- Dalam kondisi bagaimanapun, segeralah dirikan shalat ketika mendengar adzan
- Baca atau dengarkanlah al-Quran dan ingatlah Allah
- Jangan habiskan waktumu pada hal-hal yang tak berguna
- Berusahalah untuk bisa berbicara dengan bahasa Arab secara fusha (baik), sebab ia termasuk dari pembelajaran Islam
- Jangan banyak tertawa, karena hati yang selalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenang dan khusyu‘
- Jangan banyak bergurau, karena umat yang gigih berjuang tidak mengenal selain kesungguhan
- Jangan mengeraskan suara melebihi yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan orang lain
- Jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, dan jangan membicarakannya selain kebaikan saja
- Kenalkan dirimu kepada saudara-saudaramu seiman dan seperjuangan, walaupun engkau tidak diminta, sebab azas dakwah kita adalah mahabbah (kecintaan) dan saling mengenal
- Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Dan jika engkau punya tugas, selesaikanlah segera!
10 wasiat Hassan Al-Banna
Do’a Ayah
Tuhanku,
jadikanlah anak-anakku cukup mengetahui kelemahan dirinya
berani menghadapi kala ia takut
tegar dan tidak terpuruk dalam kekalahan yang tulus
rendah hati dan penyantun dalam kemenangan
Tuhanku,
jadikanlah anak-anakku tahu akan adanya Engkau
dan mengenal diriMu sebagai dasar segala pengetahuan
Tuhanku,
bimbinglah anak-anakku bukan di jalan yang lapang dan mudah
tetapi di jalan yang penuh desakan, tantangan, dan kesukaran
ajarilah ia, agar ia sanggup berdiri teguh di tengah badai
dan belajar mengasihi mereka yang tak berhasil
Tuhanku,
jadikanlah anak-anakku orang yang berhati lembut dan bercita-cita luhur
sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
Sesudah semuanya membentuk dirinya
kumohon, ya Tuhanku
rahmatilah ia dengan rasa humor
sehingga serius tak berlebihan
berilah keramahan, kesederhanaan, dan kesabaran
Ini semua, ya Tuhanku
dari kekuatan dan keagunganMu
Jika sudah demikian, ya Tuhanku
beranilah aku berkata :
tak sia-sia aku hidup sebagai ayahnya
Imam Hassan al-Banna
Hassan al-Banna dilahirkan pada tanggal 14 Oktober 1906 di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir. Pada usia 12 tahun, Hasan al-Banna telah menghafal al-Qur’an. Ia adalah seorang mujahid dakwah, peletak dasar-dasar gerakan Islam sekaligus sebagai pendiri dan pimpinan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim).
Sang imam tidak mengenyam kehidupan lebih dari 42 tahun, kalau diukur dari perjalanan sejarah merupakan waktu yang singkat, namun dari banyaknya peristiwa yang berdampak pada perubahan kondisi, situasi dan keadaan, beliau banyak memberikan pengaruh dalam perubahan sejarah dan merupakan salah satu dari orang yang memberikan kontribusi melakukan perbaikan dan perubahan dalam tubuh umat.
Sejak awal dapat kita lihat bahwa imam Al-Banna telah menentukan jalannya dan karakter hidupnya; yaitu jalan hidup yang beliau lakoninya dalam kehidupannya secara pribadi yang unik; komitmen terhadap Islam dan manhaj robbani dan interaksinya dengan orang lain dengan baik dan sesuai dengan ajaran Islam. Baliau begitu terkesan dengan hadits Nabi dan begitu kuat berpegang teguh dengannya; yaitu hadits Nabi saw: “Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara.. diantaranya adalah “masa mudamu sebelum datang masa tuamu”, begitupun dengan hadits Nabi saw lainnya: “ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada saat tidak ada naungan kecuali naungannya.. diantaranya adalah “seorang pemuda yang taat beribadah kepada Allah”.
Maka dari itu imam “Al-Banna” kehidupannya adalah islam dan tidak ada yang lain dalam diri dan hidupnya kecuali Islam. Hal itu tampak juga dengan jelas pada beberapa lembaga atau yayasan yang sejak kecil beliau loyal kepadanya, yang kesemuanya merupakan lembaga atau yayasan Islam.
Adapun diantara faktor lain yang membantunya komitmen di jalan kebenaran adalah karena beliau begitu banyak beribadah dan taat kepada Allah, sejak mudanya beliau sering melakukan puasa sunnah, khususnya puasa sunnah yang berhubungan dengan hari-hari besar Islam, dan lebih banyak lagi beliau melakukan puasa hari sunnah senin dan hari kamis pada setiap minggunya, karena mentauladani sunnah nabi saw, sebagaimana beliau juga sangat bersemangat melakukan puasa sunnah rajab dan sya’ban. Kebanyakan dari kita mungkin merasa asing dalam melakukan ketaatan seperti itu, atau merasa berat melakukannya terutama di saat kondisi zaman seperti ini.
Namun imam Al-banna, hidup melawan arus, beliau berada dalam semangat Islam yang tinggi, berpegang dengan ketaatan dan ibadah kepada Allah, sekalipun umat saat itu sedang diliputi arus globalisasi dan pencampakkan jati diri Islam; sehingga mengakibatkan acuhnya umat terhadap Islam dan jauhnya umat –terutama para pemudanya- dari kehidupan beragama, apalagi juga banyaknya bermunculan seruan dan propaganda asing terhadap dunia Islam seperti liberalisme dan komunisme serta gerakan missionaris yang mengajak untuk jauh dari Islam dan berlaku hidup modernis seperti mereka.
Sekalipun demikian imam Al-Banna tetap berpegang teguh dan yakin dengan keislamannya bahkan merasa bangga dengannya. Dan pada saat berdiri Universitas Cairo, dan Dar El-Ulum merupakan salah satu bagian dari kuliah yang ada di dalamnya; yang di dalamnya menghadirkan ilmu-ilmu kontemporer, ditambah juga dengan ilmu-ilmu syariah dan pengetahuan tradisional yang telah masyhur di Universitas Al-Azhar sebelumnya. Dan -pada saat itu pula- Imam Al-Banna mendaftarkan diri untuk kuliah di Dar El-Ulum, walaupun beliau tidak merasa cukup dengan ilmu yang di dapat di kuliah sehingga beliau mencarinya ditempat yang lain sebagai tambahan; seperti beliau selalu hadir mengikuti majlis ilmu pimpinan syaikh Rasyid Ridha, dan beliau sangat terkesan dengan tafsirnya yang terkenal yaitu “Al-Manar”.
Namun hal tersebut tidak menghalangi dirinya mendapatkan nilai yang begitu baik dan cemerlang, sehingga beliau berhasil menamatkan kuliahnya dengan hasil yang gemilang, dan beliau merupakan angkatan pertama kuliah tersebut. Lalu -setelah itu- beliau diangkat sebagai guru pada madrasah ibtidaiyah disalah satu sekolah yang terletak di propinsi Ismailiyah, yaitu pada tahun 1927, dan di kota tersebut Imam Al-Banna muda tidak hanya terpaku pada jati dirinya sebagai guru madrasah ibtidaiyah, namun beliau juga menjadi da’i kepada Allah, yang pada saat itu masjid-masjid disana kosong dari pemuda. Sehigga tidak ada anak-anak muda yang sholat di masjid namun asyik dengan minuman alkohol yang memambukkan. Maka tampaklah beliau sebagai seorang pemuda yang ahli ibadah, taat kepada Allah dan sebagai da’i kepada Allah yang mengajak umat untuk kembali pada Islam yang hanif.
Dan di kota Ismailiyah pula Imam Al-Banna banyak melakukan interaksi dengan lembaga-lembaga Islam dan beliau tampil sebagai da’i dengan berbagai sarana yang dimiliki dan berkeliling ke berbagai tempat dan desa. Beliau pergi sebagai da’i dan membawa kabar gembira tentang agama Islam. Beliau menyeru dan mengajak manusia yang berada tempat-tempat perkumpulan mereka, dan diatara tempat perkumpulan yang sering belaiu datangi adalah café. Disana beliau memberikan kajian keagamaan, terutama pada sore hari ini, sehingga dengan kajian yang beliau sampaikan banyak menarik perhatian sebagian besar masyarakat pengunjung cafe; sehingga menjadikan pemilik café tersebut berlomba-lomba mengundang Imam Al-Banna untuk memberikan kajian sore di café-cefe milik mereka. Dan akhirnya di kota Ismailiyah –dengan taufik dari Allah- dan dengan keberkahan akan juhud dan keikhlasannya, Imam Al-Banna mampu mengeluarkan cahaya dakwah terbesar dan memberikan pengaruh yang sangat besar hingga saat ini. Yaitu berdirinya Gerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun yang dipimpin langsung oleh Imam Al-Banna. Padahal saat itu umur beliau masih muda sekali. Pemuda yang ahli ibadah itulah yang telah mampu mendirikan gerakan dakwah Islam terbesar di dunia saat ini.
Sosok Imam Al-Banna memiliki banyak keistimewaan, sosok yang universal dan seimbang, pemuda aktivis, seorang khatib yang antagonis, memiliki perasaan yang lembut, dan komunikatif dengan semua orang; baik dengan orang awam, petani dan buruh. Beliau juga seorang cendekiawan yang memiliki ilmu, yang mampu berinteraksi dengan para cendekiawan lainnya. Saat berada ditengah umat manusia, banyak yang takjub kepadanya baik dari kalangan cendekiawan, hartawan, awam, petani dan buruh serta yang lainnya. Ini semua sejalan dengan dakwahnya yang didasarkan pada pembentukan umat, dakwah dan individu yang seimbang dalam berbagai sisinya.
Dan Imam Al-Banna juga sangat memiliki karakter yang mampu memberikan pengaruh pada orang yang ada disekitarnya, hal ini kembali pada pondasi yang beliau miliki yaitu kedekatan diri kepada Allah -Kita berharap demikian dan kita tidak merasa paling suci kecuali hanya Allah-. Dan kita temukan bahwa dakwah Al-Ikhwan –dan Al-Ikhwan itu sendiri- telah terpengaruh dengan sosok imam Al-Banna; karakternya yang baik, ikhlas dan taat kepada Allah, yang kesemuanya bersumber pada cahaya kenabian. Sebagaimana beliau juga memiliki sosok yang mumpuni dan lemah lembut, selalu perhatian dan menolong orang-orang yang mazhlum, dan dalam sejarahnya telah banyak disaksikan bahwa usaha dan kerja al-ikhwan di berbagai tempat, daerah dan negara selalu membela hak-hak umat Islam yang terampas.
Oleh karena itulah bagi kita dapat mengambil ibrah dari perjalanan sosok pemuda yang berhimpun di dalamnya jiwa yang memiliki nilai-nilai mulia dan agung, bagaimana jiwa tersebut dapat mampu membangun generasi yang islami, tidak menyimpang dari jalan Allah dan menepati dan menunaikan amanah yang diembannya dengan optimal dan baik, sekalipun kondisi, ujian dan cobaan yang dihadapi selalu datang silih berganti dalam rangka berpegang teguh pada jalan Allah dan agama Islam serta dalam usaha meninggikan kalimat (agama) Allah dan mentauladani sirah Nabi saw.
Biar Tak Mudah Lupa
Apakah kamu sering lupa nomor PIN atau password login? Hal itu mungkin disebabkan karena perubahan usia dan biasanya hal tersebut dialami oleh seseorang yang memasuki usia 20 tahun. Untuk menghindari kejadian tersebut dan membuat otak tetap bisa bekerja secara optimal meskipun usia bertambah ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan.
1. Olahraga
Lakukanlah olahraga secara teratur karena bisa mencegah penurunan fungsi otak. Tim peneliti dari Beckman Institute dari University of Illinois, Amerika Serikat mereview beberapa penelitian tentang hubungan olahraga dengan fungsi otak. Mereka menemukan bahwa aerobik bisa meningkatkan kerja otak dan menambah volume jaringan pada otak. Selain aerobik, berjalan juga cukup efektif mengoptimalkan kerja otak.
Tips : Berjalanlah minimal 3 kali dalam satu minggu selama 50 menit. Tidak hanya membuat badan menjadi sehat, kerja otakmu semakin maksimal.
2. Sikat gigi
Menurut tim dari “British psychiatrists and dentists”, kesehatan gigi dan mulut berhubungan langsung dengan kesehatan otak. Hal itu diketahui setelah tim melakukan survei pada orang berusia 20 hingga 59 tahun. Peneliti menemukan gingivitis dan penyakit gigi lain berefek buruk pada fungsi kognitif otak seseorang di kemudian hari.
Tips: Sikat gigi setiap kamu selesai makan. Jangan biarkan sisa makanan menempel di gigi karena bisa memicu lubang pada gigi dan mengganggu fungsi kognitif otak.
3. Mengisi TTS /Puzzle
Mengisi teka teki silang atau bermain puzzle dapat merangsang kemampuan kognitif otak. Percobaan yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Alabama yang melibatkan 3.000 lansia pria dan wanita, menunjukkan bahwa setelah mengisi TTS atau bermain puzzle selama 60 hingga 75 menit otak bekerja lebih optimal.
Tips : Saat waktu senggang, bermainlah puzzle atau mengisi TTS Kompas Minggu. Kegiatan tersebut bisa memberikan tantangan pada otakmu. Agar suasana seru, ajaklah pasangan atau temanmu yang pintar mengisi TTS.
4. Meditasi
Tidak hanya mengurangi stres dan tekanan pada pikiran, meditasi juga meningkatkan kerja lapisan korteks pada otak. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan tim dari Massachusetts General Hospital. Penelitian menunjukan seseorang yang sering bermeditasi kerja korteks lebih maksimal dibandingkan yang tidak bermeditasi.
Tips : Meditasi baiknya dilakukan 40 menit setiap hari, tetapi kamu bisa menggantinya dengan shalat dhuha selama 15 menit sebelum berangkat kuliah. Shalatlah dengan perlahan dan tuma’ninah, pejamkan mata, ambil nafas dalam-dalam dan buang secara perlahan.
5. Mendengar Musik
Leonardo da Vinci berpikir dengan cara menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. Dengarkanlah musik yang memiliki tempo lambat yang kamu sukai sambil belajar atau mengerjakan tugas. Cara ini lebih memaksimal kan kinerja kedua otak sehingga semua menjadi seimbang dan tetap fokus.
6. Pola Makan yang Baik
Berilah otakmu makanan yang mengandung anti oksidan dan omega 3 untuk memaksimalkan daya kerja saraf… sehingga otak mampu meningkatkan kinerjanya sampai kebatas maksimal.
7. Menggali Ingatan
Lihatlah kembali album foto lama atau buku tahunan sekolahmu. Otakmu adalah sebuah mesin ingatan, jadi biarkanlah ia bekerja supaya tidak menciut jumlah selnya. Ketika mendapat informasi yang baru, usahakan untuk membuat kaitan dengan informasi yang lama… Jadikanlah sesuatu yang telah kamu hafal sebagai tempat bergantung dan terus diulang tanpa harus melupakannya. Caranya adalah dengan mengingat informasi secara terus menerus sehingga kita membangun bank memori di otak kita…
8. Kreativitas
Kemampuan kreatif seringkali membuat kita dapat mengolah dan mengadaptasi solusi dari satu bidang ke bidang lainnya, dan dari satu pengalaman ke pengalaman yang lainnya sehingga otak akan terus ter-asah kemampuannya. Mempelajari dan mengulang atau melatih pelajaran dan keahlian yang baru dapat mengubah sistem organisasi di dalam otak. Latihan berkesinambungan membuat daya kerja otak meningkat dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melatih otaknya.
Rasa Takut yang Produktif
Umar bin Khattab terkenal seorang yang sangat pemberani. Semasa belum Islam oleh orang Arab dikenal dengan sebutan “Si kidal yang pemberani”. Selalu siap menantang jago-jago yang datang untuk bertarung di Pasar Ukasy dan selalu menang. Namun setelah Islam, apalagi setelah menjadi Khalifah dia termasuk orang yang sangat penakut. Takut terhadap pertanggung jawaban kepemimpinannya di hari kemudian. Tapi tak dapat disangkal bahwa rasa takut yang dimiliki Umar bin Khattab ini telah membuahkan hasil yang sulit dicari tandingannya sepanjang sejarah kepemimpinan dalam Islam. Rasa takut seperti ini dapat digolongkan sebagai rasa takut yang produktif. Bukan rasa takut yang mematikan.
Sebagai manifestasi rasa tanggung jawab dalam memimpin dan rasa takutnya kepada Alah SWT hampir setiap malam dia ngeluyur ke tengah-tengah kampung, keluar masuk lorong untuk melakukan check on the spot untuk mengetahui langsung apa yang terjadi pada rakyatnya. Kalau-kalau ada yang kelaparan; ada yang sakit atau kena mausibah-musibah lain. Ketika berhenti sejenak di sebuah rumah kecil milik seorang janda miskin dia mendengar sebuah dialog antara ibu dengan anak perempuanya. Sang ibu menyuruh anaknya mencampur susu yang akan dijual besok dengan air karena sedikit sekali hasil perahan yang diperoleh tadi siang. Menurut sang ibu kalau tidak dicampur bakal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan untuk hari ini. Sang anak gadis tidak setuju dengan pendapat orang tuanya dengan alasan Khalifah melarang keras perbuatan demikian. Sang ibu mengemukakan alasan bahwa Khalifah tidak mengetahui perbuatan itu. Sang anak dengan penuh keseriusan meyakinkan orang tuanya bahwa, “Khalifah Umar memang tidak mengetahui tapi Tuhan Yang Maha Kuasa pasti mengetahuinya. Saya minta dengan sangat jangan sampai ibu berbuat demikian”.
Peristiwa itu terjadi menjelang subuh. Umar bin Khattab menuju mesjid sambil menangis haru. Usai shalat Subuh anaknya yang bernama Ashim diperintahkan menyelidiki rumah orang tua miskin yang mempunyai seorang gadis itu. Setelah Ashim kembali menceritakan segala sesuatu tentang keluarga itu, Umar bin Khattab memerintahkan anaknya yang memang sudah berkeinginan untuk menikah agar menikahi gadis miskin tapi suci itu. Mudah-mudahan dari hasil pernikahan itu, kata Umar bin Khattab, lahir seorang pemimpin Arab.
Kemudian memang terbukti do’a dan harapan itu. Dari hasil penikahan itu lahirlah seorang perempuan yang bernama Laila yang akhirnya dinikahi oleh Abdul Aziz bin Marwan. Dari hasil pernikahan ini lahirlah Umar bin Abdul Aziz yang kelak menjadi khalifah mewarisi kepemimpinan kakeknya, Umar bin Khattab.
Umar bin Abdul Aziz dikenal sangat berwibawa serta jujur dan adil didalam menjalankan mekanisme pemerintahannya. Digambarkan sebagai seorang yang di kepalanya terdapat akal bijak, di dadanya terdapat hati pahlawan, di mulutnya terdapat lidah sastrawan. Kelak dia menguasai negeri-negeri Maroko, Aljazair, Tunisia, Tripoli, Mesir, Hijaz, Najed, Yaman, Suriah, Palestina, Yordania, Libanon, Iraq, Armenia, Afghanistan, Bukhara sampai Samarkand.
Namun ia tetap tinggal di sebuah rumah kecil yang tidak lebih bagus dari rumah penduduk pada umumnya. Sehingga utusan-utusan negara-negara lain yang ingin menemuinya pusing mencari rumahnya, karena jauh di luar bayangannya kalau rumahnya sejelek itu.
Inilah buah dari rasa takut yang dimiliki oleh perempuan miskin di sudut kota yang menarik hati Khalaifah Umar bin Khattab untuk menikahkannya dengan putranya. Lalu melahirkan seorang Laila yang tumbuh dalam iman dan taqwa kepada Allah SWT. Gadis suci dan cantik itu kemudian dipersunting oleh seorang yang tepandang di Madinah karena iman dan taqwanya pula, Abdul Aziz bin Marwan.
Rahasia Keagungan Hari Jumat
Dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu, Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah. Berikut adalah beberapa rahasia keagungan hari Jumat:
Pertama, Hari keberkahan. Di hari Jumat kaum Muslimin berkumpul di masjid-masjid untuk mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin dan mengikuti shalat yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.
Kedua, Hari dikabulkannya doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa. Waktu yang harus diantisipasi adalah setelah shalat ‘ashr.
“Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]
Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu'ah:9]
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”
,Keempat, Hari pembeda antara muslim dan non-muslim. Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.” [HR. Muslim]
Kelima, Hari Allah menampakkan diri. Dalam sebuah riwayat disebutkan, pada Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”
Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam “al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
“Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.
Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya. Perlu diketahui bahwa hari Jumat itu dimulai dari azan maghrib hari Kamis hingga sebelum azan mabhrib hari Jumat.
Indifference
love me or just hate me, but spare me with your indifference
Cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan tak acuhkan aku. Kalimat ini dikutip dari Sang Pemimpi, salah satu episode tetralogi Laskar Pelangi. Sebuah kalimat yang muncul dari hasil kontemplasi dan perenungan siang malam seorang filusuf tentang seni mencinta. Mungkin kita perlu berhenti sejenak merenungi kata-katanya.
Kisah cinta apa yang paling menyedihkan di muka bumi ini? Cinta yang patah berkeping-keping karena pengkhianatankah yang paling menyakitkan? Bukan. Cinta yang dipaksa putus karena perbedaan status, harta dan agamakah yang paling menyesakkan? Masih bukan. Cinta yang menjadi dingin karena penyakit, penganiayaan, dan kebosanankah yang paling menyiksa? Tidak. Atau cinta yang terpisahkan samudra, lembah, dan gunung-gemunung yang paling pilu? Sama sekali tidak. Bagaimanapun pedih dilalui kedua sejoli dalam empat keadaan itu, mereka masih dapat saling mencinta atau saling membenci.
Akan tetapi, yang paling memilukan adalah cinta yang tak peduli. Tak diacuhkan oleh seseorang yang kita cintai adalah jauh lebih menyakitkan daripada ditolak atau dibenci. Dihina dan diejek adalah jauh lebih membahagiakan daripada dianggap tidak ada.
Pesan moral ke-empat-puluh-sembilan, jika seseorang mencintai Anda maka jangan pernah mengabaikannya. Jika Anda juga mencintainya maka balaslah dengan cara yang dihalalkan. Tapi jika Anda tidak mencintainya maka tunjukkanlah kesan Anda tidak menyukainya. Kesan, atau sesuatu yang tersirat adalah lebih baik daripada berterusterang. So, jangan pernah membiarkan seseorang teraniaya dalam ketidakpastian cinta.
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas yang terlepas
Pelukanmu bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu… (Letto)
Kefasihan Diam
Mungkin kita pernah mengalami situasi ketika perbincangan berhenti dan keadaan berdiam diri tiba-tiba menengahi suatu dialog. Pada saat itu kita mungkin lengah atau tak peduli untuk menangkap maknanya. Atau mungkin kita cukup peka.
Komunikasi memang tidak selamanya terjadi karena dua mulut berbicara bersahut-sahutan. Ada sesuatu yang disebut oleh Ivan Illich sebagai “the eloquency of silence”. Inilah kefasihan diam. “Kata-kata dan kalimat terdiri atas diam yang lebih bermakna daripada bunyi”, tulisnya dalam Celebration of Awareness.
Tak banyak orang yang bisa melukiskan pengertian seperti itu dengan jelas. Kalimat adalah ibarat seutas tali kebisuan; bunyi hanya menjadi simpul-simpulnya. Bahasa adalah ibarat sebuah roda: yang menjadi pusat adalah kata-kata yang terucapkan – tapi yang membentuk roda adalah justru ruang-ruang kosong di antara jari-jarinya. Diam yang penuh arti antara bunyi dan ucapan menjadi titik-titik bercahaya dalam sebuah ruang hampa yang menakjubkan, seperti bintang-bintang di dalam sebuah galaksi.
Sayangnya, kita tidak selamanya berhasil mengangguk pada diam. Bahkan kita mencoba menggantikan bahasa dengan cara-cara yang lebih riuh. Kita bukan saja tak acuh kepada diam dan kebisuan, kita bahkan tidak yakin bahwa kata-kata bisa bergerak sendiri dengan lirih. Sebenarnya bila kata-kata adalah bagian dari keberdiamdirian, yang terdengar bukanlah ajaran atau kuliah. Sebagai bagian dari kebisuan, kata-kata merupakan bagian dari proses batin. Dengan demikian mereka merupakan bagian dari seluruh sejarah kepribadian kita.
Hello darkness, my old friend
I’ve come to talk with you again
Because a vision softly creeping
Left its seeds while I was sleeping
And the vision that was planted in my brain
Still remains
Within the sound of silence… (Paul Simon)
Sokrates
Ia adalah seorang mahasiswa dengan baju longgar yang mungkin ketinggalan zaman. Ia tidak merokok dan tidak naik Honda. Ia bersepeda. Hampir setiap hari dikayuhnya sepeda itu dengan sepatu yang aneh di ujung kakinya yang kurus, tapi ia sendiri bukan mahasiswa yang aneh. Kecuali bahwa ia bersepeda. Kecuali bahwa ia tidak banyak bicara. Dan kecuali bahwa ia bernama Sokrates.
“Sokrates?” tanya petugas pendaftaran mahasiswa baru dengan heran, ketika ia menyebutkan namanya tiga tahun yang lalu. Sokrates mengangguk, dengan harapan bahwa keheranan itu secara resmi akan selesai. Tapi ia tahu bahwa petugas pendaftaran itu masih menyimpan calon ketawanya di perut. Ia maklum, dan juga maklum bahwa bapaknya menyukai nama-nama besar dari sejarah dunia yang sebenarnya tidak dikuasainya betul. Maka ia berkata: “What’s in a name? Adik saya bernama Al Ghazali.”
Tapi sebenarnya ada juga arti nama itu bagi kakak Al Ghazali yang kelahiran Batusangkar ini. Sejak kecil ia tahu bahwa Sokrates adalah nama bapak filsafat di Yunani kuno. Sejak dulu ia tahu bahwa Sokrates dihukum mati karena dianggap terlalu sering menodong para pemuda dengan pertanyaan sehingga para pemuda itu berpikir. Dan rupanya berpikir serta bertanya bagi masyarakat tertentu dianggap berbahaya dari segi hankamnas, atau bagi keimanan. Mungkin itulah sebabnya dia menjadi tak banyak omong. Meskipun tak banyak teman dan dosennya yang menyukai sikap diam Sokrates setelah melontarkan sederet pertanyaan yang bagi orang lain kedengaran justru seperti pameran kecerdasan yang pura-pura.
Tapi ia telah memasang sebuah poster besar di kamar kostnya, berbunyi: MALU BERTANYA SESAT DI JALAN. Dan di hari-hari ini ia merasa kesepian karena tak seorang pun mengacuhkan pertanyaannya. Kawan-kawannya sekuliah sedang ramai mendemo pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Ia memilih memutar kaset yang sedang ia gemari: suara sayu Andrea di tengah bauran musik listrik The Corrs, Would You be Happier? Dengan kata lain: juga sebuah pertanyaan.
Maka hanya teman wanitanya yang masih telaten. “Apa pertanyaanmu kali ini Sokrates?”, begitu tanyanya. “Banyak, banyak sekali,” jawaban Sokrates. “Tapi tak seorang pun mau mendengarkan.”
“Aku mau mendengarkan.”
“Hebat. Tapi apakah kau tahan? Sebab aku akan bertanya tentang masa depan tanah air ini. Aku akan bertanya manakah yang harus kita pilih lebih dulu: pulihnya hak-hak asasi manusia di sini, atau terjadinya pemerataan pendapatan, atau lahirnya pemerintah yang bersih. Atau bisakah ketiganya terjadi secara simultan?”
“Ah, itu semuanya abstrak, Sokrates.”
“Baiklah. Tapi misalkan kau memilih pemerataan pendapatan. Ukuran apa yang bisa dipakai untuk menilai kemerataan? Siapa yang memiliki wewenang ilmiah menentukan ukuran itu? Dari mana wewenang ilmiah itu diperolehnya? Bagaimana hak asasi orang lain untuk tidak tunduk pada ukuran itu? Perlukah hak tertentu ditiadakan untuk mengurangi peluang hidup yang tak merata?”
Teman wanitanya diam. “Hmm…” Sokrates memang rumit.
Be Excellent!
Semangat dan gairah untuk berhasil ternyata bisa dipacu dengan sikap dan aksi yang tepat. Hari ini bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Suska Riau, setiap mahasiswa baru fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan seluruh civitas akademika FST menghadiri kuliah umum dengan narasumber Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, MSc, PhD. Beliau adalah guru besar di ITB Bandung dan mantan rektor di institusi yang sama.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan mahasiswa untuk memacu semangat. Salah satunya dengan meneriakkan nama diri sendiri dan be excellent! ketika akan berangkat ke kampus. Teriakan yang keras ini akan membakar semangat dan secara psikologis memacu mahasiswa untuk melakukan yang terbaik hari ini. Ini mirip seperti mujahid yang berteriak Allahu Akbar! ketika maju ke medan perang fi sabilillah.
Motivasi adalah yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu. Imam Al Ghazali menamakan motivasi ini sebagai gerak hati, yakni sesuatu yang mendahului niat. Motivasi yang benar akan menimbulkan niat yang benar. Niat yang benar adalah satu dari dua syarat diterimanya sebuah amal ibadah. Bukankah Rasulullah mengatakan bahwa setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya.
Niat seringkali salah diartikan sebagai kata serius, sehingga orang yang tidak serius dikatakan gak niat. Padahal niat yang benar karena Allah akan membuat aktivitas sehari-hari yang bukan ibadah akan menjadi ibadah. Jadi seorang mahasiswa tidak boleh meremehkan masalah niat ini. Apapun aktivitas positif yang dilakukan mahasiswa di kampus akan dihitung sebagai ibadah dan ini tentu saja menjadi bekal untuk kehidupan yang selanjutnya.
Mempercepat browser Firefox
Ternyata Mozilla Firefox dapat ditingkatkan lagi kinerjanya, yakni dengan mengikuti trik berikut ini. Di address bar ketik about:config selanjutnya akan ditampilkan semua tentang konfigurasi firefox. Kemudian cari tulisan berikut:
network.http.pipelining
network.http.proxy.pipelining
network.http.pipelining.maxrequests
Dari sini sebenarnya fungsi normalnya browser hanya akan melakukan sekali request ke server. Untuk itu kita ubah confignya yang false menjadi true seperti berikut ini
Set “network.http.pipelining” to “true”
Set “network.http.proxy.pipelining” to “true”
Lalu ubah nilai
Set “network.http.pipelining.maxrequests” requestnya menjadi 50. Ini artinya akan melalukan 50 request. (tergantung kalian mau ubah jadi berapa..)
Terakhir kalian buat “nglayout.initialpaint.delay” buat valuenya “0″
Ini fungsinya untuk waktu browser menunggu dalam menerima file jadi dengan begini browser akan lebih cepat dengan tidak menunggu waktu yang lama. Kalau tidak ada ya ditambah sendiri. Kemudian klik kanan new > integer.
Ok selamat mencoba..
ʞılɐqɹǝʇ sılnuǝɯ
ɹǝƃuoɹʇs ʇı sǝʞɐɯ ʎluo lıɐnb ɐ llıʞ ʇ,usǝop ʇɐɥʍ
Tulisan di atas adalah quote rahasia dari situs facebook yang ditulis terbalik. Cara membuat tulisan terbalik ini menggunakan Flip character generator yang bisa digunakan untuk eksyen menulis dengan huruf terbalik di blog, email atau facebook. Tulisan yang dihasilkan terbalik dari atas kebawah. Untuk mendapatkan tulisan terbalik seperti ini, kamu tinggal tulis apa yang ingin ditulis terbalik pada beberapa situs Flip di internet lalu copy paste. Salah satunya adalah:
http://www.revfad.com/flip.html
Menulis terbalik yang lain adalah tulisan terbalik dari kiri ke kanan. Untuk membacanya kamu memerlukan sebuah cermin. Leonardo da Vinci adalah salah seorang yang mampu menulis terbalik dengan cara begini. Hebatnya lagi ia bisa melakukannya dengan tangan kiri dan kanan pada saat yang bersamaan.
Kembali ke facebook, kalau kamu ingin melihat quote rahasia di atas, buka friend list punya temanmu, jangan buka punya sendiri. Klik view all dan pilih everyone terus highlight di paling bawah daftar temannya ada quote rahasia kecil. Kalau masih tidak kelihatan coba tekan ctrl+a.
Silakan mencoba!
Tidur yang Berkualitas
Udah pada tidur belom? Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang ‘empuk-empuk’ heu heu heu.
Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. Berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka sering tidak bisa istirahat dengan total, kenapa ya?
Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas ditekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Inilah cara tidur Nabi Muhammad SAW. Tidur dengan posisi ini bermanfaat agar mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.
Posisi tidur yang membuat bodoh adalah tubuh miring ke kiri, telungkup, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan jantung tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.
Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 malam – 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 – 06.00 untuk qiyamullail, olahraga, dan seterusnya… Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 – 12.00 dan pukul 17.30 saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.
Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama. Selamat mencoba!
Mengenal Kesalahan pada Komputer
Selain mengetahui cara kerja komputer, ada baiknya kita mengenal hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan (error) yang ditemukan dalam sistem komputer. Kesalahan ini ditemukan dalam bermacam-macam kasus, baik pemrograman, maupun dalam bidang lainnya dalam proses yang dilakukan dengan menggunakan komputer. Jenis error apa sajakah yang mungkin ditemukan dalam suatu proses eksekusi? Berikut jenis error yang sering ditemukan: syntax error, logical error dan run-time error. Makna dari masing-masing error kita bahas lebih dalam di bawah ini.
Syntax error adalah kesalahan yang diakibatkan karena penulisan atau tata bahasa yang tidak benar. Error ini membuat pihak yang diminta untuk mengerjakan sesuatu menjadi bingung, sehingga tidak bisa melakukan perintah tersebut. Contohnya, kesalahan mengetik print yang seharusnya printf. Atau alamat situs yang diinginkan adalah htp://www.gmail.com/ terdapat kesalahan penulisan pada kata htp yang seharusnya adalah http. Apabila terjadi kesalahan jenis ini, proses tidak akan diberhentikan, atau tidak dilanjutkan, sampai yang bersangkutan menulis perintah membenarkan perintah tersebut.
Logical error adalah jenis kesalahan secara logika. Jika ditemukan kesalah dengan jenis ini, proses tetap dilanjutkan, namun tidak berjalan sebagaimana mestinya. Misalnya, buka halaman 6, padahal yang dimaksud adalah halaman 9. Bagaimana informasi yang Anda temukan? Tentu berbeda dengan yang semestinya Anda inginkan. Atau pada saat ingin menghubungkan mouse ke komputer melalui kabel USB, namun kabel yang Anda colokkan ke USB adalah kabel yang terhubung dengan printer. Kesalahan dalam logika ini akan mengakibatkan hasil suatu proses tidak sesuai dengan yang diharapkan, umumnya proses ini tidak berhenti karena kesalahan logika ini. Nah, kita memang harus hati-hati dengan kesalahan secara logic ini. Sistem akan memberikan informasi sesuai dengan yang anda berikan. Makanya ketelitian diperlukan di sini.
Run-time error disebabkan karena waktu suatu perintah dieksekusi, sistemnya sendiri yang tidak siap menerima perintah tersebut, bisa saja disebabkan permintaan yang anda lakukan sedang tidak tersedia, atau karena penyebab secara teknis lainnya. Misalnya, Anda mau mendengarkan radio, listriknya belum disambungkan, ya harus disambungkan dulu listriknya, baru bisa menikmati suara radio. Mau melihat berita di situs berita, alamat yang diketikkan sudah benar, komputer juga udah terhubung dengan internet, situs lain yang dikunjungi tidak ada masalah, tetapi kok situs berita tersebut nggak bisa diakses-akses. Ternyata server situs berita itu sendiri yang sedang down (istilah yang digunakan kalau server tidak aktif atau mati). Kesalahan jenis run-time error ini mengakibatkan proses dihentikan seketika, umumnya sistem memberitahukan kondisi yang diketahuinya jika ditemukan masalah seperti ini.
Belajar untuk Belajar
Masing-masing dari kita memiliki gaya dan cara belajar yang berbeda. Memahami gaya belajar Anda sendiri akan membantu Anda memfokuskan diri pada aspek-aspek yang mungkin menyulitkan Anda dan menggunakan komponen-komponen kuliah yang bisa membantu Anda mengatasi kesulitan tersebut. Jika Anda tipe orang yang belajar dari mendengar saja, maka kuliah memiliki arti yang sangat penting bagi Anda. Jika Anda tipe orang yang belajar dengan cara memberikan penjelasan, maka bekerja dengan mahasiswa lain akan bermanfaat buat Anda.
Untuk belajar lebih mudah – sekaligus mendapatkan kegembiraan dalam melakukannya – Anda dapat belajar dengan mahasiswa lain. Beberapa dosen menformalkan penerapan belajar bersama atau menfasilitasi pembentukan kelompok belajar. Anda dapat membentuk kelompok belajar dengan sejumlah mahasiswa yang tinggal di lingkungan Anda. Kelompok belajar merupakan sumberdaya yang sangat bagus, terutama ketika Anda akan menghadapi ujian.
Jika penyelesaian soal adalah hal yang sulit bagi Anda, luangkanlah lebih banyak waktu untuk untuk belajar bagaimana menyelesaikan soal. Penting juga untuk memahami dan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik. Mungkin hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan ialah menyisihkan waktu belajar yang cukup, terjadwal dengan teratur dan dalam lingkungan yang bebas dari gangguan. Cobalah Anda jawab sendiri pertanyaan2 berikut ini:
- Dalam kuliah, kegiatan apa yang paling mudah bagi Anda? (Lakukan ini terlebih dahulu, ini akan membuat Anda percaya diri)
- Apakah saya memahami materi pelajaran lebih baik jika saya membacanya sebelum kuliah, atau justru setelah kuliah? (Metode yang ideal adalah: membaca selintas materi pelajaran yang akan dibahas sebelum kuliah, mengikuti kuliah dengan tekun, dan kemudian membaca meteri itu lagi secara mendalam seusai kuliah)
- Apakah saya meluangkan waktu yang cukup untuk belajar? (Yang cukup baik adalah 3 jam di luar ruang kuliah untuk setiap jam yang Anda tempuh di ruang kuliah. Ini berarti untuk 2 jam setiap pekan, Anda harus meluangkan waktu kira-kira 6 jam setiap pekan untuk belajar)
- Apakah saya setiap hari belajar? (Bagilah 6 jam itu dalam sepekan, buatlah jadwal dengan menetapkan waktu tertentu untuk belajar dan lakukanlah dengan disiplin)
- Apakah saya belajar di tempat yang tenang, dimana saya dapat memusatkan perhatian saya? (Gangguan akan merusak rutinitas dan keseriusan Anda, dan menyebabkan Anda kehilangan poin-poin penting)