Menangis Tertawa   Leave a comment

Rasulullah Saw bersabda, “Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang melakukan dosa dalam keadaan tertawa akan dimasukkan ke dalam neraka dalam keadaan menangis dan orang yang melakukan ketaatan dalam keadaan menangis akan dimasukkan oleh Allah ke surga dalam keadaan tertawa.

Kalau kita amati dengan seksama, banyak orang yang begitu antusias menyongsong dunia sedangkan hakikat dunia yang sedang disongsongnya itu, dengan sangat meyakinkan, sedang berproses meninggalkan diri mereka.

Banyak pula orang yang membelakangi akhiratnya. Padahal setiap diri, pada hakikatnya, mereka sedang menuju dan menyongsongnya. Rasulullah Saw bersabda,

”Manusia yang paling cerdas ialah yang terbanyak mengingat kematian dan yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas, dan mereka akan pergi ke Akhirat dengan membawa kemuliaan Dunia dan kemuliaan Akhirat. (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim)

Ketika seseorang telah menjatuhkan pilihannya dan kemudian menindaklanjutinya dalam bentuk perbuatan, maka pilihan dan perbuatannya itu lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Selanjutnya kebiasaan itu, secara terus-menerus, berproses di dalam dirinya hingga membentuk kepribadiannya.

Kepribadian seseorang itu sangat dipengaruhi oleh nilai yang diserapnya melalui penghayatan yang kemudian membentuk visi pribadinya yang kemudian mengendap ke wilayah kalbunya. Visi yang mengendap itu kemudian membentuk suasana kejiwaannya, yang secara keseluruhan wujud dalam bentuk mentalitas yang disebut sikap.

Sikap tersebut terus berproses dalam diri seseorang sejalan dengan realitas aktual yang dihadapinya dan seterusnya mengalir ke wilayah fisik hingga melahirkan tindakan atau perbuatan. Ketika sikap dan tindakanya menjadi dominan, maka secara akumulatif mempengaruhi kehidupannya hingga membentuk citra dirinya.

Atas dasar itu, seseorang bisa jadi akan tertawa terbahak-bahak ketika ia melakukan dosa dikarenakan citra dirinya sebagai pendosa telah membuatnya merasa senang dan bahkan bangga berlumur dosa. Dia akan kehilangan kepekaan emosinya terhadap nilai-nilai kebaikan. Pada umumnya orang yang merasa senang dan bangga dengan kemaksiatan yang dilakukannya akan mengalami kesukaran untuk membebaskan diri dari perbuatan dosa.

Ketika seseorang atau sebuah masyarakat sudah sampai ke tingkat berbangga dengan kemaksiatan yang dilakukannya, maka azab Allah pasti akan menerjangnya dengan amat dahsyat, yang mengakibatkan dirinya dilanda penyesalan untuk selama-lamanya. Firman-Nya:

يَوْمَتُقَلَّبُوُجُوهُهُمْفِيالنَّارِيَقُولُونَيَالَيْتَنَاأَطَعْنَااللَّهَوَأَطَعْنَاالرَّسُولَا﴾٦٦﴿وَقَالُوارَبَّنَاإِنَّاأَطَعْنَاسَادَتَنَاوَكُبَرَاءنَافَأَضَلُّونَاالسَّبِيلَا﴾٦٧﴿رَبَّنَاآتِهِمْضِعْفَيْنِمِنَالْعَذَابِوَالْعَنْهُمْلَعْنًاكَبِيرًا﴾٦٨﴿

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balik di Neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya, andai kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul.’ Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu meraka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan besar.” (QS. Al-Ahzab [33] : 66-68)

Sebaliknya, orang yang pilihannya jatuh pada ketaatan kepada kehendak-kehendak-Nya dan ketaatan itu telah membentuk kepribadiannya yang khas, maka ia akan menjadi orang shalih, pribadi yang konsisten dalam menjalankan aturan agama Allah. Apa pun resiko yang diterimanya ia akan tetap berada dalam ketaatan.

Meskipun resiko yang dia tanggung akibat ketaatannya itu menyebabkan dirnya harus berderai air mata karena kesedihan yang dideritanya. Namun, ia tetap bergeming dalam ketaatan kepada-Nya.

Keteguhannya itu diperkokoh dengan keyakinan akan pembalasan Allah yang sangat baik di Akhirat kelak.

“Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati”.

“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) Surga dan (pakaian) sutera, di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon Surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya”.

“Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam Surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (yang didatangkan dari) sebuah mata air Surga yang dinamakan salsabil”.

“Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di sana (Surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar “.

“Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). Kafur ialah nama suatu mata air di Surga yang airnya putih dan baunya sedap serta enak sekali rasanya.” (QS. al-Insan [76] : 5-22)

 

Posted April 16, 2014 by abdill01 in Lifestyle, Sunnah

Soal Latihan No. 3   Leave a comment

Estimate how many electrons there are in your body. Make any assumptions you feel are necessary, but clearly state what they are. (Hint: Most of the atoms in your body have equal numbers of electrons, protons, and neutrons.) What is the combined charge of all these electrons?

Perkirakanlah berapa banyak elektron yang ada dalam tubuh Anda. Buatlah sebarang anggapan yang Anda rasakan perlu, tetapi nyatakanlah secara jelas apa anggapan tersebut. (Petunjuk: Kebanyakan atom dalam tubuh Anda mempunyai jumlah elektron, proton dan neutron yang sama.) Berapakah muatan gabungan dari semmua elektron ini?

Anggaplah lebih dari 80% tubuh mahasiswa mengandung air. Molekul air (H2O) terdiri atas 2 atom hidrogen dan  1 atom oksigen. Hidrogen memiliki nomor atom 1 dan nomor massa 1. Oksigen memiliki nomor atom 8 dan nomor massa 16. Sehingga jumlah elektron molekul air 10, dan massa molekul air 18.

Anggaplah massa tubuh anak kost 60 kg, sehingga jumlah molekul air dalam 60 kg adalah 60 x  6,02 x 10^23 / 18 x 10^-3 = 2 x 10^27.

Jumlah elektron Ne adalah jumlah elektron molekul air Z dikalikan jumlah molekul air Na.

Ne  = ZNa = (10 elektron/molekul)(2 x 10^27 molekul) = 2 x 10^28 elektron

Muatan total elektron adalah jumlah elektron dalam tubuh manusia Ne dikalikan dengan muatan sebuah elektron −e.

Q  = Ne(−e) = (2 x 10^28 )(-1,6 x 10^-19) = -3,2 x 10^9 C.

Silakan periksa di kunci jawaban.

Posted March 1, 2014 by abdill01 in Words

Cara Menghitung Jumlah Atom   Leave a comment

Struktur atom dapat dideskripsikan sebagai gabungan dari tiga partikel, yakni elektron yang bermuatan negatif, proton yang bermuatan positif dan neutron yang tak bermuatan. Proton dan neutron adalah gabungan dari entitas lain yang dinamakan quark, yang memiliki muatan ± 1/3 dan  ± 2/3 kali muatan elektron. Untuk menghitung jumlah atom yang terdapat pada sebuah material, Anda memerlukan tabel periodik unsur. Nomor atom yang tercantum di atas simbol setiap unsur menyatakan jumlah elektron yang terdapat pada sebuah atom unsur itu. Jumlah elektron ini sama dengan jumlah proton dan jumlah neutron yang membentuk inti atom.

Untuk setiap unsur, massa atom rata-rata unsur tersebut adalah gabungan dari isotop-isotop yang terdapat di alam. Semua massa atom dinyatakan dalam satuan massa atom (1 sma = 1,66 x 10-27kg) yang ekuivalen dengan g/mol. Perhatikan bahwa nilai 1 sma diperoleh dari konstanta Avogadro 6,02 x 10-23molekul/mol.

Misalnya, Anda ingin menghitung jumlah atom dalam sebuah bola timah hitam kecil yang massanya 8 g. Pertama konversi dulu massa atom timah hitam ke dalam satuan kg menjadi 0,008. Karena nomor massa timah hitam (Pb) adalah 207, maka massa sebuah atom timah hitam adalah 207 x 1,66 x 10-27kg = 3,44 x 10-25kg. Sekarang dapat dihitung jumlah atom dalam bola timah hitam adalah 0,008/3,44 x 10-25 = 2,33 x 1022 atom.

Posted February 27, 2014 by abdill01 in Science

Dunia Elektron yang Menakjubkan   Leave a comment

Sebuah atom, terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, terdiri atas inti dan elektron yang berputar di sekitar inti. Proton merupakan inti bermuatan positif dan neutron tidak bermuatan, inti itu sendiri selalu bermuatan positif. Sedangkan elektron yang berputar di sekitar inti sebanyak satu juta kali putaran per detik ini selalu bermuatan negatif. Salah satu karakteristik terpenting yang membuat atom begitu menakjubkan adalah putaran dari electron yang tanpa henti.

Elektron dalam atom, yang tidak pernah berhenti berputar sejak saat penciptaan mereka, terus berputar tanpa terputus dengan kecepatan yang sama, tidak peduli berapa banyak waktu berlalu atau dari bagian apa substansi mereka. Setiap atom memiliki jumlah elektron yang berbeda. Misalnya, hanya ada 1 elektron dalam atom hidrogen, 2 elektron dalam atom helium dan 92 elektron dalam atom uranium.

Elektron-elektron tersebut berputar pada tujuh orbit yang terpisah. Dalam atom yang berat, sekitar 100 elektron didistribusikan di antara tujuh orbit tersebut. Sejumlah elektron berputar dengan kecepatan luar biasa pada orbit yang sama, atau bahkan ada elektron yang menyeberang antar orbit, tetapi mereka tidak pernah bertabrakan.

Hal ini adalah salah satu aspek yang paling menakjubkan dari elektron. Tak ada satupun dari seratus atau lebih elektron pada tujuh orbit berbeda, yang berputar satu juta kali tiap detiknya, yang pernah bertabrakan dengan elektron yang lain, berhenti berputar atau putarannya menjadi lambat. Setiap elektron masing-masing mengontrol gerakannya yang menakjubkan itu agar tetap pada jalannya sendiri, dalam harmoni yang menakjubkan, dan telah melakukannya sejak penciptaan alam semesta.

Ada hal lain yang menakjubkan di sini. Agar elektron dapat berputar pada orbit yang berbeda mereka harus memiliki massa yang berbeda, seperti planet-planet. Tapi anehnya semua elektron memiliki besaran massa dan muatan yang sama. Hal inilah yang hingga saat ini belum diketahui mengapa tingkat energi dari partikel-partikel identik ini berbeda dan mengapa mereka berputar dalam orbit yang berbeda (padahal massa dan ukurannya sama).

Elektron menempati tempat mereka di orbitnya dengan suatu perintah khusus dan berpindah tempat bila perlu, juga dengan cara yang sama. Mereka terlindungi secara special, maka dengan demikian mereka tidak pernah berbenturan, karena pada hakikatnya mereka berada di bawah kendali tunggal dari Allah Yang Maha Kuasa, yang menciptakan dan selalu mengawasi mereka setiap saat.

Setiap atom telah diciptakan lebih dari 15 miliar tahun yang lalu dan sampai saat ini masih tetap patuh menjalankan aturan sama yang menakjubkan tersebut. Selama 15 miliar tahun, tidak ada satupun elektron berputar pada orbit yang salah, tak ada satupun yang merubah kecepatan atau bertabrakan dengan elektron yang lain, karena setiap elektron berada dalam pengetahuan Tuhan kita dan setiap elektron bergerak atas perintah-Nya.

Itu sebabnya, jika dikaji dari sisi pengetahuan dan penciptaan, mulai dari galaksi raksasa hingga ke dunia yang tak terlihat di dalam atom, semuanya adalah satu dan sama. Mereka semua ada karena Allah hanya mengatakan kepadanya: kun (jadilah), maka jadilah ia.

Source:  Seruan kepada Kebenaran

Posted February 6, 2014 by abdill01 in Science

Resolusi Tahun Baru   1 comment

Tak semua orang cocok dengan resolusi tahun baru. Saya adalah salah satu contohnya. Sejak zaman kuliah, saya sudah coba membuatnya. Tapi hasilnya sama saja, bukannya tercapai malah tiap akhir tahun selalu dibebani rasa bersalah, merasa desperate.

Pertanyaannya, bagaimana dengan target tahun ini? Apakah ditingkatkan atau sama dengan sebelumnya? Kalau ditingkatkan, apa tak jadi beban? Target sebelumnya saja belum tercapai, masak ditambah terus? Kalau dibuat sama dengan tahun sebelumnya, berarti saya tak maju-maju, jalan di tempat. Hmm…

Tapi saya tetap membuatnya. Bukankah hidup ini harus terus maju, meningkat dan berkembang. Belakangan saya baca tulisan Stephen Shapiro, judulnya Goal Free Living, artinya kira-kira: hidup tanpa tujuan? Ternyata hanya 8% orang di Amerika yang sukses mencapai target resolusi yang telah dibuatnya. Banyak orang di Amerika merasa desperate dengan resolusi yang telah dibuatnya.

Ada cerita tentang seorang pria yang begitu semangat ingin berolah raga di pusat kebugaran tepat tanggal 1 Januari. Ia telah membuat resolusi untuk rutin berolah raga setiap hari. Tapi, semangatnya itu terhalang oleh sulitnya mencari parkir di halaman pusat kebugaran tersebut. Akhirnya ia memarkir mobilnya 2 blok dari lokasi. Ketika ia komplain kepada manajer pusat kebugaran, ia mendapatkan jawaban enteng, “Datang saja 2 minggu lagi. Biasanya gym ini sangat penuh di awal tahun baru. Setelah 2 minggu akan kembali normal”.

Begitulah yang terjadi pada kebanyakan kita. Semangat hanya di awal: hot-hot chicken shit! Sebelumnya saya pun termasuk di antara orang banyak itu. Saya selalu membuat resolusi yang lengkap dan seimbang. Meliputi aspek bisnis, keuangan, sosial, mental, spiritual, keluarga, dan kesehatan. Biasanya di bulan kedua semua janji itu rontok satu per satu. Di penghujung tahun berakhir dengan rasa bersalah dan desperate.

Shapiro menawarkan sesuatu yang unik tapi masuk akal. Ketimbang membuat resolusi yang sulit dicapai, ia menawarkan membuat tema. Buatlah tema yang luas, yang tidak spesifik tapi menggairahkan, membangkitkan antusiasme dan semangat. Tema yang sesuai dengan passion dan gelora hati kita. Sesuatu yang dapat membuat kita rela berkorban deminya.

Tahun lalu tema saya adalah “menikmati hidup sekadarnya sambil terus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian”. Memang tidak spesifik. Namun kalau saya lihat ke belakang, alhamdulillah saya mulai berubah. Indikatornya adalah, tidak panjang angan-angan dan meninggalkan semua yang tidak bermanfaat untuk kebaikan di akhirat.  Saya tidak menyesal lagi dengan resolusi yang gagal dicapai seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya tidak mengatakan mana yang lebih baik atau lebih buruk. Saya hanya mengatakan bahwa saya sering gagal dengan resolusi tapi merasa nyaman dengan membuat tema.

Posted January 1, 2014 by abdill01 in Lifestyle

Kenapa Engkau Menyukai Nyanyian?   Leave a comment

Saudara dan saudariku yang semoga dirahmati Allah Ta’ala
Malam ini aku ingin berterus-terang dan berbicara terbuka kepadamu.

Sudah berapa panjang jalan yang telah kita tempuh. Berapa hitungan siang dan malam kita lalui dan berapa lagi tersisa kehidupan kita… tidakkah pantas kita untuk sejenak saja berterus-terang dan berbicara dengan terbuka, dengan penuh kelembutan dan bahasa yang penuh ukhuwwah dan cinta karena Allah?

Saudara dan saudariku,

Aku berharap kalian mau meluangkan waktu sejenak untuk membaca tulisan ini, beri aku waktu sedikit saja untuk menjawab beberapa pertanyaan beberapa orang saudara dan saudari kita seputar musik dan nyanyian.

Kalau ada yang tidak siap untuk membaca tulisan ini sekarang, silahkan print tulisan ini dan bacalah diwaktu lain, ketika engkau seorang diri dan sedang berpikiran jernih.

Saudaraku .. saudariku..yang mendengarkan nyanyian dan musik, huruf-hurufku menyerumu dengan penuh harap. Jangan katakan “Tidak ada gunanya sekalipun engkau berulangkali menasehati kami!” Tapi dengan penuh keyakinan katakanlah, “Ya, kami akan mendengarkan panggilan kebenaran.” Sejatinya seorang berakal itu adalah orang yang membenarkan kebenaran dan menerimanya, sedangkan orang bodoh adalah orang yang menutup matanya dari kebenaran serta menolaknya.

Dan ketahuilah saudara dan saudariku, kebenaran itu bukanlah perkataanku, atau pendapatmu atau perbuatan guru dan ustadz..tapi kebenaran yang sesungguhnya ada pada Kitabullah dan Hadits-hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama yang shohih sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat beliau.

Maka sebelum engkau membaca tulisan ini, luruskan niat untuk mencari kebenaran, bersihkan akal-pikiran dari keangkuhan dan kesombongan iblis, hapuskan dari hati tabir taklid dan fanatisme, mari junjung tinggi Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama di atas segalanya.

Jika tidak, tutup saja halaman ini dan tidak perlu bersusah-payah untuk mengolah kata dan bersilat lidah di sini, karena itu hanya akan membuat hati keras dan membuka pintu-pintu keburukan.

Baiklah, mari kita mulai.

Saudara dan saudariku ..tidakkah engkau perhatikan bahwa barangkali salah seorang darimu mendengarkan sekumpulan nyanyian selama beberapa jam berturu-turut. Kadang tubuhnya bergoyang, kepalanya menggeleng-geleng atau terangguk-angguk bersama alunan music dan nyanyian yang ia dengar dan barangkali emosinya ikut larut bersama nyanyian-nyanyian tersebut. Akan tetapi pada saat yang sama sangat berat baginya untuk setengah jam saja bersama Kitabullah, padahal ia adalah obat bagi penyakit yang ada di dalam dada, petunjuk dan rahmat. Padahal ia adalah kitab yang diturunkan dari langit, semuanya adalah berkat, cahaya dan kebaikan!

Pernahkah engkau bertanya pada dirimu, “Kenapa nyanyian itu begitu indah dan nikmat  bagimu, sementara teramat berat bagimu untuk duduk merenungi Al-Qur’an?

Mungkin engkau akan katakan, karena hidup ini ada seninya, music itu bagian dari seni. Atau mungkin engkau akan mengatakan, karena nyanyian itu indah dan Allah itu mencintai keindahan??

Saudaraku, saudariku! Siapkah engkau mempertanggung jawabkan perkataanmu yang terakhir dihadapan Allah? Ketika engkau mengatakan “Nyanyian itu indah dan bukankah Allah mencintai keindahan?”. Apakah Allah yang mengatakan kepadamu bahwa Ia mencintai music dan nyanyian? Bukankah khomar, zina atau maksiat lainnya juga indah dan nikmat menurut pelakunya? Beranikah engkau mengatakan seperti apa yang engkau katakan sebelumnya??

Bukan itu sebenarnya duhai saudara dan saudariku ..

Jawaban yang sebenarnya adalah karena Allah Ta’ala berfirman,

وزين لهم الشيطان أعمالهم

Dan setan menjadikan indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka itu”.[1]

Inilah dia yang sebenarnya, dan karena inilah aku ingin berbicara terbuka dan berterus-terang kepadamu.

Saudaraku dan saudariku tercinta, musibah jika kita menipu diri kita sendiri, dan musibah yang lebih besar lagi jika kita bayangkan pada diri kita bahwa tipu-daya ini adalah kelebihan dan keutamaan padahal kelebihan dan keistimewaan nyanyian itu adalah kerasan, kegelisahan, kehampaan. Bahkan rasa sesak dan himpitan jiwa, karena ia menjauhkan dan memalingkanmu dari banyak mengingat Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami kumpulkan ia di hari kiamat dalam keadaan buta”.[2]

Nyanyian saudaraku hakekatnya adalah penyesalan dan kepedihan, sekalipun ada rasa puas, dan nikmat  tapi itu adalah semu fatamorgana setan.

Dengarkan perkataan Allah ini kepada Iblis yang dilaknat,

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka[3].

Imam Ibnu Katsir berkata di dalam kitab tafsirnya menafsirkan ayat ini, “firman-Nya (dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan (suaramu) ajakanmu) dikatakan maksudnya adalah nyanyian. Mujahid berkata, “Yaitu dengan permainan dan nyanyian, yaitu hasunglah mereka dengannya.”

Imam Ibnul Qoyyim menegaskan, “Dan diantara tipu daya musuh Allah dan jerat-jeratnya kepada orang yang sedikit ilmu, akal dan agama serta dengannya ia menjerat hati orang-orang yang jahil dan kosong yaitu mendengarkan siulan, tepuk-tangan  dan nyanyian dengan alat-alat yang diharamkan, agar menghalangi hati dari Al-Qur’an dan membuatnya terfokus kepada kefasikan dan kemaksiatan. Nyanyian adalah qur-an-nya setan, tabir tebal penghalang dari Al-Qur’an, ia adalah mantera liwath (homoseks, -ed) dan zina. Dengan nyanyian orang fasik mendapatkan keinginannya kepada orang yang dihasratkannya. Dengan nyanyian setan memerangkap jiwa-jiwa yang kosong sehingga dijadikannya seolah-olah baik padahal itu tipu-daya belaka. Dan dibisikkannya kepadanya syubhat-syubhat yang batil agar tampak baik, maka “wahyu”nya (setan) diterima, dan karennya ia meninggalkan Al-Qur’an”. (Ighotsatul Lahfan)

Ketika kenikmatan palsu dari nyanyian itu berlalu tinggallah bercak maksiat dan keresahan serta kegelisahan, sementara kegembiraan semunya telah sirna, tinggallah dosa tercatat dalam catatan amalan.

Yang lebih menyedihkan lagi, sebagian orang bangga dengan nyanyian dan bangga bisa dekat dengan penyanyi kesukaannya atau melantunkan nyanyi kesukaannya. Kebanggaan apa dengan maksiat kepada Allah Ta’ala?!

Dan diantara kebodohan yang sering kita dengar, ungkapan “Artis yang tercinta .. penyanyi kesayangan ..” tidakkah mereka mengetahui bahwasanya seseorang kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama orang yang ia cintai? Sebagai disabdakan oleh Nabi kita shollallahu ‘alaihi wa sallama.

Sungguh, setan telah mempermainkan sebagian manusia, sehingga mereka mengira bahwa seni music dan tarik suara adalah sebuah misi pendidikan dan pembinaan generasi. Pendidikan dan pembinaan apa yang engkau lihat wahai saudaraku dan saudariku yang telah diwariskan oleh para penyanyi dan pemusik?!

Wahai putra-putra islam .. wahai putri-putri Islam!

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mensucikan jiwa “Sungguh telah beruntung orang yang mensucikannya”. Dan nyanyian adalah kezaliman bagi jiwa yang Allah amanahkan kepadamu, dan Ia perintahkan engkau mensucikannya. Maka engkau wajib mensucikannya dari noda-noda maksiat dan menjauhkannya dari lumpur syahwat. Maka janganlah zalimi jiwamu dengan nyanyian yang akan menjauhkannya dari mengingat Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan diantara manusia ada orang yang memperjual-belikan perkataan yang sia-sia untuk menyesatkan dari jalan Allah dengan tanpa ilmu dan menjadikannya sebagai permainan, bagi mereka azab yang menghinakan”. (Luqman: 6)

Sebagian Ahli tafsir mengatakan menjual-beli perkataan sia-sia dengan agamanya, hartanya, dan waktunya.

Abdullah bin Mas’ud, salah seorang sahabat yang paling ‘alim bersumpah bahwasanya yang dimaksud dengan perkataan sia-sia di ayat ini adalah nyanyian. Dan ini juga diriwayatkan dengan shohih dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas semoga Allah meridhoi semuanya. Silahkan buka tafsir Ath-Thobari, Al-Qurthubi dan Ibnu Katsir di tafsir ayat ini untuk mendapatkan perkataan ulama-ulama lainnya.

Al-Wahidy rahimahullah berkata, “Ayat ini menunjukkan haramnya nyanyian”.

Dan Imam Al-Hakim di dalam kitab Al-Mustadrok menegaskan, “Hendaklah para penuntut ilmu mengetahui bahwasanya penafsiran sahabat yang menyaksikan turunnya wahyu menurut Syaikhoini (Bukhari dan Muslim) adalah sama dengan hadits musnad”.

Nabi kita Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda menjelaskan dan mengingatkan penyakit ini yang dianggap seni oleh banyak orang zaman sekarang,

(ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير و الخمر و المعازف )

Artinya, “Akan ada orang-orang dari umatku yang menghalalkan kemaluan (zina), sutra, khomar, dan alat-alat musik”.[4]

Lafazh Al-Ma’azif di hadits ini mencakup segala alat musik. Jelas dan  tegas hukum asalnya adalah haram kemudian akan ada nanti yang menganggapnya halal bahkan menganggapnya seni dan indah.

Kemudian, uang yang engkau gunakan untuk membeli atau mendownload nyanyian itu, serta waktu yang engkau habiskan untuk mendengarkannya akan diminta pertanggung-jawabannya di hari kiamat. Dan ketika itu tidak berguna lagi bagimu para penyanyi dengan nyanyiannya .. yang berguna ketika itu hanyalah amal sholehmu!

Sudahkan engkau mempersiapkan bekal untuk bertemu dengan Allah? Apakah engkau sudah memperhitungkan hari itu?

Dan untukmu yang menyatakan taubat dari nyanyian dan ingin kembali kepada kebenaran, dengarkan kabar gembira dari Allah Ta’ala untukmu,

{ويوم تقوم الساعة يومئذ يتفرقون فأما الذين آمنوا وعملوا الصالحات فهم في روضة يحبرون}

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.”[5]

Bergembira di ayat ini maksudnya kenikmatan dan kelezatan mendengar.

Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Sesungguhnya bidadari bernyanyi di surga, mereka menyanyikan, ‘Kami adalah bidadari yang cantik, disiapkan untuk suami-suami kami yang mulia”.[6]

Agaknya ada yang bertanya-tanya, bagaimana cara aku berlepas diri dari mendengarkan nyanyian? Aku sudah terbiasa mendengarnya sehingga tidak mudah meninggalkannya??

Dengarkan saudaraku .. saudariku,

1.     Sungguh-sungguhlah bertaubat, bangkitkan keberanian dan kesungguhan untuk bertaubat. Harus ada keberanian untuk meninggalkan maksiat!

2.     Buang, hapus, semua nyanyian yang engkau simpan.

3.     Jika hasrat bergelora memaksamu untuk mendengarkan nyanyian, segeralah buka Mush-haf Al-Qur’an dan bacalah dengan penuh ikhlas dan penghayatan. Jika tidak bisa, maka dengarkanlah salah satu bacaan Al-Qur’an para ulama atau qori’ yang membacakan Al-Qur’an dengan benar dan indah.

4.     Sibukkan diri dengan menimba ilmu agama, mendalami ayat-ayat Allah sesungguhnya itu jauh lebih indah dan nikmat. Sebagaimana Imam Syafi’I pernah mengungkapkan bahwa baginya suara gesekan pena diatas kertas ketika ia menuliskan ilmu jauh lebih indah dari pada suara penyanyi wanita.

عن جابر رضي الله عنه قال:”خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم مع عبد الرحمن بن عوف إلى النخيل، فإذا ابنه إبراهيم يجود بنفسه، فوضعه في حجره ففاضت عيناه، فقال عبد الرحمن: أتبكي وأنت تنهى عن البكاء؟ قال: إني لم أنه عن البكاء، وإنما نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين: صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير شيطان، وصوت عند مصيبة: خمش وجوه وشق جيوب ورنَّة”

Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama keluar bersama Abdurrahman bin Auf ke perkebunan korma. Tiba-tiba anaknya Ibrahim sekarat. Maka ia meletakkannya dipangkuannya dan kedua matanya menangis. Maka Abdurrahman berkata, ‘Apakah engkau menangis ya Rasulullah, sedangkan engkau melarang menangis?’ Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Sesungguhnya aku tidak melarang menangis. Yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan keji; suara bersama irama, permainan dan seruling setan dan suara ratapan ketika ditimpa musibah”.[7]

PENDAPAT ULAMA TENTANG NYANYIAN

(Bukan pendapat orang yang mengaku ulama atau berbaju ulama)

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Nyanyian itu permulaannya dari setan dan akhirnya adalah kemurkaan Ar-Rohman”.

Sebagian ulama bahkan menukilkan Ijma’ atas keharamannya. Mereka adalah : Imam Al-Qurthuby di dalam tafsirnya, Ibnu Sholah, dan Ibnu Rojab.

Imam Al-Qurthuby di dalam tafsirnya berkata, “Nyanyian dilarang berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah”. Beliau juga berkata, “Adapun seruling, awtar (alat music petik) dan gendang tidak ada persesilihan tentang keharaman mendengarkannya. Dan aku tidak pernah mendengar seorangpun dari kalangan salaf yang perkataannya dijadikan pegangan serta imam-imam kholaf yang membolehkan itu. Bagaimana tidak diharamkan karena dia adalah syi’ar para pemabuk dan orang-orang fasik, penggerak syahwat, kegilaan dan perbuatan cabul. Yang seperti itu tidak diragukan lagi keharamannya dan kefasikan pelakukanya dan dosanya”.[8]

Imam Malik ketika ditanya tentang nyanyian dan mendengarkannya berkata, “Apakah ada orang yang berakal mengatakan bahwa nyanyian itu adalah hak? Ditempat kami hanya orang-orang fasik yang melakukannya!”. (Tafsir Al-Qurthuby)

Dan banyak lagi sebenarnya perkataan ulama seputar masalah ini. barangsiapa yang ingin lebih mendalaminya, silahkan tela’ah kitab Ighotsatul Lahfan karya Ibnu Qoyyim, [dan, -ed]Tahrim Aalaatit Thorbi karya Syaikh Al-Albany. Wallahu a’lam bish Showab.

Sumber:

http://www.facebook.com/groups/TelagaHati/doc/169700436441215/
http://www.facebook.com/groups/TelagaHati/doc/169713689773223/

Catatan Kaki:

[1] Al-Anfal : 48.

[2] Thoha :

[3] Al-Isro’ : 64.

[4] Hadits shohih dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari.

[5] Ar-Rum : 15.

[6] Shohih Al-Jami’ no. (1602) dan hadits ini adalah shohih sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh Al-Albany.

[7] Dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi di Sunan-Nya dan ia berkata, “Hadits ini adalah hasan”. dan dihasankan juga oleh Al-Albany (Shohih Al-Jami’ : 5194).

[8] baca : Az-Zawajir ‘an iqtiroof Al-Kaba-ir oleh Ibnu Hajar Al-Haitamy.

Posted November 27, 2013 by abdill01 in Lifestyle, Sunnah

Sarjana   Leave a comment

Pak Susman mengajar matematika di SMP Negeri yang dipimpinnya. Ia seorang guru yang akan dikenang para muridnya seumur hidup. Sebab pada suatu hari ia bertanya: “Untuk apa kamu belajar matematika?” Adapun yang ditanyainya adalah murid-murid kelas satu yang kedinginan oleh angin. Tapi pak kepala sekolah itu rupanya tahu bahwa anak-anak akan diam. Maka suaranya pun seperti bergumam, ketika ia menyelesaikan sendiri pertanyaan yang ia lontarkan tadi: “Kamu semua belajar matematika bukan untuk jadi insinyur. Tapi supaya terlatih berpikir logis, yakni teratur.”

Lalu dengan antusiasme mengajar yang khas padanya, ia pun menjelaskan. Yang menakjubkan bukan saja ia dapat menjelaskan proses berpikir logis itu dengan gamblang di hadapan sejumlah bocah kedinginan yang berumur 13 tahun. Yang juga mengagumkan ialah bahwa ia, seorang kepala sekolah yang tak dikenal, di sebuah SMP bergedung buruk, dalam sebuah kota P yang tak penting, ternyata bisa menanamkan sesuatu yang sangat dalam. Yakni: apa sebenarnya tujuan pendidikan sekolah.

Pak Susman meninggal kira-kira 10 tahun yang lalu. Seandainya ia masih hidup, dan bertemu dengan seorang bekas muridnya yang lagi lintang-pukang menyiapkan diri untuk ujian SNMPTN, barangkali ia juga akan bertanya: “Untuk apa semua itu?”

Ada sebuah sandiwara di televisi beberapa waktu lalu. Seorang ayah menanyai ketiga anaknya, dengan pertanyaan yang sama: “Apa cita-citamu? Apa tujuanmu sekolah?” Anak yang pertama menjawab: “Saya ingin jadi pemilik toko roti yang akan saya beri nama Omar Bakery.” Yang kedua menyahut “Saya ingin menjadi ustadz Ahlus Sunnah wal Jama’ah” Yang ketiga berkata: “Saya ingin jadi sarjana.”

Jawaban yang pertama adalah spesifik, jelas dan terperinci. Jawaban yang kedua juga tak memerlukan tanda tanya baru. Tapi jawaban “Saya ingin jadi sarjana” terasa belum selesai. Diucapkan dalam bahasa Indonesia masa kini, kata “sarjana” adalah sebuah pengertian yang melayang-layang. Kita tak bisa menyamakannya dengan scholar atau scientist. Arti “sarjana” yang lazim kini tak lebih dan tak bukan hanyalah “lulusan perguruan tinggi”. Maka jika Anda masuk sebuah perguruan tinggi, karena bercita-cita menjadi “sarjana”, itu samalah kira-kira jika Anda melangkah, karena ingin berjalan. Sudah semestinya.

Kekaburan itu terjadi agaknya bukan cuma karena kacaunya pengertian “sarjana”. Tetapi juga karena sejumlah persepsi. Persepsi yang terpokok adalah persepsi tentang pendidikan sekolah serta tujuannya. Sudah tentu salah bahwa tujuan bersekolah di universitas adalah untuk mendapatkan gelar. Tapi tak kurang salahnya untuk mengira bahwa di universitas orang akan menemukan pusat ilmu, ataupun puncak pendidikan ketrampilan.

Dewasa ini para pemikir pendidikan juga berbicara tentang “pendidikan seumur hidup”. Dan dalam proses itu, universitas adalah sepotong kecil. Seorang magister dan seorang doktor, barulah mengambil bekal untuk perjalanan panjang yang sebenarnya. Mereka belum selesai – juga belum selesai bodohnya.

Karena itu seandainya hari ini Pak Susman masih hidup, ia mungkin akan berkata : “Kamu masuk universitas, itu supaya bisa terlatih berpikir ilmiah. Itu saja, kalau dapat.” Dan kami murid-muridnya akan ucapkan selamat hari guru, thanks for everythings.

Posted November 25, 2013 by abdill01 in Campus, Philosophy

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 444 other followers