? check this out. Penyelanggaran SEA Games 2011 berlangsung 11 hari, dimulai tanggal 11-11-2011 dan berakhir tanggal 22-11-2011. Peserta SEA Games 2011 datang dari 11 negara, dan totalnya mencapai 4.444 atlet. Kota Palembang akan memusatkan pertandingan di Kompleks Olahraga Jakabaring yang mencakup area seluas 44 ribu meter persegi, sementara beberapa pertandingan lain dipusatkan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno yang memiliki kapasitas tempat duduk 88 ribu penonton.
Masih ada lagi, jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan ada 44 buah. Jumlah medali emas yang diperebutkan mencapai 550 buah. Dari 44 cabang olahraga itu ada lebih dari 11 cabang olahraga potensial menjadi tambang emas dan Indonesia menargetkan memperoleh sekitar 154 medali emas untuk menjadi juara umum. Aneh ya?
Tercatat pula SEA Games kali ini adalah yang paling meriah. Meskipun pada awalnya kesiapan panitia diragukan akibat adanya kasus korupsi pembangunan wisma atlet, namun dalam acara pembukaan yang disiarkan langsung di RCTI tadi malam hal itu tidak tampak kecuali api SEA Games yang sempat padam ketika diterima Alan Budi Kusuma dan lemparan Susi Susanti yang ngaco. Namun jika Anda cermati rekaman video di Youtube, maka terlihat jelas bahwa api caldera terlalu cepat dinyalakan entah oleh siapa (katanya sih dinyalakan oleh Helmi Yahya). Seharusnya siapa pun dia menunggu Susi mengambil ancang-ancang dan melempar tombaknya. Agak memalukan memang, tapi sudahlah lupakan saja… the show nust go on!
Lalu bagaimana kesiapan dari sisi Teknologi Informasi? Bermula dari kegagalan saya mengunjungi situs resmi Sea Games, yakni http://www.seag2011.com namun akhirnya berhasil ketemu di alamat http://apps.seag2011.com/. Berdasar pengalaman saya waktu di Sydney Olympic, informasi yang biasanya paling dicari pengunjung seperti medal tally, sport schedule, medal audit dan athlete list . Semuanya sudah ada, begitu juga past games. Yang menarik adalah situs medal tally diupdate secara otomatis sehingga Anda tidak perlu memuat-ulang (reload) untuk melihat hasil perolehan medali yang terkini.
Namun ada sedikit celah pada situs medal tally. Di sini pengunjung dapat dengan mudah mengganti nama kejuaraan dan nama cabang olahraga. Dengan melihat URL yang ada (http://apps.seag2011.com/rs2011/bm/cm/MedalsTally.aspx?sname=26th%20SEA%20Games%20Jakarta-Palembang%202011), terlihat bahwa nama kejuaraan dicetak di laman menggunakan peubah yang ada di URL tersebut. Jika pengunjung iseng mengubah namanya menjadi Kejuaraan Antar Kelurahan … astaga nama di situs pun berubah menjadi (http://apps.seag2011.com/rs2011/bm/cm/MedalsTally.aspx?sname=Kejuaraan%20Antar%20Kelurahan). Hal ini juga terjadi ketika kita klik untuk cabang olahraga, misalnya (http://apps.seag2011.com/rs2011/bm/cm/Schedule_type_2.aspx?sid=2&sname=Tepok%20Bulu&scode=bm&fid=2>ype=K) dimana cabang olah raga Badminton berubah menjadi Tepok Bulu.
Celah ini memang tidak mempengaruhi data medal tally, karena ketika kita mengubah nama pertandingan tersebut tidak mengubah database. Namun celah ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan penipuan ataupun cuma menjadikan situs ini sebagai olok-olok. Untuk menutup celah yang seperti ini, cukup melakukan sedikit modifikasi pada method yang digunakan untuk menampilkan nama kejuaraan ataupun cabang olah raga, dengan tidak menggunakan variable yang ada pada URL tapi langsung mengambil dari database.
Sebaiknya panitia SEA Games segera melakukan perbaikan terhadap celah ini, sebelum ditemukan celah lain yang lebih berbahaya. Mari kita dukung pelaksanaan SEA Games 2011, sukses sebagai peserta dan sukses sebagai penyelenggara. Ayo Indonesia Bisa!!!

Sumpah pemuda yang menyatakan bahwa Indonesia berbahasa satu yakni bahasa Indonesia sepertinya tidak terbukti. Kenyataannya kita masih sering memakai istilah Jawa pada banyak hal, termasuk motto yang sudah menjadi sabda di dalam dunia pendidikan itu. Ini tidak berarti kita anti terhadap hal berbau Jawa, melainkan dengan hal ini kita bisa mengukur dan bertanya kembali kepada diri kita tentang berbagai motto yang mencekoki anak didik kita dari kecil sampai dewasa, tanpa didudukkan makna dan sejarah dibaliknya.
Kalimat Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani adalah kalimat yang dilontarkan Ki Hajar Dewantara yang bermakna “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan”. Namun kalimat ini tidak jelas dalam konteks apa. Maka ia menjadi netral terhadap agama. Padahal dalam konsep pendidikan Islam, tarbiyah selalu didasari pada tauhid kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ia tidak bisa netral, objektif, dan tanpa sekat keyakinan agama.
Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai penganut theosofi. Seperti dikutip dari buku Bambang Dewantara, yang berjudul 100 Tahun Ki Hadjar Dewantara, Ki Hadjar mengatakan bahwa semua agama sama di dunia sama karena mengajarkan asas kasih sayang kepada semua manusia dan mengajarkan perihal kedudukan manusia yang terhormat di hadapan tuhannya. Ia berkeyakinan bahwa sumber gerak evolusi seluruh alam semesta adalah kasih sayang ilahi. Inilah yang disebut dengan istilah kodrat alam yang diperhamba dan aspek yang dipertuhan dari setiap benda-benda. Konteks pluralisme agama ini tidak lain adalah faham musyrik modern yang sangat berbahaya.
Pertanyaannya sebetulnya sederhana, kenapa kita yang katanya bermayoritas muslim, tidak memakai motto pendidikan yang jelas saja seperti: Iman, Ilmu dan Amal. Atau Tauhid, Ilmu, dan Jihad. Islam mengajarkan makna yang jelas dan terukur. Karena itu, konsep menjadi orang baik dalam Islam tidak pernah dilepaskan dari sudut pandangan agama. Kalau sudah begitu, hal ini lebih cocok dan dekat dengan ketakwaan daripada motto yang jelas-jelas didirikan oleh penganut theosofi dan kita sendiri tidak mengerti apa maknanya.

Hidup ini seperti sebuah buku. Sampul depan adalah tanggal lahirnya. Sampul belakang adalah tanggal kematiannya. Setiap lembaran adalah setiap hari dalam kehidupannya. Ada buku yang tebal dan ada yang tipis. Ada buku yang menarik dibaca dan ada sama sekali tidak. Sekali menulis Anda tidak bisa berhenti sampai selesai. Dan yang paling hebat adalah betapun buruknya lembaran kemarin selalu ada lembaran putih dan bersih hari ini. Oleh karena itu tulislah lembaran hari ini dengan kisah yang menarik. Anggap hari ini adalah lembaran terakhir sehingga buku Anda berakhir dengan happy end.

Pagi itu Sophie berdiri di depan kelas dan menulis angka kesukaannya pada papan tulis: 1.168
Kemudian ia berpaling menghadap ke para mahasiswanya yang bersemangat. “Siapa yang dapat mengatakan pada saya, ini nomor apa?”
Dari baris belakang seorang pemuda berkaki panjang mengangkat tangannya, “Itu angka phi”. Dia melafalnya fi.
“Bagus, ‘Ukasyah” ujar Sophie. “Semuanya, kenalkan ini phi.”
“Angka phi ini, ” Sophie melanjutkan, “adalah angka yang sangat penting dalam seni. Siapa yang dapat mengatakan mengapa?”
‘Ukasyah mengangkat tangannya lagi, “Karena angka itu cantik.” Semua orang pun tertawa.
“Sebenarnya,” kata Sophie, “‘Ukasyah benar. phi adalah angka tercantik di dunia ini.”
Tawa itu langsung berhenti, dan ‘Ukasyah pun merasa pongah. Sophie kemudian menjelaskan bahwa phi diperoleh dari deret Fibonacci berikut:
1-1-2-3-5-8-13-21-34-55-89-144-233-377-610-987-1597-2584…
Karakteristik deret ini adalah setiap angka terdiri atas jumlah dua angka sebelumnya. Jika satu angka dalam deret tersebut dibagi dengan angka sebelumnya, maka diperoleh jumlah yang sangat dekat satu sama lain. Bahkan setelah urutan ke-12 dalam seri, proporsi ini adalah tetap.
233/144 = 377/233 = 610/377 = 987/610 = 1597/987 = 2584/1597 = 1.168 phi!
“Terlepas dari asal matematis phi yang tampak mistis,” Sophie menjelaskan, “aspek menggelitik akal sesungguhnya adalah perannya sebagai dasar dari balok bangunan dalam alam. Tumbuhan, hewan dan bahkan manusia memiliki sifat dimensional yang melekat dengan keakuratan pada rasio phi banding 1. Keberadaan phi yang tersebar di alam membuat ilmuwan terdahulu menganggap bahwa angka phi pastilah telah ditakdirkan oleh Sang Pencipta alam ini. Seniman Renaissance menyebarluaskan 1,618 banding 1 sebagai Proporsi Agung, Divine Proportion.”
“Tunggu dulu,” kata seorang gadis dari barisan depan. “Saya jurusan Biologi di SMU dan saya tidak pernah melihat Proporsi Agung dalam alam.”
“Tidak?” Sophie tersenyum. “Pernah belajar hubungan antara betina dan jantan dalam komunitas lebah madu?”
“Tentu, lebah betina selalu berjumlah lebih banyak daripada lebah jantan.”
“Benar. Dan tahukah jika kamu membagi jumlah lebah betina dengan jumlah lebah jantan di setiap sarang lebah di dunia ini, kamu akan mendapatkan hasil yang sama?”
“Benar?”
“Ya, phi.”
Gadis itu terkesiap, “Tidak mungkin!”
“Mungkin saja!” Sophie balas berteriak sambil tersenyum mematikan lampu dan menampilkan slide kerang laut spiral. “Kenal ini?”
“Itu sebuah Nautilus,” kata gadis jurusan Biologi lagi.
“Benar. Dan dapatkah kamu menebak berapa rasio setiap diameter spiral ke spiral berikutnya?”
Gadis itu tampak tak yakin ketika melihat lengkung-lengkung konsentris dari kerang Nautilus itu.
Sophie mengangguk. “Phi. Proporsi Agung 1,618 banding 1.”
Gadis itu tampak tercengang.
Sophie melanjutkan dengan slide berikutnya, sebuah tampak dekat dari sebuah kepala biji bunga matahari. “Biji bunga matahari tumbuh melawan arah spiral. Kamu dapat menebak rasio dari setiap diameter rotasi ke rotasi berikutnya?”
“Phi?” semua berkata.
“Tepat sekali.” Sophie kemudian memperlihatkan slide bunga cemara berspiral, susunan daun pada tumpukan tumbuhan, segmentasi serangga. Semuanya memperlihatkan kepatuhan yang mengagumkan.
“Ya,” seorang mahasiswa berkata, “tapi apa hubungannya dengan seni?”
“Aha!” kata Sophie. “Senang kamu bertanya begitu.” Dia menampilkan slide gambar seorang lelaki di dalam sebuah lingkaran, The Vitruvian Man karya Leonardo Da Vinci yang terkenal.
“Tak seorang pun mengerti lebih baik daripada Da Vinci tentang proporsi agung dalam tubuh manusia. Dialah orang pertama yang memperlihatkan bahwa tubuh manusia betul-betul terbuat dari bagian-bagian yang rasio proporsionalnya selalu sama dengan phi.”
Semua yang berada di kelas itu menatapnya ragu.
“Kalian tidak percaya?” Sophie menantang. “Lain kali jika kalian mau mandi, bawa pita meteran dan kalkulator. Cobalah ukur jarak dari puncak kepalamu ke lantai. Kemudian bagi dengan jarak dari pusar ke lantai. Tebak, angka berapa yang kamu dapat?”
“Ya, phi!” Sophie menjawab sendiri pertanyaannya. “Mau contoh lain? Ukur jarak dari bahu ke ujung jarimu, kemudian bagi dengan jarak dari siku ke ujung jarimu. Phi lagi. Yang lain? Paha ke lantai, dibagi dengan lutut ke lantai. Phi lagi. Ruas jari. Jemari kaki. Divisi tulang belakang. Phi phi phi. Saudara-saudara, masing-masing kalian merupakan penghormatan berjalan terhadap Proporsi Agung.”
Bahkan dalam kegelapan, Sophie dapat melihat semuanya tercengang. Dia merasakan kehangatan yang sudah biasa di dalamnya. Karena itulah dia suka mengajar.

Pernahkah Anda lupa meletakkan kunci kendaraan? atau kacamata yang lupa ditaruh dimana? padahal setelah ketemu ternyata hanya diletakkan di kendaaraan dan kacamata dipakai sendiri masih dicari. Lupa sering dikonotasikan dengan sifat yang negatif, orang yang mudah lupa sering dianggap pikun. Namun lupa tidak selalu menjadi hal yang menyebalkan. Dalam tulisan ini saya justru mengajak Anda untuk belajar lupa.
Kebanyakan manusia sering mengingat apa yang harus dilupakan dan melupakan apa yang harus dingat. Pertanyaan yang muncul adalah apa yang harus Anda lupakan? Lupakanlah kata-kata yang menyakitkan yang pernah ditumpahkan kepada Anda baik dalam kondisi disengaja ataupun tidak disengaja, kata-kata dan sikap yang melukai hati yang bersifat untuk menggembleng pertumbuhan jiwa Anda maupun kata-kata dan sikap penghinaan, kata-kata yang kasar dan menusuk lubuk hati yang terdalam. Fohgedebaudid!
Melupakan kata-kata dan sikap yang menyakitkan tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Langkah untuk belajar melupakan adalah memaafkan. Membuka pintu maaf dalam diri akan membuat Anda melupakan semua peristiwa yang menyakitkan ini. Menyimpan dan mengingat terus semua hal yang menyakitkan hanya akan menjadi duri dalam jiwa Anda yang mendatangkan penderitaan dan akhirnya yang rugi adalah diri Anda sendiri.
Ketika kata-kata yang menyakitkan itu meluncur dari mulut seseorang, itu sudah bagaikan jarum yang meluncur dan menusuk hati Anda. Lalu Anda lakukan lagi aksi menyimpan semua kata-kata yang menyakitkan itu ibaratnya Anda sudah jatuh ditimpa tangga pula.
Begitulah, segala yang berlalu biarlah berlalu. Kita belajar untuk melupakannya dan memaafkannya. Kembali membuka lembaran baru dengan tunas-tunas kebahagiaan yang siap merekah.

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Mengetahui gaya belajar belum tentu membuat Anda menjadi lebih pintar, tapi Anda akan dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Pada dasarnya setiap individu menggunakan semua indera dalam menyerap informasi. Gaya belajar muncul karena dorongan potensi atau kemampuan yang dominan pada diri Anda yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Terdapat tiga macam gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam menyerap informasi. Ketiga gaya belajar tersebut adalah visual, auditory dan kinestestik.
Auditory adalah gaya belajar yang memanfaatkan kemampuan “pendengarannya” sebagai cara belajar yang disukainya. Beberapa ciri auditory learner antara lain:
- Lebih suka mendengarkan dosen menjelaskan secara lisan
- Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok atau kelas
- Mengenal banyak sekali lagu dan dapat menirukannya secara tepat dan komplit
- Suka berbicara
- Kurang suka tugas membaca (dan pada umumnya bukanlah pembaca yang baik)
- Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
- Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis
- Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya, seperti: hadirnya siswa baru, adanya papan pengumuman yang baru, dll.
- Melirik ke kiri dan kanan ketika mencoba mengingat sesuatu
- Mengucapkan tulisan ketika membaca
- Mudah terganggu oleh keributan
- Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
Visual adalah gaya belajar yang lebih banyak memanfaatkan “penglihatan”. Beberapa karakteristik visual learner adalah:
- Lebih suka melihat dosen menjelaskan secara tulisan/gambar berwarna-warni dan memperhatikan ekspresi dosen
- Saat petunjuk untuk melakukan sesuatu diberikan, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru dia sendiri bertindak
- Cenderung menggunakan gerakan tubuh untuk mengekspresikan atau mengganti sebuah kata saat mengungkapkan sesuatu
- Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain
- Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
- Biasanya dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut atau ramai tanpa merasa terganggu
-
Lebih suka belajar dengan cara membaca daripada mendengarkan penjelasan dosen
-
Berbicara dengan cepat
-
Melirik ke atas ketika mencoba untuk mengingat sesuatu
-
Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar
-
Mementingkan penampilan dan teliti terhadap detail
Kinestestik adalah gaya belajar yang memanfaatkan “fisiknya” sebagai alat belajar yang optimal. Beberapa karakteristiknya adalah:
Lain gaya belajar, lain lagi gaya berpikir. Ini juga menarik, insyaAllah akan dibahas pada posting berikutnya. Selamat mengenali gaya belajar Anda dan memanfaatkannya!

Salah satu amal ibadah yang banyak dilakukan umat Islam di bulan Ramadhan adalah membaca Al-Quran. Mungkin Anda termasuk yang berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Quran minimal satu kali dalam bulan Ramadhan. Jika benar Anda telah mengkhatamkan Al-Quran bisakah Anda menjawab pertanyaan berikut: Benarkah ada 6.666 ayat dalam Al-Quran? Mana ayat yang terpanjang dan mana ayat yang terpendek?
Bukan pertanyaan yang penting memang, tapi apakah Anda percaya begitu saja bahwa ada 6.666 ayat dalam Al-Quran? Yang perlu Anda lakukan hanya menjumlahkan ayat-ayat dari 114 surat yang ada di dalam Al-Quran. Kemudian melihat ulang apakah Shaad, Qaaf atau Nuun itu satu ayat atau bagian dari ayat yang lebih panjang?
Apakah Anda akan menerima tantangan ini atau hanya akan menunggu seseorang melakukannya dan memberitahukannya kepada Anda. Pantaskah Anda mengatakan bahwa Anda telah mengkhatamkan Al-Quran tetapi tidak mengetahui bahwa sebenarnya ada 6.236 ayat dalam Al-Quran? Bahwa Shaad, Qaaf atau Nuun itu bukanlah satu ayat?

Setiap kali datang bulan Ramadhan maka setiap Muslim yang taat pasti akan merasakan betapa nikmatnya beribadah di bulan ini. Terlebih lagi apabila datang detik-detik menjelang berbuka puasa. Maka, bertambahlah kenikmatan itu tatkala sebutir kurma yang masih segar (ruthab) dan seteguk air melewati kerongkongan yang seharian naik turun karena menahan haus dan lapar.
Mengapa Rasululullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umat Islam berbuka dengan kurma, sebelum shalat Maghrib?
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ بِالتَّمْرِ فَإْنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالْمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُوْرٌ
Dari Salman ibn ‘Aamir, Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada maka dengan air karena air itu bersih dan suci. (HT. Abu Daud dan Tirmidzi)
“Rasulullah pernah berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka beliau memakan tamar (kurma kering) dan kalau tidak ada tamar, maka beliau meminum air, seteguk demi seteguk” [HR. Abu Dawud no. 2356]
Hadits di atas mengandung pelajaran berharga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat. Hal ini merupakan cara pengaturan yang sangat teliti, karena puasa itu mengosongkan perut dari makanan sehingga liver tidak mendapatkan suplai makanan dari perut dan tidak dapat mengirimnya ke seluruh sel-sel tubuh. Padahal rasa manis merupakan sesuatu yang sangat cepat meresap dan paling disukai liver apalagi kalau dalam keadaan basah. Setelah itu, liver pun memproses dan melumatnya serta mengirim zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.
Kurma lebih unggul dari makanan lain yang mengandung gula. Hal ini juga didukung bukti, yaitu segelas air yang mengandung glukosa akan diserap tubuh dalam waktu 20-30 menit, tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45-60 menit. Maka, orang yang makan cukup banyak kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan ini juga kaya dengan serat.
Tiap-tiap sesuatu dapat dicari penggantinya kecuali usia. Dan tiap-tiap sesuatu bila telah lenyap, adakalanya dapat dikembalikan melalui suatu jalan atau lainnya kecuali usia. Karena apa yang telah berlalu dari usia tidak dapat dikembalikan dan ia pergi untuk selamanya. Apa yang sudah berlalu dari usia, berarti lenyap. Apa yang diharapkan masih belum pasti, dan bagimu hanyalah saat sekarang yang sedang dijalani.
Ibnu Abbas ra telah menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Ada dua nikmat yang keduanya memperdaya kebanyakan manusia, yaitu sehat dan waktu luang.” (HR. Muslim)
Hal yang paling menyia-nyiakan usia adalah melakukan kedurhakaan. Ulama salaf yang shaleh sangat antusias dalam memelihara usia dan menggunakan sebaik-baiknya. Apabila menggunakan usianya untuk maksiat, berarti lenyaplah dunia dan akhiratnya. Semoga Allah melindungi kita dari kedurhakaan.
Sesungguhnya ulama salaf dahulu menjauhi banyak hal yang diperbolehkan karena khawatir terjerumus ke dalam hal yang dimakruhkan. Berbeda dengan kita sekarang, sesungguhnya kita tidak ragu lagi mengerjakan kedurhakaan, bukan lagi sekadar hal-hal yang diperbolehkan. Semoga Allah mengampuni kita semua.
Orang-orang yang menyia-nyiakan umurnya dalam kehidupan di dunia, dan durhaka kepada Allah Ta’ala dan tidak mau bertaubat, maka hanya kebinasaan ketika nanti di akhirat, dan tidak ada lagi pintu taubat baginya.
Kita datang dan pergi untuk keperlulan kita
dan keperluan orang hidup itu tiada habisnya
akan berhentilah keperluan seseorang dengan kematiannya
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka istiqamah maka tidak ada kekhawatiran pada mereka dan mereka tiada berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS 46:13-14)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, kesucian dan ketakwaan yang ada dalam jiwa harus senantiasa dipertahankan oleh setiap muslim. Hal ini disebabkan kesucian dan ketakwaan ini bisa mengalami penurunan, atau bahkan hilang sama sekali. Namun ada beberapa kiat yang membuat seorang muslim bisa mempertahankan nilai ketakwaan dalam jiwanya, bahkan mampu meningkatkan kualitasnya. Beberapa kiat tersebut adalah muraqabah, mu’ahadah, muhasabah, mu’aqabah dan mujahadah.
Muraqabah adalah perasaan seorang hamba akan kontrol ilahiah dan kedekatan dirinya kepada Allah. Hal ini diimplementasikan dengan mentaati seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya, serta memiliki rasa malu dan takut, apabila menjalankan hidup tidak sesuai dengan syariat-Nya. “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS 57 : 4)
Mu’ahadah yang dimaksud di sini adalah keteguhan seorang pada nilai-nilai kebenaran Islam. Hal ini dilakukan kerena ia telah berikrar di hadapan Allah SWT. Ada banyak ayat yang berkaitan dengan masalah ini, di antaranya adalah: “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS 16: 91)
Muhasabah adalah usaha seorang hamba untuk melakukan perhitungan dan evaluasi atas perbuatannya, baik sebelum maupun sesudah melakukannya. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 59 : 18)
Mu’aqabah adalah pemberian sanksi oleh seseorang muslim terhadap dirinya sendiri atas keteledoran yang dilakukannya. “Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (QS 2 : 179)
Mujahadah adalah optimalisasi dalam beribadah dan mengimplementasikan seluruh nilai-nilai Islam dalam kehidupan. “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya…” (QS 22 : 77-78)
Inilah lima langkah yang harus dimiliki oleh seorang muslim yang ingin mempertahankan nilai keimanan, yang ingin bertahan dan istiqamah di puncak ketakwaannya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa istiqamah yang dijanjikan surga-Nya.

Menonaktifkan akun Facebook mungkin menjadi salah satu keputusan terbaik yang pernah Anda lakukan untuk memiliki kehidupan yang lebih produktif dan masa depan yang lebih baik. Jika Anda ingin menaikkan produktivitas dan mengurangi kekacauan dalam hidup Anda, cobalah menonaktifkan atau menghapus Anda Facebook dan lihat bagaimana kelanjutannya.
Sama seperti email, Facebook telah berubah menjadi sebuah situs yang kita klik untuk setiap kali kita terganggu, ketika kita sedang menghadapi beberapa tugas berat, ketika kita mencoba untuk menunda sesuatu, atau ketika kita sedang mencari pelampiasan emosional. Tidak apa-apa jika kita sadar akan hal itu, tetapi jika kita tidak, dengan mudah dapat berubah menjadi klik berulang, di mana Anda kirim komentar, pergi ke profil berikutnya, posting komentar lain, kembali ke profil Anda, update status Anda. Ketika Anda selesai, seseorang telah membalas komentar Anda dan sekarang giliran Anda untuk menjawab.
Seluruh proses sebenarnya dapat berlangsung tidak lebih dari 10-15 menit, tetapi sebagian besar dari kita memeriksa Facebook lebih sering dari yang kita sadari. Katakanlah jika Anda melakukannya satu jam sekali di tempat kost (saya melihat beberapa mahasiswa tampak online sepanjang waktu) akan menghabiskan 1,5-2 jam dari satu hari kerja, atau hampir 15-25% dari jam belajar Anda!
Setelah Anda menonaktifkan atau menghapus akun Anda, pastikan Anda segera mengganti kelebihan waktu atau energi ekstra ke aktivitas produktif. Ini akan membantu membentuk pola kebiasaan positif. Jangan gunakan waktu itu ke beberapa outlet lain seperti Twitter atau membaca blog. Itu hanya bergerak dari satu lubang ke lubang lain dan itu tidak akan memecahkan masalah.